Letak geografis Indoneisia antara dua samudera , jalur pelajaran dan perniagaan antara Timur Jauh , Afrika dan Eropa begitu pun bisa langsung ke benua Amerika, tetapi aneh bin ajaib Indonesia tidak mempunyai jendela apalagi pintu untuk mrnrngok dsn keluar ke dunia demikian pendapat yang maha berkuasa. Jangan dilupakan bahwa dikatakan NKRI telah merdeka 77 tahun, karena tidak mempunya jendela dan pintu maka oleh sebab itu dibutuhkan Uni Emirat Arab (UEA) ”menjadi jendela traansaksi dari barang-barang kta ke luarnegeri”, demikian keteranganya . Kepada yang dulunya tidak ingat dan sekarang lupa, bisa dikabarkan bahwa UEA itu letaknya di teluk Persia, jauh di mata, di padang pasir . Amin
Ini yang Dibahas Jokowi dengan Pengusaha Uni Emirat Arab (beritasatu.com)
Ini yang Dibahas Jokowi dengan Pengusaha Uni Emirat Arab
Jumat, 1 Juli 2022 | 18:42 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD4
Joko Widodo. (Foto: Istimewa)
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan terdapat 4 poin yang didiskusikan Presiden Jokowi dengan para pengusaha Uni Emirat Arab (UEA). Pembahasan tersebut dilakukan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Abu Dhabi, UEA. Jokowi berdialog dengan sejumlah investor dan pengusaha di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, UEA, Jumat (1/7/2022).
Poin pertama, kata Erick, terkait logistik udara. Di era sekarang yang penuh ketidakpastian dalam hal logistik dan rantai pasok, Indonesia dan PEA bisa menjadi mitra yang saling menguntungkan.
"Indonesia dan UEA ini bisa menjadi partner yang saling menguntungkan. Di mana Indonesia sebagai pusat dari supply chains karena Indonesia kaya dengan sumber daya alam seperti energi, pangan, dan lain-lain, secara bersamaan UAE ini bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksional dari barang-barang kita ke luar negeri,” kata Erick Thohir.
Hal ini, lanjut Erick, akan menjadi bagian pembukaan lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia, juga memaksimalkan kerja sama ekonomi antar kedua negara. Menjadi
BACA JUGA : Diplomasi Presiden Jokowi Diharapkan Hasilkan Gencatan Senjata
Kedua, mengenai ibu kota Nusantara (IKN), Erick menjelaskan bahwa Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduknya yang pesat memang perlu membuat ibu kota baru. Erick memandang bahwa pemerintah perlu menyiapkan kota masa depan untuk penduduk yang saat ini mayoritas berusia muda.
"Tidak mungkin 50 juta usia muda Indonesia itu harus masuk ke kota-kota yang sudah tua. Tentu dengan sistem dari teknologi terbarukan tentu kita harus menyiapkan kota masa depan,” ujar Erick Thohir.
UAE sendiri, kata Erick, sangat optimistis melihat ini sesuatu yang baik karena melihat percontohan kota-kota besar di dunia yang sekarang menjadi juga pusat pertumbuhan ekonomi masing-masing negaranya.
BACA JUGA :Jokowi Kenang Tjahjo Kumolo Sebagai Nasionalis Sejati
Ketiga, pertemuan juga membahas soal pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru atau blue economy. Menurut Erick, Presiden Jokowi ingin agar pembangunan ekonomi biru tersebut dapat turut menjaga alam Indonesia, tidak sekadar mengeksploitasinya.
"Kita mempunyai Raja Ampat, mempunyai juga ada yang namanya Komodo yang sangat dilindungi. Nah ini sekarang kita coba melihat bagaimana membangun peta biru secara menyeluruh, wisata laut kita yang friendlyatau sangat bersahabat dengan alam dan juga dengan industri cruise atau wisata dengan kedekatan kepada kekeluargaan. Jadi bukan sekadar entertainment dan tourism,” terang Erick Thohir.
Keempat, Erick mengungkapkan dalam pertemuan juga dibahas mengenai perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara. Hal itu dilakukan agar Indonesia bisa lebih kompetitif dan bisa terus menjaring investasi.
BACA JUGA : Moeldoko Ajak Presiden Joko Widodo Panen Sorgum di NTT
"Supaya kita bisa lebih kompetitif dan terus menjaring investasi sebagai pertumbuhan lapangan kerja dan tentu ekonomi Indonesia yang hari ini sangat tumbuh baik dan semua negara mengapresiasi itu," jelas Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir yang turut serta dalam pertemuan mengatakan para investor dan pengusaha PEA optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek kedua negara.
"Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi di mana mereka sangat optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara dua negara, yaitu UAE, Abu Dhabi, dengan tentunya Indonesia," ungkap Erick Thohir.