Tiongkok Sekali Lagi Mendesak AS Jelaskan Aktivitas Militer Biologis ; Nasib Assange Adalah Cermin “Kebebasan Ala AS”

1 view
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Apr 23, 2022, 9:01:36 PM4/23/22
to GELORA45_In

Tiongkok Sekali Lagi Mendesak AS Jelaskan Aktivitas Militer Biologis

 
 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam konferensi pers Jumat kemarin (22/04) menyatakan, sebagai salah satu negara anggota Konvensi Pelarangan Senjata Biologis, AS seharusnya memberi contoh di bidang memenuhi komitmen, bukan menjadi pengecualian. Tiongkok sekali lagi mendesak AS memberi penjelasan menyeluruh mengenai aktivitas militer biologisnya, dan menghentikan menentang dengan sendiri pembentukan mekanisme pemeriksaan multilateral.

Dikabarkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova belakangan ini mengatakan lagi bahwa tentara Rusia menemukan sejumlah dokumen dan mengenal rencana militer biologis yang dilaksanakan Departeman Pertahana AS di Ukraina. Rusia telah mengumumkan sejumlah fakta di PBB dan organisasi internasional lain, dan menuntut agar AS memberi penjelasan yang detail.

Zhao Lijian menunjukkan, sejauh ini AS belum memberi penjelasan yang meyakinkan mengenai aktivitas senjata biologisnya. Sikap AS sejauh ini tidak jelas bahkan saling bertentangan, ini lebih lanjut menambah kekhawatiran komunitas internasional.

Zhao Lijian mengatakan, tidak hanya itu saja, di satu bidang AS memperingati genap 50 penandatanganan Konvensi  Pelarangan Senjata Biologis atas nama negara terikat konvensi tersebut, dan membicarakan soal peningkatan mekanisme konvensi tersebut, tapi di bidang lain, dalam konferensi konvesni yang ditutup akhir-akhir ini, AS terus mengabaikan imbauan komunitas internasional, secara sendirian menentang pemulihan kembali perundingan mulatilateral untuk membentuk mekanisme pemeriksaan konvensi.

Zhao Lijian menunjukkan,   bagaimana sikap AS itu meyakinkan komunitas internasional, dan bagaimana dipulihkan keyakinan komunitas internasional terhadap AS untuk memenuhi komitmennya?

Nasib Assange Adalah Cermin “Kebebasan Ala AS”

Pengadilan Daerah London Inggris belakangan ini secara resmi mengesahkan ekstradisi pendiri situs web Wikileaks Julian Paul Assange  ke AS, hal ini mengundang kesangsian dan protes banyak pihak. Sejumlah pendukung Assange mengadakan unjuk rasa di luar pengadilan dan menganggap keputusan tersebut sangat absurd.

Pengacara Assange menunjukkan, Assange mungkin akan dijatuhkan hukuman penjara sepanjang 175 tahun. Editor Jenderal Wikileaks Kristinn Hrafnsson menunjukkan, keputusan AS dan Inggris ini sesama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada Assange.

Selama belasan tahun ini mengapa pemerintah AS selalu terus melacak Assange? Sebabnya ialah Assange mengunkapkan serangkaian skandal AS sehinggi AS kehilangan reputasinya. Pengalaman Assange menyadarkan publik bahwa di AS mana ada kebebasan yang disebutnya, soal kebebasan hanya adalah dalih dan alat untuk menyerang negara lain oleh politikus AS.

Baik Assange, Edward Snowden, maupun jurnalis ternama AS Peter Arnett yang dipecat karena berterus terang bahwa AS telah gagal dalam perang Irak,  nasib mereka justru seperti sebidang cermin  yang mengungkapkan kemunafikan dan kejelekan kebebasan ala AS, dan memperlihatkan wajah sebenar kebebasan sebagai alat mengupayakan hegemoni.

 

Pada Januari tahun ini, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pernah menulis sepucut surat kepada mantan Presiden AS Trump untuk memberi amnesti kepada Assange. Lopez mengatakan, dirinya  mengirim surat tapi tidak mendapat tanggapannya. Dengan standar ganda ala AS yang terkenal di dunia, ini adalah surat yang pasti tidak akan dibalas.



 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages