Subject: [Mgb] pengaruh multi-tasking saat belajar
Ibu/Bapak ysh.,
Memperhatikan bagaimana putra/i kita belajar di rumah,
terlihat sangat berbeda dengan kita puluhan tahun yang
lalu. Sebagian waktu belajar mereka dilakukan didepan
layar komputer, membuka beberapa situs, membuka jalur
komunikasi (yahoo messanger, twitter, line dll), sambil
mendengar musik melalui head set, kadang-kadang menjawab
sms, bbm, atau wa melalui telpon. Mahasiswa kita dikelas
terlihat membawa dan membuka lap-top, ada juga yang
sesekali mencuri-curi membaca dan membalas sms.
Pertanyaan yang timbul: apakah pengaruh melakukan
"multi-tasking" terhadap kualitas pembelajaran mereka.
Saya baru membaca Heschinger Report dengan judul The New
Marshmallow Test: Resisting the Temptation of the Web,
http://hechingerreport.org/content/the-new-marshmallow-test-resisting-the-temptations-of-the-web_11941/ Laporan
ini memuat hasil sejumlah penelitian terkait aktivitas
maha/siswa yang belajar sambil melakukan aktivitas lain
atau multi-tasking.
Ringkasannya kira-kira sebagai berikut:
Penelitian terhadap 263 siswa smp,sma & mahasiswa saat
mereka belajar dikamar mereka menunjukkan mereka belajar
hanya 65% dari waktu observasi yang 15 menit. Baru 2 menit
dari mulai belajar mereka mulai membalas sms, memeriksa
status di Facebook dll. Studi ini dilakukan Lary Rosen
profesor psikologi dari CSU- Dominguez Hills dan
diterbitkan dalam Compters in Human Behavior edisi Mei
2013.
Survey lain dilakukan oleh Victoria Rideout tahun 2010 dan
diterbitkan oleh the Kaiser Family Foundation: Generation
M2: Media in the Lives of 8-18- Year-Olds. Hasil survey
menunjukkan sekitar 1/3 responden mengatakan pada sebagian
besar waktu belajar, mereka juga menonton TV, mendengar
musik, membalas sms atau menggunakan media komunikasi
lainnya. Pada survei lain dengan responden mahasiswa
diketahui 80% mahasiswa berkomunikasi menggunakan sms saat
kuliah. 15% mengakui mereka mengirim lebih dari 11 sms
selama duduk kuliah diruang kelas.
Professor James Kraushaar & David Novak dari
University Vernon memasang perangkat lunak yang memonitor
aktivitas laptop dengan ijin mahasiswa. Kedua professor
ini menemukan bahwa selama kuliah di kelas mahasiswa
memakai laptop untuk keperluan tidak terkait dengan kuliah
sebanyak 42% waktu kuliah. Mahasiswa tetap melakukan ini
meskipun mereka mengetahui bahwa aktivitasnya tercatat di
laptop. Studi lain dilakukan di St.John's University di
New York menggunakan pengamat yang duduk dibelakang kelas.
Dilaporkan bahwa 58 % mahasiswa tingkat 2 & tingkat 3
yang membawa laptop ke kelas menggunakannya untuk
keperluan selain kuliah yang diberikan lebih dari separuh
jam kuliah.
Sekarang coba kita baca pendapat David Meyer, profesor
psikologi dari University Michigan. Otak kita tidak dapat
melakukan 2 atau lebih "complex tasks" sekaligus.
Mendengar kuliah sambil mengirim sms adalah 2 "complex
tasks" yang tidak dapat dilakukan bersama tanpa
mengorbankan salah satunya. Demikian juga mengerjakan
tugas sambil memeriksa status Facebook. Ada empat hal yang
perlu diperhatikan bila maha/siswa melakukan multi-tasking
saat mengerjakan tugas.
Pertama, waktu mengerjakan tugas lebih lama karena adanya
"distraction" dan saat akan mulai lagi perlu familiarisasi
kembali. Kedua terjadi kelelahan mental karena berganti
aktivitas mental sehingga akan lebih sering membuat
kesalahan. Ketiga proses penyimpanan konsep/informasi ke
memori akan terganggu karena adanya "distraction",
sehingga saat diperlukan tidak dapat di"recall. Keempat
saat kita terlibat dengan aktivitas yang berupa
"distractions", otak kita akan memproses dan menyimpan
informasi dengan cara yang berbeda dan "less usefu;".
Menarik untuk membaca alinea terakhir laporan: So here's
the takeaway for parents of Generation M: Stop fretting
about how much they're on Facebook. Don't harras them
about how much they play video games. The digital native
boosters (generasi ini sering disebut digital native &
generasi sebelumnya disebut digital immigrants) are right
that this is the social & emotional world in which
young people live. Just make sure whwn they're doing
schoolwork, teh cell phones are silent, the video screens
are dark, & that every last window is closed but one.
Demikian Ibu/Bapak.
wassalam
Prof.Dr.Ir.Ichsan Setya Putra
Head of Quality Assurance Unit
Institut Teknologi Bandung
_______________________________________________
Mgb mailing list
M...@itb.ac.id
https://lists.itb.ac.id/mailman/listinfo/mgb