XINHUA:
Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah pada hari Selasa kemarin
(12/7) mengadakan pertemuan dengan Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar
Negeri Tiongkok Wang Yi yang datang berkunjung ke Kuala Lumpur.
Abdullah menitipkan salam tulusnya untuk Presiden Xi Jinping, dan menyatakan bahwa hubungan Malaysia dan Tiongkok sangat kuat, Tiongkok tidak hanya merupakan mitra dagang terbesar bagi Malaysia tapi juga mitra strategis yang penting bagi Malaysia. Kedua pihak bergandengan tangan melawan pandemi dan mencapai hasil yang signifikan, pembangunan proyek ‘Dua Negara Dua Taman Industri’ telah mencapai kemajuan besar, dan telah memainkan peranan penting bagi perkembangan ekonomi Malaysia.
Pihak Malaysia berharap dapat memelihara kunjungan tingkat tinggi dengan Tiongkok, meningkatkan sinergi antar berbagai badan dan daerah kedua negara, serta mempercepat pendorongan kerja sama pragmatis. Malaysia menyambut lebih banyak investasi dari Tiongkok, dan bersedia bersama membangun proyek utama ‘Sabuk dan Jalan’, membangun teladan interkonektivitas.
Wang Yi menyampaikan salam hangat Presiden Xi Jinping untuk Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah, menyatakan bahwa Tiongkok dan Malaysia adalah negara bertetangga yang baik, dan juga saudara selama ribuan tahun. Tiongkok sudah 13 tahun beruntun menjadi mitra perdagangan terbesar bagi Malaysia, kerja sama menyeluruh kedua negara mencapai hasil bernas, telah mendorong pembangunan dan revitalisasi masing-masing serta mendatangkan kesejahteraan besar bagi rakyat kedua negara.
Tiongkok bersedia memperdalam sinergi strategi pembangunan dengan Malaysia, bersama membangun ‘Sabuk dan Jalan’ yang bermutu tinggi, memperbesar dan memperkuat proyek utama kedua negara, membangun zona uji coba kerja sama kapasitas produksi dan zona uji coba pembangunan inovasi kedua negara, serta mendorong Malaysia sepenuhnya mengembangkan keunggulan sumber daya dan geografisnya , meningkatkan taraf industrialisasinya.
Wang Yi mengatakan, “Abad 21 adalah era kebangkitan bersama negara berkembang dan ekonomi emerging market, juga akan menjadi era peradaban Asia yang kembali cemerlang. Tiongkok bersedia bersama Malaysia bersolidaritas dan berkoordinasi, menjunjung regionalisme yang terbuka, menjaga situasi pembangunan yang damai dan stabil yang telah diperjuangkan, serta bersama-sama berkontribusi yang lebih besar demi perkembangan dan kemajuan umat manusia.
Pada hari yang sama, Wang Yi secara terpisah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Ismail, Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin, dan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin.
CRCC Tiongkok yang bertanggung jawab dalam pengoperasian kereta api ringan atau LRT di Makkah, Arab Saudi telah dengan sukses menyelesaikan layanan transportasi jemaah haji tahun ini pada tanggal 12 Juli lalu.
Menurut kalender Hijriah, pemberangkatan jemaah haji tahun ini berlangsung dari tanggal 7-11 Juli. Manejer proyek pengoperasian kereta api ringan Makkah dari CRCC Zhang Long mengatakan bahwa terdampak oleh wabah virus Corona, LRT Makkah sempat menghentikan layanan selama dua tahun lalu. Pengoperasian tahun ini dilaksanakan dari tanggal 6-12 Juli, total waktu pengoperasian mencapai 158 jam, dengan jumlah pemberangkatan sebanyak 2.228 kereta, mengangkut 1,29 juta penumpang.
Panjang LRT Makkah adalah 18,25 kilometer, terdapat 9 stasiun, pulang balik dari 3 area haji, dan berkapasitas desain mencapai 72.000 penumpang satu arah per jam. LRT Makkah dibangun oleh CRCC, dan dioperasikan pada tanggal 13 November 2010, merupakan jalur kereta api ringan pertama yang dibangun oleh perusahaan Tiongkok di kawasan Timur Tengah, juga merupakan jalur LRT pertama di Arab Saudi.