RCEP Adalah Kemenangan Besar Multilateralisme dan Perdagangan Bebas ; Genap 30 Tahun Penggalangan Hubungan Diplomatik Tiongkok- Kyrgyzstan

1 view
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Jan 5, 2022, 7:31:15 PM1/5/22
to GELORA45_In

Kemenlu Tiongkok: Pemberlakuan RCEP Adalah Kemenangan Besar Multilateralisme dan Perdagangan Bebas

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Selasa kemarin (4/1) mengatakan bahwa  pemberlakuan resmi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) adalah kemenangan besar multilateralisme dan perdagangan bebas.

Tanggal 1 Januari tahun 2022, RCEP secara resmi diberlakukan di 10 negara termasuk Tiongkok, hal ini menandai terbentuknya zona perdagangan bebas dengan populasi terbanyak, skala ekonomi dan perdagangan terbesar serta paling memiliki potensi berkembang.

Wang Wenbin menyatakan bahwa jumlah populasi, total volume ekonomi dan perdagangan 15 negara anggota RCEP menduduki sekitar 30% dari volume total PDB global, merupakan zona perdagangan bebas terbesar di dunia. Seiring dengan pemberlakuan resmi RCEP, proporsi produk tarif nol antara Tiongkok dengan ASEAN, Australia dan Selandia Baru telah meningkat secara signifikan, serta menuju ke target 90% perdagangan barang yang pada akhirnya akan mencapai tarif nol. Hal ini akan melepaskan potensi besar pertumbuhan perdagangan regional, dan menjadi langkah penting untuk mendorong perdagangan global, liberalisasi dan fasilitasi investasi.

Wang Wenbin menunjukkan bahwa mewujudkan pemulihan ekonomi dan perkembangan kemakmuran harus mengandalkan multilateralisme, memperluas keterbukaan dan menikmati bersama hasil inovasi, jika nekat melakukan prioritas diri, monopoli dominan dan eksklusivitas tertutup akan mendapat hasil yang berlawan dengan yang diharapkan.

Wang Wenbin mengatakan, pada masa pasca wabah, keterbukaan dan pengintegrasian adalah trend utama, multilateralisme dan memperluas keterbukaan adalah jalur tepat. Harus menghancurkan tembok bukanlah membentuk tembok, harus terbuka bukanlah isolasi, harus bergabung bukanlah memisah. Ini merupakan suara bersama yang dikeluarkan semua anggota negara RCEP untuk menyelesaikan masalah tata kelola ekonomi global.


 

Xi Jinping dan Sadyr Japarov Saling Ucapkan Selamat atas

Genap 30 Tahun Penggalangan Hubungan Diplomatik Tiongkok- Kyrgyzstan

Pada tanggal 5 Januari hari ini, Presiden Xi Jinping dan Presiden Kyrgyzstan  Sadyr Japarov saling menyampaikan ucapan selamat dalam rangka memperingati genap 30 tahun penggalangan hubungan diplomatik kedua negara.

Xi Jinping menunjukkan, selama 30 tahun penggalangan hubungan diplomatik, Tiongkok dan Kyrgyzstan selalu berpegang teguh pada prinsip saling menghormati, sama derajat dan saling menguntungkan, serta bekerja sama dan menang bersama, mendorong hubungan antara kedua negara mencapai perkembangan yang besar, mencapai level baru hubungan kemitraan strategis komprehensif, serta memberikan teladan kepada komunitas internasional dalam membangun hubungan internasional tipe baru. Perkembangan hubungan antara kedua negara tidak hanya menyejahterakan kedua negara dan kedua rakyat, tapi juga memberikan kontribusi untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di Asia Tengah.

Xi Jinping menyatakan dirinya sangat mementingkan hubungan Tiongkok- Kyrgyzstan, bersedia bersama dengan Presiden Japarov memelihara kontak erat, dan menjadikan peringatan 30 tahun penggalangan hubungan diplomatik kedua negara sebagai titik tolak yang baru, berusaha meningkatkan kepercayaan strategis kedua negara, memperkuat kerja sama “Sabuk dan Jalan”, serta mendorong hubungan kemitraan strategis dan komprehensif Tiongkok- Kyrgyzstan ke tahap yang baru.

Japarov menekankan, sejak hubungan diplomatik dijalin pada 30 tahun yang lalu, Kyrgyzstan dan Tiongkok telah sukses membangun hubungan kemitraan strategis komprehensif, kerja sama kedua negara di berbagai bidang mencapai hasil yang dapat disaksikan oleh seluruh dunia. Pemerintah Tiongkok telah memberikan dukungan penting kepada Kyrgyzstan untuk melawan pandemi COVID-19 dan dampaknya. Japarov berterima kasih kepada Xi Jinping yang secara pribadi memperhatikan perkembangan hubungan kemitraan strategis komprehensif Kyrgyzstan-Tiongkok, dan menyatakan bahwa Kyrgyzstan bersedia bersama dengan Tiongkok mengembangkan lebih lanjut hubungan antara kedua negara, dengan sekuat tenaga memperkukuh dan memperluas kerja sama bilateral.


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages