Presiden China Xi
Jinping (depan empat kiri) didampingi Perdana Menteri Li Keqiang (empat kanan)
beserta jajaran pejabat tinggi pemerintahan dan pimpinan partai berkuasa
mengheningkan cipta untuk menghormati para pejuang dan korban COVID-19 di pusat
pemerintahan Zhongnanhai, Beijing, pada 4 April 2020 pukul 10.00 waktu setempat
(09.00 WIB). ANTARA/HO-Xinhua/mii
Konferensi pers
reguler libur pada 6 April 2020 dan akan digelar seperti biasanya pada 7
April
Jakarta (ANTARA) - "Konferensi pers reguler
libur pada 6 April 2020 dan akan digelar seperti biasanya pada 7 April."
Demikian pesan
singkat yang diperoleh ANTARA dari Kantor Juru Bicara Kementerian Luar Negeri
China atau MFA pada Jumat (3/4) sore.
Tidak hanya MFA, semua perkantoran dan kegiatan
industri, termasuk kantor perwakilan asing di China juga turut diliburkan sejak
Sabtu (4/4).
Namun libur itu bukan lantaran adanya serangan
gelombang kedua COVID-19 yang membuat China terpaksa menangguhkan kedatangan
warga negara asing hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Libur itu
terkait dengan Festival Qingming yang dirayakan secara tradisional oleh
masyarakat China dengan mendatangi dan menziarahi serta membersihkan makam
leluhur.
Bagi kaum peranakan China di Indonesia, Qingming
dikenal denganCengbeng, perayaan dan tradisinya sama.
Namun Qingming tahun ini sangat berbeda dengan
tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada perayaan, tidak ada mudik. Sama persis dengan
Tahun Baru Imlek dua bulan lalu, saat COVID-19 sedang menunjukkan puncak-puncak
keganasannya di wilayah Daratan.
Meskipun demikian perayaan Qingming tahun ini
tidak kehilangan makna, sama-sama mengenang sanak kerabat yang telah
mendahului.
Adalah Dewan Negara selaku lembaga eksekutif di
China yang memutuskan tanggal 4 April 2020 sebagai Hari Perkabungan Nasional
untuk menghormati para pejuang COVID-19 dan ribuan korban meninggal dunia
lainnya.
Presiden Xi Jinping didampingi Perdana Menteri Li
Keqiang bersama jajaran pejabat tinggi dan pengurus teras Partai Komunis China
(CPC) memimpin upacara perkabungan tersebut dari kawasan Zhongnanhai, ring I
pusat pemerintahan Republik Rakyat China (PRC).
Mereka
mengheningkan cipta bersama selama 3 menit pada Sabtu (4/4) siang mulai pukul
10.00 waktu setempat (09.00 WIB).
Bersamaan dengan itu, pesawat tempur terbang
rendah di beberapa wilayah di China diiringi dengan raungan sirine mobil, kapal,
dan kereta api. Durasinya sama, hanya 3 menit.
Bendera
setengah tiang juga mulai berkibar di Lapangan Tian'anmen yang berseberangan
dengan Kota Terlarang.
Kantor-kantor pemerintahan dan kantor perwakilan
China di sejumlah negara turut mengibarkan bendera nasional mereka setengah
tiang.
Dalam sehari itu pula semua media, baik yang
dikelola pemerintah, partai penguasa, maupun swasta, tanpa terkecuali menurunkan
foto-foto berita hitam-putih.
Kantor Berita Xinhua menurunkan foto hitam-putih
upacara pengibaran bendera nasional di Lapangan Tian'anmen.
Demikian
halnya portal berita China Plus yang dikelola oleh Radio Internasional China
(CRI) menurunkan foto utama hitam-putih yang menggambarkan petugas kesehatan
sedang menggotong pasien ke rumah sakit di Wuhan pada awal-awal wabah tersebut
merebak.
China Daily, media cetak berbahasa Inggris
terpopuler di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu, juga menurrunkan
foto-foto hitam putih, baik peristiwa di dalam maupun luar negeri.
People's Daily
memuat galeri foto hitam-putih tentang dimulainya aktivitas warga China setelah
dua bulan lebih berhenti, sedangkan Global Times dengan foto hitam-putih
karangan bunga berjejer di bawah tulisan peringatan kematian korban COVID-19 di
Lapangan Tian'anmen. Kedua media tersebut dikelola oleh CPC, partai berkuasa di
China.
Tidak ketinggalan pula ECNS, media daring yang
didirikan oleh kalangan wartawan dan pengamat China di luar negeri juga
menurunkan foto dan lini masa di halaman utamanya berwarna hitam-putih.
Caixin, portal
berita populer yang dikelola secara independen oleh kalangan swasta yang
berkantor pusat di Beijing menurunkan foto utama hitam putih bergambar kesibukan
di salah satu kedai kopi berjaringan global di China.
Wabah COVID-19
momentum darurat kesehatan masyarakat terbesar dengan penyebaran tercepat dan
paling sulit diatasi sejak berdirinya Republik Rakyat China pada tahun 1949,
komentar salah satu media berpengaruh di China.
