Wah... milis kita jadi hidup lagi dengan masuknya si anak2 hilang, sri
netra, tek kwie... jadi bangkitin semangat ngerumpi dan nostalgia kita
lagi ya....
Thanks ya, Kwie, for putting a lot of enthusiasm and humor into this
milis... kamu kayak angin segar, kita2 yang uda pada sibuk sendiri dan
mulai lupa kebersamaan jadi pada rajin nulis lagi, buka email dll.
Memang hebat dunia cyber, yang jauh di hati, mata, pikiran bisa
dibikin deket lagi.
Aku enjoy banget tulisan2mu, yang mengalir begitu deras dan penuh
isi.... dan bahasa indomu masih bagus lho, aku surprise, dan humor2nya
segar. Kali karena punya bini wong indo kali ya.... gpp wong jowo
(asal jowo) asal ga wong samar aja, he..he..he....
Ternyata di grup ini banyak ada bakat2 nulis terpendam, dan bakat2
lain tentunya. Aku begitu fascinated dengar cerita2 dan pengalaman2
kalian semua. Begitu misterius rasanya kalau kita kilas balik ke 30-40
tahun yang lalu... masya Allah, bagi sebagian buat kita it started
more than 40 years ago.... it's pretty amazing, dan misterius koq kita
bisa bersama lagi setelah 'hilang' sekian puluh tahun, di saat kita
tidak lagi muda (aku ga bilang kita mulai tua lho), di saat kehidupan
kadang2 terasa redup and for some painful maybe, ternyata kita dapat
sandaran 'kebersamaan' dengan orang2 yang merupakan bagian penting
dari masa formasi jati diri kita, yang tau kita sebelum kita terbentuk
jadi 'orang'. Imajinasi kita saat itu mungkin belum mampu untuk
membayangkan who we would become in 30-40 years.......Jaman belum ada
komputer, belum ada internet, handphone even.... Kayaknya dulu kalau
kita udah pisah udah habis lah ceritanya, kecuali masih tinggal di
bali
Sorry aku sedikit melankoli neh..... aku terharu aja melihat anak2 bu
Eli bisa ngumpul dan bisa merasakan keakraban yang tak lekang oleh
ruang dan waktu... Ternyata ya, ke streng-annya, kekukuhannya soal
standard dan excellence, her love for beauty and art, telah membawa
kita pada suatu state yang mungkin membuat kita menjadi manusia2 yang
unik, ruaaarrr biasa (extraordinary) dan in a way, to be close to the
best that we can be, apapun formnya atau yang terlihat kasat mata.
Kalau dipikir apa yang kita punya dulu begitu sederhana dan kurang
dari yang dimiliki anak2 sekarang, tapi kayaknya sebagai manusia kita
tidak minus dari anak2 kita. We learned many things, we did a lot of
exploration and adventures, and most importantly we had a LOT OF FUN
doing everything we did, no matter how simply or silly they were or we
were.
Bayangin ya, dulu yang punya mobil cuman segelintir orang, bisa
diitung tangan ga perlu kaki. Kebanyakan dari kita berbemo, bersepeda
atau jalan kaki. For fun, berenang di Bali Beach dan bisa makan
hamburger udah kemewahan yang luar biasa. Kemah, tur ke Batur, main
gitar bareng, belajar bareng.... Di SMP kita udah baca buku porno,
malah ada yang udah coba2 ngeseks, kayaknya no big deal ya.... aku
kadang ga habis pikir kita begitu beraninya saking kita curious.
Sekarang kita panik luar biasa kalau anak kita liat situs porno...
Kalau dulu ada internet pasti kita udah lakukan itu, rame2, cewek
cowok dan dengan rasa ingin tau yang gitu besar.... Kita liat dan
ambil bagian dalam cinta-cinta monyet teman-teman kita....
Yeah.. we had fun, truly......And I think things would be different if
we didn't have such a strict kepala sekolah, yang malah dorong kita
untuk rebel dan mencoba di luar batasan yang ada. We were different,
even from the other classes.... mungkin itu sebabnya sampe sekarangpun
kita masih punya lem perekat yang kuat.
Aku yakin tidak ada yang kebetulan... mungkin memang kita perlu wadah
ini, dan mungkin memang kita sedang mempersiapkan sesuatu untuk masa
depan kita, yang mungkin akan mulai lebih sepi dan lengang dengan
keluarnya anak2 dari sarangnya.... Aku paling ga udah mulai
merasakannya, bagi sebagian dari kalian waktu itu mungkin masih cukup
lama, but it will come.
Masih baca..... ??? Belum bosan???
Dan soal keluarga..... Khusus buat yang belum di update nih.....
Anakku 1 namanya Govinda Rumi, cowok, 18 th, kuliah di Bina Nusantara
(BINUS) Jakarta, tingkat 2, jurusan desain komunikasi visual. Ada di
facebook ku kalau mau kenal lebih dekat. Dia passion nya photography,
dan udah mulai ambil job2 dimana ada, dan juga suka nulis, ada
blognya, dan aku tentunya adalah fan terbesarnya.
Aku cerai dari ayahnya 14 thn yang lalu. No real problem, pure
incompatibility, alias tidak ada kecocokan. Kita tinggal cukup dekat
satu sama lain, dan juga dengan sekolah Govinda, sehingga separation
angst tidak terjadi atau minimal, terminimalisasi. Prinsipku, it's
better for a child to have two happy parents who live separately than
to have two unhappy parents who live together for the sake of the
child or whatever.
Setelah itu ada beberapa relationship yang cukup berarti tapi belum
benar2 cocok, so life or moves me on... sekarang aku lagi enjoy hidup
sendiri, anakku udah mandiri dan aku bebas untuk enjoy hidupku tanpa
harus mikirin anak di rumah. Tentunya hidup sendiri ada plus dan
minusnya, just like anything in life, tapi secara general i'm quite
happy.
Work wise, at the moment aku sedang meniti karir sebagai konsultan
kesehatan holistik (inside and outside health/beauty) dan juga
financial advisor. Oh dengan bahan semua tadi terus mengasah diri
untuk jadi penceramah/speaker. Masih banyak belajar terus, sambil
praktek.....
Sekian dulu ya.... kapan2 lagi....
MS
2009/5/4 The Kangs <
bali...@yahoo.com>: