Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51

89 views
Skip to first unread message

Darwin Bahar

unread,
Aug 3, 2012, 4:26:12 PM8/3/12
to Palanta Rantaunet, padang-...@yahoogroups.com, Mina...@yahoogroups.com, Andiko

Sanak Kasadonyo nan Ambo Hormati

Merasa nyesak dan gregetan karena untuk kesekian kalinya ayat-ayat Al-Quran digunakan secara murahan, yakni Al-Maidah : 51, dalam perpolitikan guna monohok Ahok pada putaran 2 Pilkada DKI bulan depan, yang tampaknya cukup mangkus juga, saya bertanya pada sahabat saya Ustad  Chodjim melalui milis WM, bagaimanakah cara membumikan yang paling tepat ayat tersebut dalam urusan bernegara dan berbangsa.

Alumnus IPB yang pernah bekerja di sebuah perusahaan Jepang yang kemudian pensiun dini guna mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk berdakwah; penulis beberapa  buku, antara lain Sunan Kalijaga dan Tafsir Al-Fatihah yang laris manis itu,  menjawab seperti yang saya kopaskan di bawah ini.

Bagi saya pribadi selain menjawab yang berkaitan dengan isu-isu politik kotemporer,  juga sekali gus menjawab kepenasaran saya, apakah “pemimpin” merupakan satu-satunya arti ‘awliyaa' pada Al Maidah 51. Karena jika demikian halnya, banyak sekali diskrepansi antara ayat Al-Quran tersebut dengan fakta historis. Al-Quran pasti tidak mungkin salah karena bersumber dari Yang Maha Benar, lalu yang salah apanya?

Saya juga pernah membaca di internet, tanpa penjelasan, bahwa Muslim Inggris Sir Marmaduke Pickthall juga tidak menerjemahkan ‘awliyaa' dengan ‘pemimpin.  Mudah-mudahan Sanak Suryadi punya waktu untuk membantu melihat sendiri karya  Pickthall: “The Meaning of the Glorious Koran” itu di perpustakaan di Leiden

Wallahualam bissawab

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69), asal Padangpanjang, tinggal di Depok   

=====

Thu Aug 2, 2012 4:19 pm (PDT)
Posted by: "chodjim"

Mohon maaf Uda Darwin, belum bisa menjawab karena kemarin masih "fully booked", tetapi hari ini baru akan mengisi bakda Jumatan.

Begini, saya sudah menjawab sms-sms yang sama dari teman-teman tentang hal ini. Intinya, ayat 5:51 itu adalah menyatakan bahwa "orang-orang beriman dilarang menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai awliya' karena Yahudi dan Nasrani itu saling menjadi awliya'"

Kata awliyaa' (jamak dari walii) artinya teman dekat, dan bukan pemimpin. Ini kalau kita mau memperhatikan semua kata walii (awliyaa') dalam Alquran yang jumlahnya (44 + 43) 77 kata. Jadi, yang dilarang oleh Allah adalah menjadikan mereka sebagai teman kepercayaan dalam membangun komunitas orang-orang beriman --pada waktu itu. Ayat ini diturunkan di Madinah, dan waktu itu orang Yahudi dan Nasrani bersekongkol satu sama lain dalam menghadapi bangunan umat yang baru ditegakkan itu.

Kalau diartikan pemimpin, maka jelas sekali bahwa dalam sejarah Katholik maupun sekte Kristiani yang ada di Jazirah Arabia pada waktu itu --hingga sekarang-- tak pernah menjadikan orang Yahudi sebagai pemimpinnya.

Jadi, ayat 5:51 bukanlah ayat yang bisa digunakan untuk menjustifikasi pelarangan terhadap memilih Jokowi-Ahok. Jelas, kalau ayat itu digunakan untuk itu, artinya orang yang menggunakannya telah melakukan fitnah dan menzalimi makna ayat. Kalau ayat itu digunakan untuk mendiskreditkan Jokowi-Ahok (atau yang lainnya), maka orang yang mendiskreditkan itu sama persis dengan kalangan khawarij yang membunuh Ali dengan alasan Ali bin Abi Thalib telah kafir dan halal darahnya.

Pilkada adalah pemilihan pemimpin pemerintahan, dan bukan memilih teman dekat untuk mengatur komunitas. Yang terpilih adalah orang yang harus mengikuti UUD dan UU dan bukan mengikuti kitab agama yang dianutnya.

Maka, menggunakan ayat 5:51 untuk mendiskreditkan calon yang beragama selain Islam adalah perbuatan fitnah. Dan, fitnah itu lebih besar daripada pembunuhan!

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: Darwin Bahar
To: Milis Wanita-Muslimah
Sent: Thursday, August 02, 2012 7:36 AM

 

Ahmad Ridha

unread,
Aug 3, 2012, 6:17:53 PM8/3/12
to Palanta Rantaunet
Pak Darwin, dalam penjelasan tersebut muncul ungkapan "fitnah itu lebih besar daripada pembunuhan" yang setahu saya merupakan ungkapan dalam al-Quran (lihat QS al-Baqarah 2.191 dan 217). Namun, apa iya makna "fitnah" yang dimaksud pas? Karena "fitnah" yang dimaksud dalam ungkapan al-Quran tersebut, setahu saya, adalah "kekafiran, kesyirikan".

Kemudian, ada yang terasa janggal dengan kesimpulan bahwa "Yahudi dan Nasrani tidak boleh dijadikan teman dekat, tapi boleh dijadikan pemimpin".

Rasanya agak naif juga jika dikatakan bahwa agama seseorang tidak akan mewarnai kepemimpinannya. Terlebih ketika seorang pemimpin diberikan hak untuk membuat aturan, tidak semata menjalankan aturan yang telah ada.

Allahu ta'ala a'laam.

Wassalaam,
---
Ahmad Ridha

From: Darwin Bahar
Sent: 8/4/2012 3:26
To: Palanta Rantaunet; padang-...@yahoogroups.com; Mina...@yahoogroups.com
Cc: Andiko
Subject: [R@ntau-Net] Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51

--
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
 
 
 

hyv...@yahoo.com

unread,
Aug 3, 2012, 6:25:48 PM8/3/12
to milis rang minang
Salam Sanak Ridha :

Tambahan dari saya : "Apalagi pemimpin yang tidak bisa mewarnai isi kandungan AlQuran dan menjadikan Baginda Rasulullah sebagai panutan"

Pasti coraknya akan beda.

Wassalam,

Evy Djamaludin

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>
Date: Fri, 3 Aug 2012 15:17:53 -0700
To: Palanta Rantaunet<rant...@googlegroups.com>
Subject: RE: [R@ntau-Net] Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51

Darwin

unread,
Aug 3, 2012, 7:01:05 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com

Ustad Ridha

Pertama-tama tolong komentari pesan pokoknya saja: arti awliyaa dalam Al Maidah 51, kedua jangan biasakan berargumentum ad hominem. ketiga, sering-sering menaruh kuping di tanah

Dan tolong dipikirkan, apa yang akan terjadi jika calon yang didukung dengan ayat-ayat suci itu kalah dalam Pilkada DKI putaran kedua nanti!


Wassalam,
HDB-SBK


--- In Rant...@yahoogroups.com, Ahmad Ridha <ahmad.ridha@...> wrote:
>
> Pak Darwin, dalam penjelasan tersebut muncul ungkapan "fitnah itu lebih
> besar daripada pembunuhan" yang setahu saya merupakan ungkapan dalam
> al-Quran (lihat QS al-Baqarah 2.191 dan 217). Namun, apa iya makna "fitnah"
> yang dimaksud pas? Karena "fitnah" yang dimaksud dalam ungkapan al-Quran
> tersebut, setahu saya, adalah "kekafiran, kesyirikan".
>
> Kemudian, ada yang terasa janggal dengan kesimpulan bahwa "Yahudi dan
> Nasrani tidak boleh dijadikan teman dekat, tapi boleh dijadikan pemimpin".
>
> Rasanya agak naif juga jika dikatakan bahwa agama seseorang tidak akan
> mewarnai kepemimpinannya. Terlebih ketika seorang pemimpin diberikan hak
> untuk membuat aturan, tidak semata menjalankan aturan yang telah ada.
>
> Allahu ta'ala a'laam.
>
> Wassalaam,
> ---
> Ahmad Ridha
> ------------------------------

Lies Suryadi

unread,
Aug 3, 2012, 7:15:51 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com
Iko baleh e dek Jokowi:
Pandai baluambek Jokowi ko tampak e. Nyo kesuik saketek, buluih luambek lawan.
-----
Meski Rhoma Irama diduga menyerangnya dengan isu SARA, Joko Widodo (Jokowi) mengaku bersikap biasa saja dengan penyanyi itu. Bahkan, calon gubernur DKI itu mengaku sangat menyukai lagu-lagu ciptaan Si Raja Dangdut tersebut.

"Saya penggemar beratnya Bang Haji. Lagu-lagunya saya hafal semua," kata Jokowi, demikian ia disapa, di sela-sela rapat konsultasi di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/8).
Selanjurnya lihat:
 
 
 
Salam,
Suryadi
Dari: Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>
Kepada: Palanta Rantaunet <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Sabtu, 4 Agustus 2012 0:17
Judul: RE: [R@ntau-Net] Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51

Rahyussalim

unread,
Aug 3, 2012, 7:31:12 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum,
Partamo mbo maajak marilah satiaok tulisan/bahan diskusi nan kito tulih ditujukan untuk maagiah pencerahan nan batua kapado komunitas RN ko atau siapopun nan kebetulan mambaco tulisan di RN ko. Sahinggo tantu seharusnyo kito punyo 'pakem' nan jaleh satantang iko.

Katiko ambo mambaco tulisan kiriman nan barasa dari Mak Darwin...pertanyaan pertamo ambo adolah apo batua nan mangirim ko Mak Darwin nan sasuai jo isi kapalo ambo. Salanjuiknya katiko ambo mambaco email iko hasil kutipan dari ustadz Chodjim lantas ambo batanyo sia ustadz Chodjim ko. Layak ndak inyo dijadikan rujukan (bisa dinilai rekam jajak nyo). Sasudah itu baru ambo mambaco apo bana poin2 masalah nan disampaikan.
Ambo yakin kito sadonyo di RN ko punyo caro nan samo dalam melakukan 'critical appraisal' terhadap tulisan nan disampaikan. Kalau sajo kito bisa berdiskusi dengan pola2 diateh dengan mengemukakan niat untuk memberi pelajaran yang benar bukan karena hawa napasu banyak hal nan disampaikan akan menjadi baguno untuk banyak urang.

Mohon maaf ateh kekurangan pandapek mbo ko.

Rahyussalim
berbagi meringankan derita bangsa

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Sat, 4 Aug 2012 07:15:51 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51

Ahmad Ridha

unread,
Aug 3, 2012, 7:47:05 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com
Pak Darwin,

Pertama, mohon ditunjukkan tulisan saya yang "argumentum ad hominem". Saya menilai ini adalah tudingan yang besar, dan jika memang saya melakukannya, tentu saya perlu mengetahuinya agar dapat menghindarinya.

Kedua, pesan yang diteruskan dimaksudkan untuk menjelaskan makna suatu ayat al-Quran sehingga tentunya perlu dicermati jika dalam tulisan yang sama ada ungkapan al-Quran yang digunakan tidak dalam makna yang semestinya. Ibaratnya ada seseorang didaulat untuk menjelaskan suatu teori matematika, lalu dalam penjelasannya disebutkan bahwa "dua adalah bilangan ganjil".

Ketiga, komentar saya tidak ditujukan untuk mendukung calon manapun dalam Pilkada DKI. Saya hanya tidak mau ayat al-Quran hanya dimanfaatkan atau dipelintir untuk kepentingan politis.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Terima kasih.

Wassalam,
---
Ahmad Ridha

Darwin

unread,
Aug 3, 2012, 7:52:12 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com
Nampak-e memang takah itu. Iko hasil survei terbatas:

(Kok sempat tolonglah cek tafsir Pickthall: "The Meaning of the Glorious Koran" (atau tafsir-tafsir klasik lainnyo) mengenai al Maidah 51 tu di perpustakaan di Leiden)

Diterpa Isu SARA, Jokowi-Ahok Tetap Populer
Senin, 30 Juli 2012 | 19:45 WIB

http://www.tempo.co/read/news/2012/07/30/228420246/p-Diterpa-Isu-SARA-Jokowi-Ahok-Tetap-Populer

TEMPO.CO, Jakarta - Menghadapi putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta, muncul isu SARA yang ditujukan pada pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Namun, isu yang dihembuskan itu tak mempengaruhi popularitas mereka.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan pada pembaca Tempo.co dan Yahoo! pada 18-25 Juli, menunjukkan mayoritas pembaca di keduanya menilai isu SARA tak akan menurunkan ketenaran Jokowi-Ahok. Hasil jajak pendapat bisa dilihat di Majalah Tempo edisi Senin 30 Juli 2012.

