Sri Mulyani minta Pertamina kendalikan BBM subsidi, demi jaga APBN
1 view
Skip to first unread message
Chan CT
unread,
Aug 10, 2022, 8:07:13 PM8/10/22
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to GELORA45_In
Sri Mulyani minta Pertamina
kendalikan BBM subsidi, demi jaga APBN
Rabu, 10 Agustus 2022 20:30
WIB
Sri Mulyani mengisi
PKKMB UI 2022. ANTARA/HO-Humas UI/pri.
Tentu saya
berharap Pertamina untuk betul-betul mengendalikan volumenya, jadi supaya APBN
tidak terpukul
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan
(Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap PT Pertamina (Persero) mengendalikan
volume penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar postur Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga.
"Tentu saya
berharap Pertamina untuk betul-betul mengendalikan volumenya, jadi supaya APBN
tidak terpukul," ujar Menkeu Sri Mulyani di depan awak media di Kantor Kemenko
Perekonomian, Jakarta, Rabu.
Sri Mulyani mengatakan peningkatan volume
penyaluran BBM dapat menyebabkan alokasi subsidi dan kompensasi energi melebihi
dari pagu anggaran APBN yang sebesar Rp502 triliun pada tahun ini.
"Meskipun
APBN-nya bagus, surplus sampai Juli, tapi tagihannya nanti kalau volumenya tidak
terkendali akan semakin besar di semester dua," ujar Sri Mulyani.
Pertamina
mencatat penyaluran BBM jenis Pertalite hingga Juli 2022 sudah mencapai 16,8
juta kiloliter (kl). Dengan itu, kuota BBM bersubsidi hanya tersisa 6,2 juta kl
dari kuota yang ditetapkan sebesar 23 juta kl pada tahun ini.
Lalu Kementerian
ESDM telah mengestimasikan volume penyaluran bisa mencapai 28 juta kl pada tahun
ini.
Di
sisi lain Sri Mulyani mengatakan kenaikan harga minyak di tingkat dunia dan
kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dapat memberi tekanan
terhadap APBN.
"Ini berarti akan ada tambahan di atas Rp502
triliun yang sudah kita sampaikan, belum harga minyak yang dalam APBN kita
asumsikan 100 dolar AS per barel. Kemarin pernah sampai 120 dolar AS per barel,
jadi itu juga akan menambahkan," ujar Sri Mulyani.
Dengan itu
pihaknya sedang membahas masalah ini bersama dengan Pertamina, Kementerian BUMN
dan Kementerian ESDM. Pembahasan ini dalam upaya mencari langkah-langkah untuk
mengamankan rakyat, mengamankan ekonomi dan mengamankan APBN.
Sebelumnya
pemerintah telah merevisi subsidi dan kompensasi energi tahun ini menjadi
sebesar Rp502 triliun yang terdiri dari subsidi energi sebesar Rp208, 9 triliun,
kompensasi energi sebesar Rp234, 6 triliun dan kurang bayar kompensasi energi
tahun 2021 sebesar Rp108, 4 triliun.