Tak Kenal Maka Tak Sayang

21 views
Skip to first unread message

Hanifah Damanhuri

unread,
May 17, 2014, 12:43:01 PM5/17/14
to rantaunet

Tak Kenal Maka Tak Sayang

 

Tinggal menghitung hari
Sudah ada dua Capres yang pasti

Mari diteliti

Supaya tidak salah pilih nanti

 

Tak kenal maka tak sayang

Bagaimana mengenal kalau info kurang

Info yang beredar kadang dari pecundang

Benci tumbuh, simpati hilang

 

Tak mampu mencerna sendiri

Kuikuti kemana partai pilihanku berkoalisi

Sepak terjang partai pilihanku selama ini

Tak gentar menantang bila tak sesuai nurani

 

Aku sudah mulai tenang sekarang

Aku sudah punya Capres

Semoga Capresku

Capresmu juga sobat

 

Padang, 17 Mei 2014

 

 

Hanifah Damanhuri

 

 

 

 

 

 

Akmal Nasery Basral

unread,
May 18, 2014, 7:36:49 PM5/18/14
to rant...@googlegroups.com
Saat ini: dikenal pun belum tentu bisa disayang, Uni Ifah.

Wass,

ANB



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Hanifah Damanhuri

unread,
May 18, 2014, 8:26:48 PM5/18/14
to rantaunet
He he he ... baa bisa mantun duh Mak Kusia ?

Jago lalok , iko nan tapikia di uni ha

Awak doakan Mas Bowo saroman Nabi mandoakan Umar bin Khatab baano
Mas Bowo indak barado dilingkuangan muslim yang taat, tapi Mas Bowo bisa tetap muslim disapanjang hidupno, walau mungkin indak taat bana. Mudah-mudahan dek didampingi anggota partai islam yaqng taat, Mas Bowo manjadi Muslim yang taat dan maniru Umar bin Khatab.
Baa manuruik Mak Kusia du?

Salam

Hanifah

Akmal Nasery Basral

unread,
May 18, 2014, 10:54:42 PM5/18/14
to rant...@googlegroups.com
Awak doakan Mas Bowo saroman Nabi mandoakan Umar bin Khatab baano

ANB:

Uni Ifah,

Doa Nabi Saw selalu diijabah Allah Swt, termasuk ketika beliau bermunajat, "Ya Allah, perkuatlah Islam dengan masuknya salah satu dari dua orang ini: Umar bin Khattab atau 'Amr bin Hisham (Abu Jahal)".  Jadi masuk Islamnya Umar r.a. bukan semata-mata karena beliau datang ke rumah adik perempuannya yang sedang membaca surat Thaha. Itu hanya momentum, bukan asbab. Doa Nabi Saw yang dikabulkan Allah lah yang menjadi faktor utama.

Samantaro awak ko sia lah dengan maksiat diri nan masih bagalamak peak bisa menganggap diri bisa mendoakan orang lain seperti Nabi Saw mendoakan orang lain. 

Wass,

ANB

Hanifah Damanhuri

unread,
May 19, 2014, 6:08:25 AM5/19/14
to rantaunet
Mak Kusia

Suatu hari uni batanyo ka sobat uni
Apo buliah uni mandoakan si Anu
Sobat uni tau kalau si Anu dun mantiko langek

Jawekno.... buliah
Nabi bahkan selalu mendoakan orang kafir sekalipun...

Kato Ustazd kalau awak bajuang karano Allah, Allah akan manolong awak.
Sakalipun awak masih basalemak peak jo maksiat, sia tau Allah mamaafkan dan mandangakan doa awak. Bukankah koalisi Bung BOWO, koalisi nan awak doakan satiok saat. Alhamdulillah

Semua partai Islam bersatu minus Cak Imin. Tapi diperkirakan sebagian pemilih PKB akan lari ke Bung BOWO, apalagi Bung BOWO akan menemui Rhoma Irama dan Ahmad Dhani, orang yang ikut andil membesarkan suara utk PKB. Sayangnya Cak Imin kurang pandai menghargai kerja keras`orang lain.

Semoga Bung BOWO termasuk orang yang mendapat petunjuk dari Allah.

Salam

Hanifah


Akmal Nasery Basral

unread,
May 19, 2014, 10:40:37 PM5/19/14
to rant...@googlegroups.com
Uni Ifah,
mandoakan urang lain tantu buliah, bahkan dianjurkan.

Nan taraso barek bagi ambo adolah permisalan dalam kalimat "Awak doakan Mas Bowo saroman Nabi mandoakan Umar bin Khatab baano"
Kalau hanyo imbauan standar:  mari awak doakan Mas Bowo agar istiqomah, dst... indak baa.

Ado satu contoh ciek kutiko Buya Hamka memutuskan menjadi imam shalat jenazah Bung Karno. Banyak urang Islam ndak satuju terhadap rencana Buya. Dari yang beralasan BK pernah mamanjaro Buya sacara zalim sampai nan bapandapek kareh, manga Buya amuah menyolatkan seorang munafik? Padahal Nabi pun dilarang menyolatkan Abdullah bin Ubay bin Salul tokoh munafik Madinah? Aa jawek Buya Hamka? "Nabi mendapatkan informasi tentang kemunafikan Abdullah bin Ubay langsung dari Allah, apakah saya juga harus menunggu wahyu dari Allah (tentang munafiknya Bung Karno)?"   

Buya Hamka tetap pado pandiriannyo menjadi imam shalat jenazah BK. 

Nah, kalau ulama sekelas Buya Hamka sajo merasa indak pantas disetarakan dengan posisi Nabi (karena dalam kenyataannya bahkan orang terdekat dengan Nabi pun seperti Abu Bakar r.a. juga selalu merasa tak pantas), apolai awak bukan?

Jadi bukan pada aktivitas berdoanya, melainkan pado anak kalimat "saroman Nabi mendoakan Umar bin Khattab" itu yang menjadi masalah. 

Wass,

ANB

* * *

Maturidi Donsan

unread,
May 19, 2014, 11:47:44 PM5/19/14
to rant...@googlegroups.com

Bu Ifah, Nakan ANB  dan sanak dipalanta n. a.h

 

Baa kalau dibaokan saketek masalah piliah mamiliah ko dalam kutbah Jumat (”saketek dalam kutbah Jumat”).

 

Dalam syarat rukun kutbah nan parnah diajakan ka ambo dari ustad, tamasuak lah dalam kutbah bisa disingguang kejadian factual dari jumat ke jumat yang  menyangkut kebaikan  untuk kemajuan islam dan umat  islam kedepan atau sebaliknya, proses pemilihan caleg dan presiden adalah kejadian factual dari jumat ke jumat.  

 

Pemilihan caleg dan Presiden, siapa yang terpilih sangat  menentukan arah kehidupan umat islam kedepan.

 

Di kutbah Jumat seharusnya disinggung oleh katib agar umat islam menetukan pilihannya kepada siapa yang akan menyelamatkan islam dan dirinya kedepan.

 

Bukan tak mungkin tata cara yang bersangkut paut dengan kegiatan di mesjid itu nantinya akan diatur dari Senayan dan Merdeka Utara, seperti di era orba, dimana para ustad dalam pengawasan LITSUS.

 

Kalau begini, apa umat islam tidak berhak menentukan pilihannya  dan para khatib menyinggungnya dalam kutbah jumat demi kemaslahatan islam dan umatnya.

 

Kita batasi ini hanya dalam “kutbah jumat”, yang tata cara dan waktunya  terbatas.

 

Ini saya sampaikan, nampaknya soal actual dari jumat ke jumat ini mungkin tidak banyak katib mebawakannya atau karena sesuatu alasan tak berani dsb, seperti  menyinggung masalah narkoba, penipuan termasuk umat islam harus memilih yang akan menyelamatkan mereka.

 

Mungkin ANB banyak referensi mengenai kutbah Jumat ko.


Tolong lewakan ka palanta ko, 


Wass,

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau  



Akmal Nasery Basral

unread,
May 20, 2014, 12:31:02 AM5/20/14
to rant...@googlegroups.com
Seperti sudah Pak Maturidi sebutkan, problem utama dengan khutbah shalat Jumat adalah keterbatasan waktu. 
Apalagi digunakan untuk membahas pilpres di mana, berdasarkan kondisi sekarang, 2 pasang capres-cawapres secara formal keduanya (bahkan keempatnya jika cawapres dihitung) semua beragama Islam. Lain halnya kalau ada pasangan yang non-muslim, kondisinya akan lebih mudah.

Wassalam,

ANB
46, Cibubur

Julnardi G

unread,
May 19, 2014, 11:38:57 PM5/19/14
to rant...@googlegroups.com
Terima kasih kanda Akmal sudah mengajarkan ketelitian dan kejujuran intelektual, maksud saya hanya orang2 yang telaten atau teliti bisa mengungkapkan ini, disitu juga ada tercermin kerendahan hati.

