Jakarta
- KPK akan menyelidiki dugaan keterlibatan Bupati Penajam Paser Utara (PPU)
Abdul Gafur Mas'ud terkait bagi-bagi kaveling di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
di Kalimantan Timur. Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe angkat bicara
terkait hal ini.
Dhony
Rahajoe menyebut pihaknya sedang fokus konsolidasi pembentukan organisasi. Meski
begitu, ia tak menjawab detil terkait dugaan adanya bagi-bagi kaveling
itu.
"Saat
ini kami sedang fokus konsolidasi pembentukan organisasi dan persiapan-persiapan
lainnya," kata Dhony kepada detikcom, Minggu (13/3/2022).
Diketahui,
KPK mengendus adanya dugaan bagi-bagi kaveling di IKN. Hal itu diutarakan Wakil
Ketua KPK Alexander Marwata.
Baca
juga:
Tol
Ngawi-Bojonegoro-Babat Bakal Dibangun, Titik Lokasinya Masih
Rahasia
"Sementara
terkait kaveling, saya nggak tahu apakah itu terkait dengan Bupati PPU itu juga
bagi-bagi kaveling. Tentu kalau ada info seperti itu, nanti akan didalami
penyidik, kepada siapa saja," kata Alex dalam konferensi persnya di gedung Merah
Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (11/3/2022).
Alex
menyebut informasi tersebut baru sekadar rumor dan perlu dicari tahu fakta
sebenarnya. Sementara itu, untuk bagi-bagi kaveling, dia menyebut KPK juga belum
mendapatkan info detailnya.
"Tapi
informasi itu saya baru tahu, baru rumor. Rumor itu harus dicari kebenarannya,
seperti itu," katanya.
"Kita
juga belum mendapat info terkait pengkavelingan tersebut. Saya sendiri juga
belum dapat info dari staf," ujarnya.
Saksikan
juga: Kisah Nurida, Dulu Pemulung, Kini Bangun 'Sekolah Pemulung' di Pinggir
Kuburan
(isa/isa)
Baca
artikel detiknews, "Otorita Respons Dugaan Bagi-bagi Kaveling di IKN yang
Diungkap KPK" selengkapnya