Lulus kuliah Mesya memilih untuk langsung bekerja, membuat sang ayah senang dan langsung meminta putrinya itu datang esok hari untuk bekerja, namun Mesya menolak karena sejak awal memang tidak berniat kerja di perusahaan keluarganya. Mesya ingin mandiri dan merasakan bagaimana sulitnya mencari kerja bersaing dengan banyaknya orang, sampai akhir ia di terima di sebuah perusahaan besar menjadi seorang asisten sekretaris yang akan segera mengambil jatah cuti melahirkannya. Awal yang baik untuk memulai karirnya, tapi Mesya tidak menyangka bahwa ternyata sang mantanlah yang menjadi boss-nya.
Perpisahan mereka memang bukan karena orang ketiga, tapi tetap saja meninggalkan luka dan kecewa. Lalu bagaimana Mesya menjalani hari ke depannya, bekerja dengan seseorang yang dirinya rindu tapi tak siap untuk bertemu?