Virus tersebut
telah membunuh sejumlah dokter profesional, pegawai pemerintahan, kader partai,
tokoh dan pekerja di lingkungan masyarakat.
Komisi
Kesehatan Nasional China (NHC) hingga Sabtu mencatat 81.639 warga dinyatakan
positif COVID-19 dengan jumlah kematian sebanyak 3.326 orang.
Kontras Hari Perkabungan Nasional memang hanya
berlangsung pada Sabtu, namun libur Qingming berlanjut hingga Senin.
Namun
suasananya jauh berbeda dengan Qingming tahun-tahun sebelumnya. Festival
Qingming tahun ini lebih pada suasana keprihatinan massal.
Berdasarkan
catatan ANTARA pada hari pertama perayaan Qingming 5 April 2019 terdapat 13,9
juta pemudik di China menggunakan jasa kereta api.
Hal itu
memaksa operator kereta api setempat, CRC, menambah 551 rangkaian kereta untuk
mengatasi kepadatan arus pemudik tersebut.
Sehari sebelumnya, CRC mengangkut 11,7 juta
pemudik, sebanyak 2,4 juta di antaranya dilayani oleh CRC Biro Shanghai. Jumlah
itu naik 8,7 persen.
Tidak hanya sektor transportasi, sektor
pariwisata di seluruh pelosok China jugaketiban rejeki
nomplokdari para pemudik Qingming.
Dalam tiga
hari libur Qingming pada 5-7 April 2019, industri pariwisata China berhasil
meraup 47,9 miliar yuan yang kalau dikurskan pada saat itu sekitar Rp101
triliun.
Menurut data Kementerian Kebudayaan dan
Pariwisata China (MCT) pendapatan yang diraihnya pada tiga hari libur Qingming
2019 meningkat 13,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.
Pada musim
libur Qingming 2019 tercatat 112 juta kunjungan wisatawan domestik atau naik
10,9 persen dibandingkan 2018.
Penjualan tiket daring ke berbagai daerah di
pelosok China juga mengalami tren peningkatan sebesar 55,2 persen, demikian
MCT.
Sayangnya, momentum tersebut tidak terulang pada
tahun ini. Angkutan massal dan jalan-jalan utama relatif sepi.
Kementerian
Keamanan Publik China (MPS) mencatat bahwa dalam tiga hari terakhir sejak Sabtu
(4/4), arus lalu lintas harian di 200 titik keramaian di seluruh pelosok
Daratan, turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Oleh sebab
itu, pada Festival Qingming tahun ini MPS tidak mendapatkan laporan adanya
peristiwa kecelakaan lalu lintas.
Kontras dengan suasana festival serupa tahun
lalu. Sebanyak tujuh pemudik tewas setelah mobil van yang mereka tumpangi
mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Kabupaten Junlian, Provinsi Sichuan,
pada 5 April 2019.
Festival Qingming di China
jadi momentum peringati pahlawan
Selasa, 5 April 2022 23:06
WIB
Arsip foto - Bendera
nasional China dikibarkan setengah tiang di Lapangan Tiananmen di Beijing, saat
China melakukan hening cipta bagi mereka yang meninggal akibat virus COVID-19,
pada festival pembersihan makam Qingming, Sabtu (4/4/2020). ANTARA
FOTO/REUTERS/Carlos Garcia
Rawlins/wsj/djo.
Beijing (ANTARA) -
Perayaan Festival Qingming yang dalam penanggalan tradisional China jatuh pada
Selasa menjadi momentum untuk memperingati perjuangan para pahlawan negara
itu.
"Bangsa China adalah bangsa yang menjunjung
tinggi pahlawan. Semangat kepahlawanan masih ada sampai sekarang. Kita harus
menjunjung tinggi semangat para pahlawan yang mengorbankan hidup mereka untuk
partai, negara, dan rakyat China," kata Presiden China Xi Jinping.
Otoritas
setempat juga telah mengeluarkan surat edaran untuk memastikan pencarian,
identifikasi, dan perlindungan jenazah para martir yang hilang dan tidak
dikenal.
"Saya ingin mengajak masyarakat mengheningkan
waktu sejenak untuk para pahlawan yang mengorbankan nyawa mereka yang berperang
melawan virus COVID-19," kata Xi seperti dikutip laman resmi Departemen
Pertahanan China.
Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,
Qingming tahun ini di China terlihat biasa-biasa saja karena masih belum redanya
kasus COVID-19, seperti yang terjadi di Shanghai, Jilin, dan Beijing.
Bahkan
beberapa hari sebelumnya, otoritas China juga telah memperingatkan warganya agar
tidak mudik untuk menghindari meluasnya wabah COVID-19 varian Omicron.
Aktivitas
perkantoran dan sekolahan diliburkan selama libur Festival Qingming sejak Senin
(4/4) hingga Selasa.
Qingming diperingati sebagai ritual menziarahi
makam para leluhur warga China daratan, Hong Kong, dan Taiwan.
Warga Tionghoa
di Indonesia memperingati tradisi ini sebagai perayaan Cengbeng.