Saya tiada maksud mengomentari tulisan bu Ifah

Terima kasih sekali lagi.

wassalam,
JG,37th,Jkt
Wassalam,
JG
37th, Jkt

Hanifah Damanhuri

unread,
May 20, 2014, 1:40:44 AM5/20/14
to rantaunet
Mak Kusia....

Astaghfirullahhalazim
Agak tagalenjek pulo uni mambaco tanggapan Mak Kusia...
Saakan-akan uni mamposisikan diri uni satara nabi, tapi sabalunno baingekkan pulo uni baa pulolah awak kamandoakan urang sadang diri sendiri bagalemak .....

Alhamdulillah
Doa uni belakangan "SEMOGA TERJADI KEAJAIBAN",nan mungkin ado pulo nan ikuik badoa ditambah jo doa para ulama yang khawatir, taraso di uni lai sampai. Peristiwa hari kapatang, bakumpuano partai Islam di tambah dengan partai Golkar.... bagi uni itu adalah KEAJAIBAN.

Semoga Bung BOWO termasuk orang yang diberi petunjuk oleh Allah, dan dituntun Allah menjadi pemimpin sehebat Umar bin Khatab. (Doa uni hanya sesederhana ini, tentu saja tidak akan sama dengan doa nabi yang uni yakin pasti lebih dahsyat).

Salam

Hanifah

Salam




Maturidi Donsan

unread,
May 20, 2014, 5:01:42 AM5/20/14
to rant...@googlegroups.com
Nakan ANB dan sanak dipalanta n.a.h

Memang iko nan selalu salah pengertian, waktu ambo posting sabalumko dianggap dalam kutbah Jumat katib dusuruh membahas pileg/ pilpress, indak sarupo itu do ANB.

Dalam kutbah sarat rukun ado, dan katib cukup mambaokan dengan seperti biaso sesuai jo porsi waktu nan tasadio.

Indak saluruh waktu (kalau seluruh waktu tentu dilarang, kapan lagi menyuruh taqwa dsb) kutbah dipakai untuk membahas pilpres dsb, dalam kutbah tak ado waktu untuk membahas.

Dalam kutbah katib paling ada waktu mengingatkan siapa yang akan dipilih dengan bahasa yang dipakai dalam kutbah, bisa juga kata malereang , orang mana saja akan tahu dengan kata malereang didaerahnya masiang-masing.

Tempo hari waktu disodorkan dilapauko dalam menanggapi tulisan ambo,  nasihat MUI  dari pak Amidhan, dianggap ambo manyarankan menggunakan mesjid untuk  kampanye caleg (artinya diluar Kutbah), kalau ini memang tak boleh.

Kalau dapat nakan ANB karena  ANB mungkin banyak referensi dari ayat dan hadis, apakah ada pelarangan untuk katib membawakan sepintas  dalam kutbah kejadian factual yang terjadi antara jumat ke jumat.

Namun demikian ambo tarimo kasih atas info nan alah ANB barikan. 

Wass,
Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau 

Akmal Nasery Basral

unread,
May 20, 2014, 12:34:35 PM5/20/14
to rant...@googlegroups.com
Kalau dapat nakan ANB karena  ANB mungkin banyak referensi dari ayat dan hadis, apakah ada pelarangan untuk katib membawakan sepintas  dalam kutbah kejadian factual yang terjadi antara jumat ke jumat.

ANB:

Sependek pengetahuan ambo, soal pelarangan seperti yang Pak Maturidi tanyokan indak ado sacaro syar'i. Dan sapendek pengetahuan ambo pulo, dari sebuah WhatsApp Group yang ambo ikuti di mana anggota sering sharing khutbah Jumat yang mereka dengar di masjid tertentu, tema suksesi kepemimpinan nasional itu ada juga disampaikan. Bahkan pada khutbah Jumat di masjid-masjid yang berada di lingkungan institusi pemerintah. 

Problem kita sebetulnya bukan pada shalat Jumat, tapi pada shalat Subuh, khususnya lagi shalat Subuh pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) yang di sebagian besar masjid (bahkan masjid jami' sekalipun) tidak pernah seramai saat shalat Jumat. Padahal kalau jamaah shalat Subuh bisa seramai shalat Jumat, waktu yang tersedia untuk membahas tema-tema aktual seperti keinginan Pak Maturidi itu akan lebih banyak, karena tersedia waktu sekitar 50-60 menit sampai bertemu waktu syuruq.

