"Saya
tidak ada staf pribadi sebenarnya, tapi saya punya belasan staf. (Ada) Sakti,
Michael, Melva, dll. Kalau Sunny lebih banyak kasih advice politik karena dia
(dulu di) CSIS," ungkap Ahok setelah meresmikan pembangunan Jembatan Bundaran
Semanggi, Jumat (8/4/2016).
Ikut
Ahok dari 2010
Ahok
membantah Sunny bekerja dengan dirinya. Ahok mengatakan Sunny sudah ikut sejak
dia menjabat sebagai anggota DPR RI 2010.
Ahok
menyebut Sunny Tanuwidjaja sebagai mahasiswa magang yang tengah menjadikan
dirinya sebagai penelitian untuk disertasi doktoral di Universitas Illinois,
Amerika Serikat.
"Dia
ikutin saya sejak di DPR RI 2010. Kamu tanya dia sajalah. Bagi siapa pun yang
mau belajar, 3 bulan, 6 bulan, setahun bebas saja. Sunny sih hampir semua
(pengusaha) kenal ya, lingkungan ini kok," kata Ahok.
'Teman
Nongkrong'
Nama
Sunny Tanuwidjaja pernah ramai diperbincangkan publik pada 2016 saat dikaitkan
dengan kasus reklamasi. Sunny disebut merupakan perantara pengembang dengan Ahok
yang saat itu menjabat Gubernur DKI namun sudah dibantah.
Saat
bersaksi dalam kasus suap terkait raperda reklamasi di PN Tipikor Jakarta, Jl
Bungur Besar Raya pada Senin, 25 Juli 2016, Sunny mengaku bekerja sukarela
menjadi staf Ahok. Sunny juga mengaku tidak mendapatkan gaji dari uang
operasional Ahok.
"Kalau
saya tidak digaji Pak Gubernur, sementara staf lain digaji dari operasional Pak
Gubernur. (Saya) digajinya dari tempat saya yang satu lagi," ujar Sunny saat
itu.
Ahok,
yang juga hadir dalam sidang tersebut, mengaku lebih senang menyebut Sunny
sebagai teman nongkrong-nya.
"Lebih
cocok teman ngomong, teman nongkrong, karena nggak digaji," kata Ahok, yang
duduk bersebelahan dengan Sunny.
Dalam
rangkaian sidang kasus tersebut, bos PT Agung Sedayu Group, Sugiyanto Kusuma
atau Aguan, pernah mengaku sudah kenal lama dengan Sunny Tanuwidjaja. Saat
bersaksi di pengadilan, Aguan menyebut Sunny merupakan sosok tempat menyampaikan
masukan dan aspirasi.
"Kalau
ada aspirasi dan/atau masukan, saya sampaikan melalui Sunny," kata Aguan saat
ditanya jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Kemayoran,
Jakpus, Rabu (27/7/2016).
Jaksa
kemudian menanyakan masukan apa yang sering disampaikan ke Sunny. Menurut Aguan,
dia banyak memberikan masukan, namun sebagian ada yang ditolak. "Kita baru
masukin saja udah ditolak, tapi karena kita dekat dengan Gubernur, kita nggak
mau ambil tindakan hukum," imbuhnya.
Baca
juga:
Grace
Natalie: Sunny Eks Staf Ahok Sejak Awal Sudah Jadi Kader
PSI
Pernyataan
Aguan dalam sidang tersebut senada dengan Sunny. Dalam wawancara di Balai Kota
tempo lalu, Sunny mengakui punya hubungan dengan pengusaha dalam rangka tugas
mengatur pertemuan dengan Ahok.
"Kebanyakan
kalau pengusaha itu persepsinya, Pak Gubernur ini dekat dengan Presiden, bisa
memberi masukan ke Presiden. Mereka sempat ngobrol dengan Pak Gub (Gubernur),
harapannya bisa disampaikan ke Presiden," kata Sunny.
"Saya
ngatur pertemuan Pak Ahok dengan berbagai macam pengusaha, mau Pak Aguan, Pak
Trihatma, siapa pun," kata Sunny.
Halaman
selanjutnya, Sunny sempat menjabat di Dewan Pembina PSI.
Simak
juga 'Anies, Ganjar hingga Ridwan Kamil Masuk Bursa Capres PAN':
Sunny
Dewan Pembina PSI
Pada
Februari 2018, Sunny Tanuwidjaja terungkap aktif di Partai Solidaritas Indonesia
(PSI). Sunny tercatat menjadi petinggi PSI.
Jabatan
Sunny sebagai Sekretaris Dewan Pembina tertera di lembar susunan kepengurusan
PSI yang sempat beredar di media sosial. Grace Natalie, yang dulu menjabat Ketua
Umum PSI, mengatakan Sunny memang menjadi anggota sejak PSI berdiri pada
2014.
"Mantan
staf Ahok, Sunny, ini sudah bergabung dengan PSI dari awal, ketika PSI didirikan
pada 2014. Yang mengajak adalah Bro Toni (Sekjen PSI Raja Juli Antoni)," ujar
Grace di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis
(1/3/2018).
Bantu
Anies
Menjelang
Pilpres 2024, nama Sunny kembali diperbincangkan di media sosial setelah
dikaitkan dengan Anies Baswedan. Grace Natalie, yang kini menjabat Wakil Ketua
Dewan Pembina PSI mengatakan Sunny sudah melepas posisinya di partai karena
berbeda jalan politik.
"Sunny
mundur atas keinginannya sendiri, karena beliau menyadari akan memilih jalan
politik yang berbeda dengan PSI," kata Grace Natalie.
Grace
kemudian mengungkapkan beda PSI dan Sunny Tanuwidjaja di politik. Sunny disebut
jujur ingin membantu Anies Baswedan dan menyadari posisinya sulit jika
terus di PSI.
"Dia
secara jujur bicara ingin bantu Pak Anies," kata Grace.
"Ya
konsekuensi dari berbeda jalan politik itu, beliau mengajukan pengunduran diri
sebagai Sekwanbin. Beliau juga sadar posisinya sulit," imbuhnya.
Grace
tidak menjelaskan seperti apa konteks Sunny membantu Anies. Dia menduga ada
hubungannya terkait 2024 namun Grace menyebut hal ini sebaiknya ditanyakan
langsung kepada Sunny Tanuwidjaja.
detikcom
sudah menghubungi Sunny Tanuwidjaja perihal isu membantu Anies namun masih belum
ada respons. Sementara itu, pendukung Anies, M Taufik, menyatakan belum tahu
soal kabar merapatnya Sunny ke Anies.
(gbr/tor)
Baca
artikel detiknews, "Sosok Sunny Tanuwidjaja, Eks Staf Ahok yang Kini Disebut
Bantu Anies" selengkapnya