Jakarta
- Waketum PKB Jazilul Fawaid mengatakan PKB yang sah berada di bawah pimpinan
Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Kader Gus Dur, Imron Rosyadi Hamid, mengungkit
cara Cak Imin mengambil PKB tanpa izin Gus Dur.
Pengambilalihan
itu, kata Imron, melalui Muktamar Luar Biasa (MLB) yang dilakukan PKB kubu Cak
Imin pada 2-4 Mei 2008. Dia menyebut MLB kubu Cak Imin itu dilakukan tanpa izin
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Dewan Syuro PKB.
"Inilah
cara politik yang digunakan Cak Imin mengambil PKB yang seharusnya di bawah
kuasa Ketua Umum Dewan Syuro KH Abdurrahman Wahid. MLB berdasarkan AD/ART harus
seizin Ketua Umum Dewan Syuro," kata Imron saat dihubungi, Kamis
(23/6/2022).
Baca
juga:
PKB
Berang Yenny Wahid Sebut Cak Imin Ambil Partai Punya Orang
Lain
Pada
tahun 2008 itu, PKB kubu Gus Dur juga menggelar MLB di Parung Bogor. Sedangkan
kubu Cak Imin melakukan MLB di Hotel Mercure Ancol.
Cak
Imin terpilih dalam MLB Ancol sebagai Ketum PKB dan Menkumham mengesahkan hasil
MLB itu. Legalitas PKB Cak Imin pun diperkuat oleh putusan pengadilan. Imron pun
menyoroti putusan pengadilan itu.
"Inilah
upaya hukum yang dilakukan Muhaimin Iskandar untuk mengambil Kepemimpinan PKB
yang seharusnya di bawah kuasa tertinggi di Ketua Umum Dewan Syuro KH
Abdurrahman Wahid. Muhaimin menggugat Gus Dur dan Mbak Yenny," kata Imron sambil
melampirkan putusan pengadilan mengenai gugatan Cak Imin tahun 2008
itu.
"Fakta
politik dan hukumnya seperti itu, silakan publik menilai," imbuhnya.
Baca
juga:
Yenny
Wahid Sentil 'Rebut Partai Orang', Cak Imin: Biar Aja
Cak
Imin dan Yenny Wahid Memanas
Perseteruan
Cak Imin dan Yenny Wahid kembali terjadi. Perselisihan keduanya berawal dari
pernyataan Yenny Wahid yang ditujukan langsung untuk Cak Imin terkait capres
2024.
Dilansir
dari detikJabar, Kamis (22/6), hal itu diungkapkan Yenny Wahid saat ditanya
sejumlah wartawan seusai menjadi pembicara dalam acara stadium general bertajuk
'Antisipasi Gerakan Radikalisme dan Intoleran dalam Kehidupan Berbangsa dan
Bernegara' di kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang.
"Kita
mengimbau politisi yang surveinya tidak terlalu ngangkat jangan terlalu ngotot
(maju Pilpres). Yang paling utama, Ketua Umum PKB itu tidak boleh kemudian
mengambil posisi berseberangan dengan NU, kasihan umat di bawah," kata
Yenny.
Baca
juga:
Sentilan
Terbaru Cak Imin Usai Yenny Wahid Bilang 'Jangan Baper'
Cak
Imin lalu membalas pernyataan bernada sindiran dari Yenny. Cak Imin lalu
mengungkit kegagalan Yenny Wahid membangun partai.
"Yenny
itu bukan PKB, bikin partai sendiri saja gagal lolos, beberapa kali pemilu
nyerang PKB nggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut
ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu," kata Cak Imin. Cuitan Cak Imin
sudah disesuaikan.
Baca
juga:
Cerita
Sengketa PKB Cak Imin Vs PKB Gus Dur yang Disinggung Yenny
Wahid
Yenny
Wahid pun membalas cuitan Cak Imin itu. Yenny kemudian menyinggung Cak Imin
'mengambil partai orang lain'.
"Hahaha
inggih Cak. Tapi ndak usah baper to, Cak. Dan memang benar, saya bukan PKB Cak
Imin. Saya kan PKB Gus Dur," tulis Yenny Wahid dalam akun Twitter pribadinya
@yennywahid, seperti dilihat detikcom, Kamis (23/6).
"Cak
Imin juga belum tentu lho bisa bikin partai sendiri.. kan bisanya mengambil
partai punya orang lain. Peace, Cak," katanya.
Baca
juga:
Cak
Imin Vs Yenny Wahid (Lagi)
Kemudian,
PKB membela Cak Imin. Waketum PKB Jazilul Fawaid menegaskan PKB yang sah adalah
di bawah pimpinan Cak Imin.
"Saya
tegaskan, secara legal formal PKB yang sah itu di bawah kepemimpinan Gus
Muhaimin, tidak ada yang lain dan sebutan yang lain," kata Jazilul kepada
wartawan, Kamis (23/6).
"Semua
sudah clear, hanya ada satu PKB yang sah di bawah kepemimpinan Gus Muhaimin,"
ujarnya.
(lir/tor)
Baca
artikel detiknews, "Cak Imin vs Yenny Wahid, Kader Gus Dur Ungkit Luka Lama
Sengketa PKB" selengkapnya