Saleh
membeberkan alasan LGP Jatim, yang mayoritasnya diklaim sebagai kader PDIP,
mendukung Ganjar-Puan. Salah satunya agar tak terjadi gesekan.
"Mayoritas
kader ini dari PDIP memang, namun ini nonpartai. Memang ini juga suara rakyat,
ini nonstruktural partai. Saya ini PDIP, kita senior kita nggak mau partai kita
benturan di bawah. Ketika pendukung Pak Ganjar dan Mbak Puan ada gesekan kita
gak mau, kita tampilkan gagasan ini untuk menghindari gesekan di bawah," kata
Saleh di Gedung Internatio, Taman Jayengrono, Surabaya, kemarin.
Mungkinkah
Didukung PDIP?
Lalu,
mungkinkan PDIP akan mengusung kedua nama itu pada Pilpres 2024?
Baca
juga:
Ganjar-Puan
Dijodohkan di Pilpres 2024, Pengamat: Possible!
Founder
lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai bendera bergambar Ganjar-Puan di
Surabaya adalah jawaban atas kekhawatiran bahwa internal PDIP pecah. Ganjar dan
Puan diketahui sama-sama digadang bakal maju di Pilpres 2024.
"Bendera
Ganjar-Puan ini, menurut saya, adalah jawaban dari kekhawatiran kader PDI
Perjuangan akan perpecahan internal, gara-gara promosi yang dilakukan oleh kubu
pendukung Mbak Puan dan kubu pendukung Mas Ganjar sebagai calon presiden di
2024," kata Hendri Satrio kepada wartawan, Minggu (6/2).
Simak
juga video 'Ganjar atau Puan, PDIP: Bu Mega Tahu Kriteria yang Dapat Pimpin
Bangsa':
Menurut
Hendri 'duet' Ganjar-Puan itu sebagai langkah yang berani. Sebab, menurutnya,
pendukung Puan belum tentu mau jagoannya berpasangan dengan Ganjar.
"Ini
langkah baik dan juga berani sebetulnya. Kenapa saya katakan berani? Karena
belum tentu juga sebetulnya petinggi kubu Puan itu mau disatukan dengan
pendukung Ganjar Pranowo," ucap Hendri.
"Karena,
bagi PDI Perjuangan, saat ini Puan Maharani yang diusung atau digadang-gadang
sebagai calon peserta Pilpres 2024," imbuhnya.
Baca
juga:
Bendera
Merah Sudah Berkibar, Begini Survei Terkini Ganjar dan
Puan
Pria
yang kerap disapa Hensat itu menuturkan PDIP memang bisa mengusung pasangan
capres-cawapres sendiri, tanpa berkoalisi dengan partai lain. Namun, sebut
Hensat, hasilnya tak akan baik buat PDIP.
"Menurut
hasil survei KedaiKOPI malah, kalau PDIP menyalurkan atau mendorong atau
mengusung calon sendiri, dia tidak berada pada, bahkan tidak masuk 2 besar,
bahkan tidak masuk 3 besar pemilu hasil yang baik," terang Hensat.
"Jadi,
kalau dipaksakan, pasangan ini akan kalah. Jadi makanan empuk lawan partai
koalisi lainnya," sambung dia.
Hensat
beranggapan pasangan Ganjar-Puan bukanlah jawaban atas prinsip keberagaman PDIP.
Dia lalu mencontohkan kekalahan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meski diusung
oleh sejumlah partai agamis dan nasionalis.
"Kenapa
kalah? Karena, bila pasangan ini dipaksakan hanya dengan PDI Perjuangan, tidak
akan menjawab keberagaman yang diusung oleh PDI Perjuangan. Gerindra pernah
mengusung Prabowo-Sandiaga. Gagal, padahal waktu itu ada beberapa partai politik
yang berada di belakangnya, yang cukup mengusung keberagaman juga,"
paparnya.
Baca
juga:
Jodohkan
Ganjar-Puan, LGP Jatim Ingin Akar Rumput PDIP Damai