Dikabarkan, ketua Dewan Eropa dan ketua Komisi Eropa baru-baru ini bersama-sama membalas surat kepada sejumlah anggota parlemen Eropa dan parlemen negara-negara Eropa, menyampaikan keprihatinan atas kecaman Tiongkok kepada Lithuania atas diadakannya kantor perwakilan antara Lithuania dan pihak penguasa Taiwan, mereka menyebut bahwa tindakan itu tidak melanggar kebijakan Satu Tiongkok yang dipegang UE, tekanan kepada anggota UE tidak boleh diterima.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin menjawab pertanyaan wartawan mengenai tanggapan Tiongkok atas hal tersebut. Wang Wenbin menyatakan, prinsip Satu Tiongkok adalah kesepahaman umum masyarakat internasional, juga merupakan dasar politik pengembangan hubungan antara Tiongkok dengan semua negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok.
Tiongkok menentang keras niat pihak Taiwan yang ingin membikin “dua Tiongkok” dan “Satu Tiongkok Satu Taiwan” di ajang internasional, menentang keras negara-negara yang sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok itu melakukan kontak resmi dengan pihak penguasa Taiwan, mendesak pemerintah Lithuania menaati komitmen politik serius yang dibuatnya ketika menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok, jangan mengambil keputusan salah yang tak dapat diubah. Pihak UE hendaknya mengambil pendirian tepat dan jangan mengganggu perkembangan sehat hubungan Tiongkok-UE.
Jumat kemarin (29/10) waktu setempat, anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menjawab pertanyaan wartawan mengenai isu sejumlah kecil negara termasuk AS mendukung partisipasi Taiwan dalam sistem PBB dan komunitas internasional dengan positif dan sifnikan selama hadirin dalam KTT Grup 20 di Roma, Italia.
Pada kesempatan itu, Wang Yi mengatakan, tahun-tahun terakhir ini, sejumlah kecil negara termasuk AS mencoba melakukan penerobosan masalah Taiwan, perbuatan itu melanggar komitmen politik yang diberikan ketika menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok, mengabaikan keinginan bersama mayoritas anggota PBB yang disampaikan dalam resolusi nomor 2758, adalah merugikan asas tujuan dan prinsip Piagam PBB, juga sabotase terhadap perdamaian dan kestabilan di Selat Taiwan. 50 tahun yang lalu mereka gagal menghalangi prinsip Satu Tiongkok, maka diabad ke-21 sekarang ini lebih-lebih tak mungkin berhasil. Jika mereka bersikeras melakukannya, mereka pasti akan membayar dengan harga yang setimpal.