Pada masjid-masjid yang jamaah shalat Subuhnya sudah "membludak" (bisa 250-300 orang), biasanya tema Kuliah Subuh sudah menyentuh hal-hal seperti ini, dan jamaah pun  mendengar, kadang terlibat dalam tanya jawab, dalam kondisi fresh karena mereka baru bangun setelah istirahat tidur dan pada waktu weekend pula. 

Allahu a'lam.

Wassalam,

ANB
46, Cibubur

elth...@gmail.com

unread,
May 20, 2014, 12:54:48 PM5/20/14
to rant...@googlegroups.com
Sajak patang ambo caliak di TV, malah ambo jadi kasiahn jo jokowi, ndak babannyo nan batonggokkan ka kapalonyo, body language nyo lah mulai ragu.

Kito tunggu debat capres one by one nanti, nan panelisnyo orang hebat dan akademisi nan santiang.
Jangan2 harapan urang nan terlalu besar ka inyo makin manjadikan inyo languah.

Kenapa Indonesia di abad 21 yang rakyatnya begitu hebat2, sudah banyak yang Alumni pT dalam dan luar neggeri, pengalaman luar negerti, akademisi hebat, politikus ulung, diplomat hebat, jenderal hebat, doktor hebat hebat, kemana saja bapak ibu semua?, ayo pimpin negara ini, pemimpin itu bukan untuk coba coba, bukan untuk jadi olok olokan, bukan untuak satu misi terselubung, sadarlah, hai anda yang hebat2, tanya nurani mu, shalat tahajud dan minta petunjuk kepada Allah,

Ini jabatan presiden lho, menakhodai satu negara besar dg 240juta penduduk dan 17 ribu pulau, bukan jabatan wali kota atau menteri, jangan buat coba coba lah.

Buat jabatan presiden kok coba coba.
Tadi ambo nonton ILC TV one, pertanyaan prof cipta lah mulai manguak baa suasana pendeklarasian
Capres dan cawapres.

Salam
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
Date: Tue, 20 May 2014 23:34:35 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tak Kenal Maka Tak Sayang

Akmal Nasery Basral

unread,
May 20, 2014, 1:03:27 PM5/20/14
to rant...@googlegroups.com
Uni Ifah,

kadang doa awak ko bersifat "fait accompli" ka Allah Swt, ndak? 
Padahal ayatnyo jaleh, apo nan awak caliak rancak dan nio, alun tantu rancak di sisi Allah Swt dan subaliaknyo.  Iko ambo parafrasekan dari QS 2:216 dengan redaksi ayat yang agak berbeda, tapi esensinyo samo.

Baa kalau spirit doa tu awak buek labiah "randah hati" saketek: 

1. Dek karano Allah Yang Maha Tahu Segala Rahasia, berikanlah kepada kami pemimpin terbaik dari yang tersedia. 
(Bukan yang paling sempurna, karano indak ado nan samporono. Tiok capres pasti ado cacat aibnyo masing-masing, saroman awak juo tantunyo).

2. Agar KUBU capres-cawapres yang bertanding 9 Juli nanti tidak mengandalkan "serangan fajar", "money politic" apa pun istilahnyo. Tapi betul-betul berkontestasi secara fair, jujur.

3. Jika siapa pun kubu yang nanti menang, ternyata mengandalkan cara-cara ilegal berdasarkan konstitusi dan haram secara syar'i, semoga Allah melaknat mereka -- yang (i) melakukan itu, atau (ii) tidak melakukan tapi tahu proses lancung itu berjalan dan mendiamkan saja, atau (iii) tahu dan tidak mendiamkan, dengan cara melakukan kritik internal di kubu ybs, tapi tetap berada dalam perahu pemenang semata-mata untuk mendapat keuntungan jangka pendek duniawi -- dengan sebesar-besar laknat dunia akhirat.

4. Meminta kekuatan hati kepada Allah, bahwa siapa pun yang terpilih menjadi Presiden baru Indonesia nanti, semoga ridha dan bimbingan Allah tercurah kepadanya, dan kemampuan awak sebagai rakyat badarai untuk BISA MENERIMA siapa pun yang menang sebagai Presiden Kita, dan mentaatinya sepanjang sang pemenang mengarahkan negeri ini pada ketaatan, serta berani mengoreksinya jika sang pemenang mulai melenceng.

Sakadar usul sajo, Ni Ifah.

Allahu a'lam.

ANB

Hanifah Damanhuri

unread,
May 20, 2014, 8:08:36 PM5/20/14
to rantaunet
Aamiin ya Rabbal Alamin

Assalammualaikum Wr Wb Mak Kusia

Doa Mak Kusia sangat hebat dan sangat adil
Dengan doa tsb, tidak perlu awak samo awak nan babedo pilihan saling bakatintam.

Semoga Allah mencondongkan hati para pemilih untuk memilih Pemimpin yang terbaik untuk NKRI.

Salam

Hanifah

Maturidi Donsan

unread,
May 20, 2014, 11:30:34 PM5/20/14
to rant...@googlegroups.com

Nakan ANB, Elthaf, bu Ifah  dan sanak dipalanta n.a.h

 

Sampai 9 Juli  kita doakan  mudah-mudahan  semua lancar/ berjalan baik.

 

Karano topik awak berhubungan jo Kutbah Jumat mako ambo fokus ka topic sajo.   

 

Sesuai penjelasan ANB sabannyo Mesjid bisa difungsikan sesuai waktu dan aturan main  dalam melaksanakan ibadah di mesjid termasuk pada shalat  jumat.

 

Untuk jumat, undangannya hanya azan saja,  begitu azan terdengar maka umat islam akan berbonduong ke mesjid, semua laki-laki  dari segala lapisan ada.

 

Kalau diwaktu lain masih banyak umat islam sulit menghindari penghalang, sehingga tak bisa hadir di mesjid.

 

Pada kutbah jumat  inilah media yang baik bagi para khatib untuk mealokasikan waktu agak 2 menit menyampaikan pesan kepada jamaah agar islam ini tegak di Indonesia ini sehingga paling tidak, kusus bagi umat islam berlaku hukum islam.

 

Tarimo kasih atas penjelasannyo nakan ANB.

 

Wass,

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Ktuianyia, Duri Riau

Hanifah Damanhuri

unread,
May 21, 2014, 2:50:06 AM5/21/14
to rantaunet
Assalammualaikum Wr Wb Bapak Maturi Yml

Kalau si uda Jumatan di Mesjid di Tabiang Padang, si uda acok mambaok buletin pulang. Salah satu Topik yg pernah dibahas dibuletin Al Islam adolah " Koalisi Jelang PilPres SeKadar Bagi-bagi Kekuasaan".

Mungkin Bapak bisa meniru untuk Mesjid Bapak, yaitu membuat Buletin Dakwah..... Bapak bisa sampaikan tulisan yang bisa berisi keinginan Bapak.

Para petugas masing-masing Capres tentu akan bergerak dengan cepat dalam waktu yang hanya singkat. Dengan adanya Rhoma dipihak Bapak, Bapak jangan khawatir.... Rhoma itu milik wong cilik tanpa sekat atribut apapun. Insya Allah Rhoma akan kembali menjadi mesin pengumpul suara. Disini Bung BOWO kelihatan cerdas dan tangkasnya.

Salam

Hanifah

Maturidi Donsan

unread,
May 21, 2014, 3:57:30 AM5/21/14
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih bu Ifah atas infonyo.

Hanya ada beda sedikit, antara penyampaian melalui bulletin dan penyampaian dengan kutbah.

Kutbah masih dalam rangka shalat, boleh dikatakan semua jamaah mendengar dan memperhatikan, kalau belletin tak semua orang pandai dan suka membaca seperti di desa dan banyak juga yang sampai dimesjid pada saat katib sudah mulai kutbah, pada saat ini. jamaah tak dibolehkan lagi urusan lain apalgi membaca-baca.

Topik kita "Kutbah jumat" dengan tata cara ibadah Jumat ,  kalau tercapur, saya kuatir,  nanti yang ditanggapi  pencampunya ini,.

Namun atas infonya sekali lagi tarimo kasih bu ifa.

Wass,

Maturidi (L/75)


Fitrianto

unread,
May 21, 2014, 6:13:01 PM5/21/14
to rantaunet
Khutbah Jum'at kan di tangah parak siang, Pak.
Kalau khutbahnyo indak disukoi jamaah, dek indak bisa protes (harus diam salamo khutbah), biasonyo takalok bakaruh se lai...:)

Wassalam
fitr

Maturidi Donsan

unread,
May 22, 2014, 10:22:36 AM5/22/14
to rant...@googlegroups.com
Memang ado satu duo Fitr, tapi kebanyakan yang  sudah memahami ibadah jumat,  meperhatikan kutbah jumat, karano kutbah bagian dari ibadah jumat yang bertalian dengan shalatnya sendiri.
Wass,

Maturidi (L/75)


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages