Trs: [PASCA-UNPAD] Fwd: [indonesia_journal] Fwd: pengaruh multi-tasking saat belajar

0 views
Skip to first unread message

Dian Utami Sutiksno

unread,
Jan 2, 2014, 4:59:08 AM1/2/14
to UNPAD-PROF. DWI K (2), afiff upm@gmail. com, Prof Sucherly, Prof Sucherly 2, erie_febrian@fe. unpad. ac. id, ernie. tisnawati@fe. unpad. ac. id, umi. kaltum@fe. unpad. ac. id, umi kaltum@yahoo. com, Doktor Diek-FebUnpad, Diek-febUnpad@googlegroups com, harry. suharman@fe. unpad. ac. id, Nury Effendi, popy. rufaidah. pasca@gmail. com, Popy Rufaidah


Selamat tahun baru 2014. Semoga lebih baik dari tahun yang lalu.
Berikut fwd dr milis sebelah. Mhn maaf jika double posting. Salam

Dikirim dari Yahoo! Mail untuk Android



From: trisatya <tris...@unpad.ac.id>;
To: <unpa...@yahoogroups.com>; <pasca...@yahoogroups.com>;
Subject: [PASCA-UNPAD] Fwd: [indonesia_journal] Fwd: pengaruh multi-tasking saat belajar
Sent: Thu, Jan 2, 2014 9:51:23 AM

 


artikel menarik dari mils sebelah.

Salam.

Oki

Subject: [Mgb] pengaruh multi-tasking saat belajar

Ibu/Bapak ysh.,

Memperhatikan bagaimana putra/i kita belajar di rumah, terlihat sangat berbeda dengan kita puluhan tahun yang lalu. Sebagian waktu belajar mereka dilakukan didepan layar komputer, membuka beberapa situs, membuka jalur komunikasi (yahoo messanger, twitter, line dll), sambil mendengar musik melalui head set, kadang-kadang menjawab sms, bbm, atau wa melalui telpon. Mahasiswa kita dikelas terlihat membawa dan membuka lap-top, ada juga yang sesekali mencuri-curi membaca dan membalas sms.

Pertanyaan yang timbul: apakah pengaruh melakukan "multi-tasking" terhadap kualitas pembelajaran mereka. Saya baru membaca Heschinger Report dengan judul The New Marshmallow Test: Resisting the Temptation of the Web, http://hechingerreport.org/content/the-new-marshmallow-test-resisting-the-temptations-of-the-web_11941/ Laporan ini memuat hasil sejumlah penelitian terkait aktivitas maha/siswa yang belajar sambil melakukan aktivitas lain atau multi-tasking.  

Ringkasannya kira-kira sebagai berikut:

Penelitian terhadap 263 siswa smp,sma & mahasiswa saat mereka belajar dikamar mereka menunjukkan mereka belajar hanya 65% dari waktu observasi yang 15 menit. Baru 2 menit dari mulai belajar mereka mulai membalas sms, memeriksa status di Facebook dll. Studi ini dilakukan Lary Rosen profesor psikologi dari CSU- Dominguez Hills dan diterbitkan dalam Compters in Human Behavior edisi Mei 2013.

Survey lain dilakukan oleh Victoria Rideout tahun 2010 dan diterbitkan oleh the Kaiser Family Foundation: Generation M2: Media in the Lives of 8-18- Year-Olds. Hasil survey menunjukkan sekitar 1/3 responden mengatakan pada sebagian besar waktu belajar, mereka juga menonton TV, mendengar musik, membalas sms atau menggunakan media komunikasi lainnya. Pada survei lain dengan responden mahasiswa diketahui 80% mahasiswa berkomunikasi menggunakan sms saat kuliah. 15% mengakui mereka mengirim lebih dari 11 sms selama duduk kuliah diruang kelas.

Professor James Kraushaar & David Novak dari University Vernon memasang perangkat lunak yang memonitor aktivitas laptop dengan ijin mahasiswa. Kedua professor ini menemukan bahwa selama kuliah di kelas mahasiswa memakai laptop untuk keperluan tidak terkait dengan kuliah sebanyak 42% waktu kuliah. Mahasiswa tetap melakukan ini meskipun mereka mengetahui bahwa aktivitasnya tercatat di laptop. Studi lain dilakukan di St.John's University di New York menggunakan pengamat yang duduk dibelakang kelas. Dilaporkan bahwa 58 % mahasiswa tingkat 2 & tingkat 3 yang membawa laptop ke kelas menggunakannya untuk keperluan selain kuliah yang diberikan lebih dari separuh jam kuliah.

Sekarang coba kita baca pendapat David Meyer, profesor psikologi dari University Michigan. Otak kita tidak dapat melakukan 2 atau lebih "complex tasks" sekaligus. Mendengar kuliah sambil mengirim sms adalah 2 "complex tasks" yang tidak dapat dilakukan bersama tanpa mengorbankan salah satunya. Demikian juga mengerjakan tugas sambil memeriksa status Facebook. Ada empat hal yang perlu diperhatikan bila maha/siswa melakukan multi-tasking saat mengerjakan tugas.

Pertama, waktu mengerjakan tugas lebih lama karena adanya "distraction" dan saat akan mulai lagi perlu familiarisasi kembali. Kedua terjadi kelelahan mental karena berganti aktivitas mental sehingga akan lebih sering membuat kesalahan. Ketiga proses penyimpanan konsep/informasi ke memori akan terganggu karena adanya "distraction", sehingga saat diperlukan tidak dapat di"recall. Keempat saat kita terlibat dengan aktivitas yang berupa "distractions", otak kita akan memproses dan menyimpan informasi dengan cara yang berbeda dan "less usefu;".

Menarik untuk membaca alinea terakhir laporan: So here's the takeaway for parents of Generation M: Stop fretting about how much they're on Facebook. Don't harras them about how much they play video games. The digital native boosters (generasi ini sering disebut digital native & generasi sebelumnya disebut digital immigrants) are right that this is the social & emotional world in which young people live. Just make sure whwn they're doing schoolwork, teh cell phones are silent, the video screens are dark, & that every last window is closed but one.

Demikian Ibu/Bapak.

wassalam
 
Prof.Dr.Ir.Ichsan Setya Putra
Head of Quality Assurance Unit
Institut Teknologi Bandung
_______________________________________________
Mgb mailing list
M...@itb.ac.id
https://lists.itb.ac.id/mailman/listinfo/mgb

_




Email ini bebas virus dan malware karena avast! Antivirus proteksi aktif.


__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
    Untuk berhenti dari milis ini kirim email ke:
    PASCA-UNPAD...@egroups.com

    .

    __,_._,___
    Reply all
    Reply to author
    Forward
    0 new messages