Anggota layanan pasukan pro Rusia berjalan di sepanjang jalan
di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Selasa (17/5/2022).
RUTERS/Alexander Ermochenko/aww/sad (REUTERS/ALEXANDER
ERMOCHENKO)
Garnisun
'Mariupol' sudah menyelesaikan misi tempurnya,
Kiev/Novoazovsk,
Ukraina (ANTARA) - Lebih dari 250 tentara Ukraina menyerah kepada pasukan Rusia
di pabrik baja Azovstal di Mariupol, Ukraina.
Pemerintah di
ibu kota Ukraina, Kiev, mengatakan telah memerintahkan seluruh garnisun agar
meninggalkan kota tersebut.
Dengan demikian, pertempuran itu --yang paling
berdarah di Eropa dalam beberapa dasawarsa-- sudah berakhir.
Reuters
sepanjang malam menyaksikan sejumlah bus bergerak meninggalkan pabrik baja
tersebut dan lima di antaranya tiba di Novoazovsk, kota yang dikuasai Rusia.
Moskow mengatakan pihaknya akan memberikan perawatan
bagi para tentara terluka yang tiba di kota tersebut.
Kremlin,
kantor presiden Rusia, mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah secara
pribadi menyatakan jaminan bahwa para tentara yang menyerah itu akan
diperlakukan sesuai dengan standar internasional.
"Garnisun
'Mariupol' sudah menyelesaikan misi tempurnya," kata Staf Umum Angkatan
Bersenjata Ukraina melalui pernyataan.
"Komando militer tertinggi sudah memerintahkan
para komandan unit-unit yang ditempatkan di Azovstal untuk menyelamatkan nyawa
para personel... Para pejuang Mariupol adalah pahlawan kita saat ini."
Video
kementerian pertahanan Rusia memperlihatkan para tentara Ukraina sedang bergerak
meninggalkan pabrik baja itu pada siang hari.
Beberapa di
antara mereka diangkut dengan tandu dan yang lainnya bergerak sambil mengangkat
kedua tangan untuk digeledah oleh pasukan Rusia.
Rusia
mengatakan sedikitnya 256 petempur Ukraina sudah "meletakkan senjata dan
menyerah", termasuk 51 orang yang mengalami luka parah.
Sementara itu
menurut Ukraina, 264 prajurit --termasuk 53 yang cedera, sudah meninggalkan
pabrik baja Azovstal dan upaya sedang dilaksanakan untuk mengeluarkan tentara
yang masih tersisa dari lokasi itu.
Penyerahan diri itu tampaknya menandai akhir
pertempuran di Mariupol. Ukraina meyakini bahwa puluhan ribu orang tewas dalam
bombardemen dan pengepungan yang berbulan-bulan dilancarkan Rusia.
Kota itu kini
porak poranda. Jatuhnya kendali Mariupol merupakan kemenangan terbesar Rusia
dalam perang tersebut.
Kemenangan atas Mariupol membuat Moskow sekarang
memiliki kendali penuh di pesisir Laut Azov dan wilayah yang membentang di
Ukraina timur dan selatan --seluas Yunani.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk
mengatakan Kiev akan mengatur pertukaran tawanan bagi para tentara Ukraina yang
terluka begitu kondisi mereka sudah stabil.