Hebat bin ajaib sekalipun pandemi orang Indonesia masuk kategori berpendapatan menengah ke atas. Penduduk NKri di 10 provinsi termiskin selama 70 tahun merdeka. Lihat : https://lingkarmadura.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-1892961824/10-provinsi-termiskin-di-indonesia-menurut-data-badan-pusat-statistik-bps Apakah Mereka yang termiskin harus turut gembira ria karena mereka termasuk kategori berpendapatan menengah keatas sesuai BPS? 10 provinsi termiskin adalah : Papua. Papua Barat, NTT, Maluku, Gorontalo, Aceh, Bengkulu, NTB, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan. Apakah provinsi-provinsi termiskin bisa mengejar apa yang dicapai oleh mereka yang telah maju? Ataukah mereka yang miskin melarat ini sampai dunia kiamat akan hanya mengejar horison?
https://ameks.id/orang-indonesia-kini-masuk-kategori-berpendapatan-menengah-keatas/
·
· By redaksiadmin
· Februari 16, 2022
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Jakarta, ameksOnline.— Indonesia kembali masuk ke kategori negara berpendapatan menengah keatas. Ini didasarkan pada data BPS yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 mencapai 3,7 persen year on year.
Hal ini disampaikan Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kata Airlangga,
jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga tercatat telah melampaui
capaian sebelum pandemi Covid-19. PDB per kapita di Indonesia pada 2021 naik
setara 4.349 dolar AS atau sekitar Rp 62,2 juta per tahun. Padahal, PDB pada
2019 hanya di angka Rp 59,3 juta per kapita per tahun.
“Artinya kita sudah kembali kepada upper middle income country. Pencapaian tersebut tentu merupakan fondasi yang penting untuk pemulihan ekonomi,” tutur Airlangga, Rabu (16/2/2022).
Menko Perekonomian menambahkan, perlu reformasi struktural agar Indonesia mampu keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap.
Baca:: Airlangga Geser Prabowo, Publik Nilai Golkar Partai Nasionalis Religius
Menurutnya, secara spasial, Pulau Jawa sebagai basis industri dan salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi berhasil tumbuh positif sebesar 3,66 persen yoy. Sementara, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai wilayah Maluku dan Papua sebesar 10,09 persen yoy.
Hal ini sejalan dengan tingginya pertumbuhan sektor pertambangan di kedua daerah itu serta imbas dari kenaikan harga komoditas sepanjang 2021.
Selain itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga berhasil tumbuh positif sebesar 0,07 persen. Walaupun sangat bergantung terhadap sektor pariwisatanya yang mengalami penurunan kinerja sejak terjadi pandemi Covid-19.
Airlangga menjelaskan, bangkitnya kepercayaan masyarakat mengonsumsi barang ataupun jasa, telah mendorong pemulihan permintaan domestik serta menyebabkan peningkatan produksi sebagai respons dari dunia usaha.
Sepanjang 2021, PMTB (investasi) yang tumbuh sebesar 3,80 persen telah menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran. Sedangkan industri pengolahan yang menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, berhasil tumbuh sebesar 3,39 persen yoy.
Menurutnya, perbaikan ekonomi Indonesia telah terlihat dari pertumbuhan positif sejak kuartal II hingga kuartal IV 2021, meski sedikit mengalami koreksi pada kuartal III karena kemunculan varian Delta.
“Setelah terkendalinya varian delta dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, ekonomi Indonesia berhasil melanjutkan pertumbuhan positif pada kuartal IV 2021 sebesar 5,02 persen yoy,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan, seluruh komponen kembali bertumbuh positif. Perdagangan internasional pun terus mencatatkan kinerja impresif, ditopang pemulihan permintaan global dan meningkatnya harga komoditas.
Pada kuartal IV 2021, kinerja ekspor meningkat sebesar 29,83 persen yoy, sementara impor tumbuh sebesar 29,60 persen yoy.
Baca:: Ada Yang Aneh Dengan Kematian Anisa, Puluhan Mahasiswa SBT Demo Polda
Apabila dilihat dari sisi produksi, lima sektor kontributor utama yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, kembali melanjutkan pertumbuhan positif dan mampu menopang ekonomi Indonesia.
Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan, serta akomodasi dan makanan-minuman, yang sempat terkontraksi pada kuartal III 2021 telah berhasil rebound dengan pertumbuhan positif pada kuartal IV 2021.
Dalam bidang kesehatan, penguatan strategi pengendalian pandemi Covid-19 juga terus dilakukan. Akselerasi vaksinasi melalui pemberian dosis vaksin ketiga (booster) terus ditingkatkan, sehingga akan menambah kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi pada tahun ini.
Ketua Umum Partai Golkar ini juga menegaskan, untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19, pemerintah menganggarkan dana PEN sekitar Rp 455,62 triliun. Dana sebesar ini akan difokuskan pada tiga klaster. Antara lain, kesehatan sebesar Rp 122,5 triliun, perlindungan masyarakat Rp 154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp 178,3 triliun.(yan)