
Saihanba, artinya puncak gunung yang indah, terletak di ujung utara Propinsi Hebei, sisi selatan padang pasir Hunshandake Dataran Tinggi Mongolia Dalam, dan di sana ada hutan buatan yang terbesar di dunia. Pada tanggal 23 Agustus, Presiden Xi Jinping melakukan inspeksi ke hutan mekanis Saihanba. Marilah mengikuti jejak Presiden Xi untuk mengetahui keajaiban dan ilham Saihanba.

Saihanba kini dijuluki sebagai sumber sungai, kampung awan, dunia bunga dan lautan hutan serta surga burung.
Namun setengah abad lebih yang lalu, di sini hanya ada gurun pasar dan tiada pohon yang dihinggap burung. Pada 1962, untuk mencegah serangan pasir terhadap Beijing, Kementerian Kehutanan Tiongkok mendirikan perusahaan hutan mekanis Saihanba. 369 orang yang usianya rata-rata belum sampai 24 tahun berkumpul di Saihanba dari 18 propinsi dan memulai pekerjaan penghutanan kembali di padang pasir dalam cuaca dingin.


Betapa sulitnya menghutankan kembali gurun pasir? Gunung gundul, badai pasir sepanjang tahun, suhu dingin minus 40 derajat selsius, dan tingkat kelangsungan hidup hutan buatan semulanya belum sampai 8%. Pada saat krusial ini, empat pemimpin perusahaan memindahkan rumah mereka ke Saibanba dari Beijing dan Chengde, untuk menyampaikan ketetapan hati tidak mundur diri jika tidak menghijaukan Saihanba.

Kini, areal hutan Saihanba bertambah sampai 70 ribu lebih hektar dari 16 ribu hektar, tingkat lingkupan hutan ditingkatkan sampai 82% dari 11,4%, sumber air yang disimpan dan air tawar yang diproses setiap tahun tercatat 284 juta meter kubik.
Kepala perusahaan hutan yang pertama Wang Shanghai bekerja di Saihanba selama 13 tahun, selama masa jabatannya perusahaan menyelesaikan penanaman pohon seluas 36 ribu hektar. Setelah dia meninggal dunia karena sakit, abu jenazahnya ditaburkan di Matikeng. Hutan Larch di mana dia dimakam disebut sebagai Hutan Peringatan Wang Shanghai.
Pada 2017, Presiden Xi Jinping memberikan instruksi yang penting mengenai kisah terharu para pembangun perusahaan hutan Saihanba dan memuji cerita mereka sangat menyentuh hati, itu merupakan semangat Saihanba yang selalu ingat pada misinya, berjuang keras dan mengupayakan pembangunan hijau.

Dalam instruksi penting ini, Presiden Xi memuji pula para pembangun Saihanba adalah contoh hidup dalam mendorong pembangunan peradaban ekologis. Presiden Xi pernah menunjukkan, Tiongkok adalah kontributor hutan buatan yang terbesar di dunia, terus membangun hutan buatan dalam lingkupan yang begitu besar, baru dapat diselesaikan dengan sistem sosialis Tiongkok.
Saihanba berhasil menghijaukan padang pasir, juga berhasil menuju arena dunia. Dalam Konferensi Lingkungan PBB ketiga yang digelar pada Desember 2017, perusahaan hutan Saihanba diberikah penghargaan “pembela bumi”, hadiah tertinggi penghargaan lingkungan PBB.
Air jerniah dan gunung hijau adalah gunung emas. Dalam Sidang Penganugerahan Penghargaan dalam Pengentasan Kemiskinan seluruh negeri, perusahaan hutan Saihanba yang membantu rakyat setempat dan sekitarnya terlepas dari kemiskinan memperoleh gelar Teladan Pengentasan Kemiskinan Seluruh Negeri.
Di latar belakang penurunan pada pokoknya sumber daya hutan global, Tiongkok mewujudkan peningkatan ganda berturut-turut areal hutan dan volume cadangan hutan, memberikan jawaban unggul, yaitu nomor satu areal hutan buatan di dunia, dan seperempat areal penghijauan baru global berasal dari Tingkok.
Pada Desember tahun lalu, Presiden Xi di depan KTT Ambisi Iklim mengumumkan, sampai 2030, volume cadangan hutan Tiongkok akan bertambah 6 miliar meter kubik dibandingkan dengan 2005. Tiongkok memberi komitmen unutuk mencapai puncak karbon dan netralitas karbon.
Pembangunan ekologis makmur maka peradabannya turut makmur. Tiongkok indah permai di mana ada gunung hijau, air jernih mengalir dan udara segar pasti akan menjadi realitas dengan mengandalkan perjuangan terus.