Dari 1.768 responden Tempo.co, 89,7 persen meyakini hal itu. Proporsi yang sama terlihat pada hasil polling di Yahoo!, sekitar 84,48 persen dari 6.820 pembaca percaya ketenaran Jokowi-Ahok tetap bertahan.

Isu SARA yang menerpa pasangan Jokowi-Ahok, misalnya, keduanya dianggap menghina agama dengan "merendahkan" ayat suci dibandingkan konstitusi. Pasangan ini juga dipojokkan dengan diberi label nonmuslim. Selain itu, mereka juga disebut menerima bantuan US$ 70 juta dari kelompok gereja Kanada-Amerika dan Vatikan.

RINA WIDIASTUTI

--- In Rant...@yahoogroups.com, Lies Suryadi <niadilova@...> wrote:
>
> Iko baleh e dek Jokowi:
> Pandai baluambek Jokowi ko tampak e. Nyo kesuik saketek, buluih luambek lawan.
> -----
> Meski Rhoma Irama diduga menyerangnya dengan isu SARA, Joko Widodo (Jokowi) mengaku bersikap biasa saja dengan penyanyi itu. Bahkan, calon gubernur DKI itu mengaku sangat menyukai lagu-lagu ciptaan Si Raja Dangdut tersebut.
>
> "Saya penggemar beratnya Bang Haji. Lagu-lagunya saya hafal semua," kata Jokowi, demikian ia disapa, di sela-sela rapat konsultasi di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/8).
>
> Selanjurnya lihat:
>  
> http://www.merdeka.com/jakarta/135-juta-lagu-rhoma-irama-yang-paling-disukai-jokowi.html
>  
>  
> Salam,
> Suryadi
> Dari: Ahmad Ridha <ahmad.ridha@...>
> Kepada: Palanta Rantaunet <rant...@googlegroups.com>
> Dikirim: Sabtu, 4 Agustus 2012 0:17
> Judul: RE: [R@ntau-Net] Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51
>
>
> Pak Darwin, dalam penjelasan tersebut muncul ungkapan "fitnah itu lebih besar daripada pembunuhan" yang setahu saya merupakan ungkapan dalam al-Quran (lihat QS al-Baqarah 2.191 dan 217). Namun, apa iya makna "fitnah" yang dimaksud pas? Karena "fitnah" yang dimaksud dalam ungkapan al-Quran tersebut, setahu saya, adalah "kekafiran, kesyirikan".
>
> Kemudian, ada yang terasa janggal dengan kesimpulan bahwa "Yahudi dan Nasrani tidak boleh dijadikan teman dekat, tapi boleh dijadikan pemimpin".
>
> Rasanya agak naif juga jika dikatakan bahwa agama seseorang tidak akan mewarnai kepemimpinannya. Terlebih ketika seorang pemimpin diberikan hak untuk membuat aturan, tidak semata menjalankan aturan yang telah ada.
>
> Allahu ta'ala a'laam.
>
> Wassalaam,
> ---
> Ahmad Ridha
>

Lies Suryadi

unread,
Aug 3, 2012, 8:18:44 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com
Pak Darwin, ari Noyan bisuak ambo cubo cek buku tu di Leiden University Library. Manuruik pandangan ambo dek mambao2 isu sara ko Foke tambah blunder mah. Malantun barang ko mah.
 
Salam,
Suryadi 

Armen Zulkarnain

unread,
Aug 3, 2012, 8:43:55 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com

Dek karano ambo lai urang minang, nan tasabuik mamakai raso jo pareso, labiah baik bakawan dakek jo Yahudi jo Nasrani dari pado mamiliah pamimpin nan dari kelompok nan samo.
Baa kok bitu? Pabilo dikaji, resikonyo hanyo ambo sendiri nan rugi pabilo tajadi pengkhianatan dalam bakawan dakek mantun. Kok dikhianati oleh pemimpin labiah gadang resikonyo, itulah nan tajadi labiah sapuluah tahun nan ko di Indonesia.

Dek karano itu indak pernah sekalipun mamiliah sajak BJ Habibie dilecehkan oleh parlemen negara nan ko. Nan disabuik pemimpin Islam mantun bukan hanyo sabateh ba KTP Islam sajo. Saroman istilah nan pernah disampaikan Habibie satantang defenisi cendikiawan,"Cendekiawan itu menurut saya adalah siapa saja yang sangat peduli terhadap lingkungannya, baik masyarakat maupun alam semesta,"  
 
wasalam

AZ/lk/34th/caniago
Padang

asa nagari Kubang, 50 Koto
babako ka Canduang Koto Laweh, Agam

  


Dari: Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com>
Kepada: Palanta Rantaunet <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Sabtu, 4 Agustus 2012 5:17
Judul: RE: [R@ntau-Net] Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51

AnwarDjambak

unread,
Aug 3, 2012, 9:13:19 PM8/3/12
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum Dunsanak Kasadoannyo yg di Muliakan.

Bacolah surek Al - Maidah tu sacaro keseluruhan, mudah bana dipahaminyo, nan intinyo ambo dapek bahwa:

1. Mancaritokan tentang Yahudi dan Nasrani dan orang-orang (Islam) yg tidak menghukum mengikut yg diturunkan Allah, maka mereka itulah org2 KAFIR dan ZHALIM (Al Maidah: 44-45)

2. Makanya mereka itu (Yahudi, Nasrani, dan Muslim yg tak berhukum pd hukum Allah tadi) tidak boleh menjadi WALI (PEMIMPIN) umat Islam. (Al-Maidah: 51)

3. Dan Allah tidak akan menunjuki mereka (Kaum yg Zhalim dan Kafir tadi), (al-Maidah: 51)

4. Sesungguhnya Wali (Pemimpin) kamu ialah: Allah, RasulNya, dan org2 beriman yg mendirikan sholat, menunaikan Zakat, dan tunduk (berhukum) pada Allah (al-maidah:55)

5.Dan bacalah ayat seterusnya, amat mudah dipahami, tak perlu sampai minta pendapat yg aneh2 hehehehe



Sangenek,








(Dek sdg mamacik tafsir Mahmud Yunus)









Wassalam,










Alhaqirwalfaqir-AnwarDjambak44-, kamanakan Dt. Rajo Malano (Maulana) Pyk-Mudiak,,KL,
"Maminteh Sabalun Hanyuik!"
Sent from BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

Harman

unread,
Aug 3, 2012, 9:46:33 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com
kalau dibaco secera lengkap, kedua calon indak ado nan sarupo jo tuntunan Almaidah
apalagi sampai pada kalimat "tunduk (berhukum) pada Allah" baik foke ataupun jokowi kalau
menang akan berhukum pada hukum positif yang berlaku di RI dan hukum2 di sini
dibangun tidak berdasarkan pada Qur'an dan sunnah, melainkan berdasarkan UUD'45
yang sudah diamandemen.

terus siapa dong ? tanyakan pada diri sendiri saja lah...
Pilihan yang ada sekarang adalah mana yang lebih amanah, jujur dan bisa mengurai
atau menyelesaikan beberapa persoalan yang ada di DKI. jangan terpukau dengan
"kosmetik".


wassalam,
harman 


From: AnwarDjambak <alhaqir...@yahoo.com>
To: "Rant...@googlegroups.com" <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Saturday, August 4, 2012 9:13 AM
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51

Akmal N. Basral

unread,
Aug 3, 2012, 11:24:20 PM8/3/12
to rant...@googlegroups.com
ketik saja "Pickthall Translation" di Google, Pak Darwin. Langsung muncul tautan lamannya. Klik lagi surah 005 ayat 51. Pickthall menerjemahkan "awliyya" itu sebagai "friends".

Salam,

Akmal Nasery Basral


Sent from my iPad2

sjamsir_sjarif

unread,
Aug 4, 2012, 12:26:59 AM8/4/12
to rant...@googlegroups.com
Terjemahan kata "auliya" dari beberapa tafsir:

Tafsir Indonesia: pemimpin
Tafsir Indonesia Jalalayn: pemimpin
Tafsir Indoneisa Quraish Shihab: penolong

English Sahih International: allies
English Maududi: allies
English M. Asad: allies
English Pickthall: friends
English Yusuf Ali: friends
English Shakir: friends

Bandingkan di:
http://tanzil.net/#5:51

-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
--- In Rant...@yahoogroups.com, "Akmal N. Basral" <anb99@...> wrote:
>
> ketik saja "Pickthall Translation" di Google, Pak Darwin. Langsung muncul tautan lamannya. Klik lagi surah 005 ayat 51. Pickthall menerjemahkan "awliyya" itu sebagai "friends".
>
> Salam,
>
> Akmal Nasery Basral
>
>
> Sent from my iPad2
>
> On Aug 4, 2012, at 6:52 AM, "Darwin" <dbahar@...> wrote:
>
> > Nampak-e memang takah itu. Iko hasil survei terbatas:
> >
> > (Kok sempat tolonglah cek tafsir Pickthall: "The Meaning of the Glorious Koran" (atau tafsir-tafsir klasik lainnyo) mengenai al Maidah 51 tu di perpustakaan di Leiden)
> >
> > Diterpa Isu SARA, Jokowi-Ahok Tetap Populer
> > Senin, 30 Juli 2012 | 19:45 WIB
> >
> > http://www.tempo.co/read/news/2012/07/30/228420246/p-Diterpa-Isu-SARA-Jokowi-Ahok-Tetap-Populer
> >
> > TEMPO.CO, Jakarta - Menghadapi putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta, muncul isu SARA yang ditujukan pada pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Namun, isu yang dihembuskan itu tak mempengaruhi popularitas mereka.
> >
> > Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan pada pembaca Tempo.co dan Yahoo! pada 18-25 Juli, menunjukkan mayoritas pembaca di keduanya menilai isu SARA tak akan menurunkan ketenaran Jokowi-Ahok. Hasil jajak pendapat bisa dilihat di Majalah Tempo edisi Senin 30 Juli 2012.
> >
> > Dari 1.768 responden Tempo.co, 89,7 persen meyakini hal itu. Proporsi yang sama terlihat pada hasil polling di Yahoo!, sekitar 84,48 persen dari 6.820 pembaca percaya ketenaran Jokowi-Ahok tetap bertahan.
> >
> > Isu SARA yang menerpa pasangan Jokowi-Ahok, misalnya, keduanya dianggap menghina agama dengan "merendahkan" ayat suci dibandingkan konstitusi. Pasangan ini juga dipojokkan dengan diberi label nonmuslim. Selain itu, mereka juga disebut menerima bantuan US$ 70 juta dari kelompok gereja Kanada-Amerika dan Vatikan.
> >
> > RINA WIDIASTUTI
> >
> > --- In Rant...@yahoogroups.com, Lies Suryadi <niadilova@> wrote:
> >>
> >> Iko baleh e dek Jokowi:
> >> Pandai baluambek Jokowi ko tampak e. Nyo kesuik saketek, buluih luambek lawan.
> >> -----
> >> Meski Rhoma Irama diduga menyerangnya dengan isu SARA, Joko Widodo (Jokowi) mengaku bersikap biasa saja dengan penyanyi itu. Bahkan, calon gubernur DKI itu mengaku sangat menyukai lagu-lagu ciptaan Si Raja Dangdut tersebut.
> >>
> >> "Saya penggemar beratnya Bang Haji. Lagu-lagunya saya hafal semua," kata Jokowi, demikian ia disapa, di sela-sela rapat konsultasi di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/8).
> >>
> >> Selanjurnya lihat:
> >>
> >> http://www.merdeka.com/jakarta/135-juta-lagu-rhoma-irama-yang-paling-disukai-jokowi.html
> >>
> >>
> >> Salam,
> >> Suryadi
> >> Dari: Ahmad Ridha <ahmad.ridha@>

Akmal N. Basral

unread,
Aug 4, 2012, 12:49:37 AM8/4/12
to rant...@googlegroups.com
Tambahan saketek Mak Ngah:

Tafsir Al Munir (karya Imam Nawawi Al Bantany yang mengajar di Masjidil Haram, wafat 1897 M) menerjemahkan sebagai pemimpin (seperti Jalalain).

Kalau mancaliak azbabun nuzulnyo takaik jo sahabat 'Ubadah bin Shamit r.a., 1 dari 12 urang Anshar pertama nan masuak Islam. Wakatu itu inyo basakutu (allies, bukan bakawan biaso) jo Bani Qainuqa'. Tanyato di kudian hari 'Ubadah tahu patron Bani Qainuqa' adalah Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh munafikin Yahudi. 'Ubadah mengingkari kesepakatan jo Bani Qainuqa' dan memilih berikrar setia kepada Rasulullah. Lalu turunlah ayat ko. (HR Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim Dan Baihaqi).

Wallahu'alam bish shawab.

Akmal N. Basral

Afda Rizki

unread,
Aug 4, 2012, 12:59:26 AM8/4/12
to rant...@googlegroups.com

Jadi baa kesimpulannyo kok ayat tadi wak jadikan referensi Da Akmal?
Lai buliah wak jadikan non-Islam (noni) sebagai konco palangkin? Dalam kondisi harus dan bisa mamiliah apokah noni buliah dipiliah?

Salam hangat

Afda Rizki

*******

Akmal N. Basral

unread,
Aug 4, 2012, 2:55:50 AM8/4/12
to rant...@googlegroups.com

Pangatahuan ambo masih jauah di bawah Sanak Afda, alun mampu mambari kesimpulan, apo lai sebagai patokan praktis untuak urang lain.

Dari nan ambo baco, "awliyya" adalah bentuk jamak (singular) dari "wali". Wali terkait dengan konsep lain "walayah" yang menyangkuik kewenangan atau kepenjagaan (authority or guardianship) atas seseorang atau sesuatu. Misalnyo dalam fikih, orang tua adalah wali bagi anak-anaknyo karena orang tua punyo kewenangan terhadap sang anak. Dalam konsep itu, bahasa Indonesia mengambil spirit tersebut dalam istilah-istilah seperti: wali murid, wali kelas, atau di paguruan tinggi di Indonesia tahun-tahun terakhir ko populer istilah: Wali Amanah/Majelis Wali Amanat. Sadonyo mangacu ka konsep adonya kewenangan/kepenjagaan itu.

Untuak kewenangan terhadap wilayah, urang awak bahkan alah jak lamo manggunakan istilah WALI NAGARI, atau di tingkat kota administratif, WALI KOTA. Sadonyo mangarah ka adonyo kewenangan dari urang nan disabuik dengan status itu terhadap wilayah nan jadi tanggung jawab/penjagaannyo. 

Makna itu makin taraso jaleh bilo awak mancaliak QS: 8: 72

------
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan  serta berjihad dengan harta dan jiwanya  pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan, mereka itu satu sama lain MELINDUNGI (اَوْلِيَٰاءُ = awliyya) ... dst ...
------

Kata "awliyya" pada ayat itu persis sama tulisannya dengan QS 5: 51.

Bandingkan dengan terjemahan Pickthall pada ayat 8: 72 yang sama

-------
Lo! Those who believed and left their homes and strove with their wealth and their lives for the cause of Allah, and those who took them in and helped them; these are PROTECTING FRIENDS  ONE OF ANOTHER ("awliyya") ... etc ...
-------

Jadi pada dua terjemahan di atas, yang menjelaskan relasi sosial kaum Muhajirin Dan Anshar, bahwa "awliyya" mengandung makna guardianship (saling melindungi/ protecting one of another). Dus, "awliyya" terlihat jelas maknanya bukan sekadar "friends" atau "close friends", tersebab "close friends" tak otomatis berarti mereka akan saling melindungi seperti contoh pada Muhajirin-Anshar. 

Sementara untuk "teman" atau "teman kepercayaan", Al Qur'an menggunakan kata "thonah (طَانَةً)" seperti dalam Q:S: 3: 118

-----
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang di luar kalanganmu (sesama) sebagai TEMAN KEPERCAYAAN ("thonah"), karena mereka tidak henti-hentinya menyusahkanmu. Mereka mengharap kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat Kami, jika kamu mengerti.
------

Pickthall menerjemahkan ayat di atas sebagai berikut:

-------
O ye who believe!  Take not for INTIMATES ("thonah") other than your own folk, who would spare no pains to ruin you; they love to hamper you. Hatred is revealed by (the utterance of) their mouths, but which their breasts hide is greater. We have made plain for you the revelations if ye will understand.
-------

Baitu sanak Afda Rizki. Bagaimana menerjemahkan dalam keputusan praktis (utamanya menyangkut Pilkada) baliak ka kayakinan masing-masing. Karena Pilkada, di kota mana pun di Indonesia akan datang dan pergi, ayat menyangkut "awliyya" ini akan ada terus sampai kita semua di milis ini wafat, dan anak keturunan kita pun wafat.

Mungkin para ayahanda dan ibunda awak di milis ko nan jaleh labiah tinggi pangatahuan jo pangalaman iduiknyo bisa melanjutkan, atau mengoreksi seandainya ado pendapat ambo nan keliru.

Wallahu a'lam bish shawab.

Akmal N. Basral 
--

Akmal N. Basral

unread,
Aug 4, 2012, 2:59:37 AM8/4/12
to rant...@googlegroups.com
Typo:

"awliyya" adalah bentuk jamak (plural) dari "wali".

Salam,

ANB

tutim...@gmail.com

unread,
Aug 4, 2012, 4:52:33 AM8/4/12
to rant...@googlegroups.com
Nompang senek

Mak Ngah

Wak k minta Pandapek K Mak NGah,Maklumlah Tut urang daerah,Alun tau mengenai Pendidikan d Luar

Anak Tut Padusi,Koreh hatinyo Poi Kuliah K Jerman,Tut takuik Jauh Bona,Katonyo biaya kuliah d Jerman Murah,

,Tut sarankan Yg dakek sajo d Malaysia,Katonyo bialah indak Kuliah,Baa manuruik Mak Ngah,Karano Mak Ngah Alah Lamo d Luar,
Tarimo Kasih Mak Ngah

Salam

Tuti Lpg

Powered by Telkomsel BlackBerry®

tutim...@gmail.com

unread,
Aug 4, 2012, 5:04:32 AM8/4/12
to rant...@googlegroups.com
Nompang senek

Mak Ngah

Wak k minta Pandapek K Mak NGah,Maklumlah Tut urang daerah,Alun tau mengenai Pendidikan d Luar

Anak Tut Padusi,Koreh hatinyo Poi Kuliah K Jerman,Tut takuik Jauh Bona,Katonyo biaya kuliah d Jerman Murah,

,Tut sarankan Yg dakek sajo d Malaysia,Katonyo bialah indak Kuliah,Baa manuruik Mak Ngah,Karano Mak Ngah Alah Lamo d Luar,
Tarimo Kasih Mak Ngah

Salam

Tuti Lpg

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sat, 04 Aug 2012 04:26:59
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com

Darwin Bahar

unread,
Aug 4, 2012, 9:25:30 AM8/4/12
to Palanta Rantaunet

Ustad Ridha;

Kalau Ustad merasa tidak merasa melakukan ad hominem, saya minta maaf yang sebesar-besarnya.

Hanya bagi diri saya sendiri, antara ‘doing good things’ dengan ‘doing things goods’, sesuatu hal tidak bisa dipisah-pisah. Islam itu kebajikan, mengaktualisasikan Islam harus dengan cara yang bajik.  Islam tidak hanya tujuan, tetapi juga cara.

Bagi saya mengorek-ngorek kekeliruan orang lain yang pendapatnya tidak saya sukai, bukan kebajikan. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.  Kekurangan seseorang tidak menyebabkan apa yang disampaikannya lalu salah semua.

Jusfiq Hadjar, musuh orang Minang nomor satu,  dan lawan saya bakaruak arang  selama bertahun-tahun di Proletar dan Apakabar, pernah saya sampaikan kebaikannya di sini, seperti  keberpihakannya secara konsisten terhadap orang-orang yang teraniaya, termasuk umat Islam dalam peristiwa Tanjung Priok, masyarakat Aceh sewaktu DOM diberlakukan, rakyat Irak dalam Perang Teluk dan yang dizalimi Israel

Dengan bersikap seperti itu, tentu saja saya telah merasa sempurna. Walaupun badan sudah bau tanah, saya merasa sangat-sangat jauh dari sempurna

Ya, apalah awak ini

Wassalam, HDB-SBK (L, 69)

 

====

Re: [R@ntau-Net] Ustad Chodjim mengenai Al Maidah 51
Fri Aug 3, 2012 4:47 pm (PDT) . Posted by:
"Ahmad Ridha"

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages