Di Indonesia ada pohon nyiur diberbagai pelosok negeri.. Hal ini membuat adanya lagu berjudul ”Rayuan Pulau Kelapa” . Disamping nyiur ada pula kelapa sawit. Mungkin belum ada lagu tentang kelapa sawit. Dari buah nyiur dan sawit dibuat minyak goreng tetapi sekalipun demikian sekallipun NKRI nomor wahid produsen minyak sawit di dunia tetapi rakay kesulitan minyak goreng. Apakah tidak aneh bin ajaib? Diantara ibu-ibu yang antre berjam-jam untuk membeli minyak goreng ada yang meninggal dunia. Mengapa harus demikian? Jokowi dengan bangga bilang kita bisa bikin minyak itu ini untuk kendaraan dan sebabaginya tetapi minyak goreng saja tidak mampu memenuhi kebutuhan rakyat. Bukan saja minyak goreng tetapi juga beras, bawang putih, garam, cabe, etc sering terjadi kesulitan bagi rakyat untuk membelinya, karena entah bagaimana bahan-bahan ini hilang dari pasar?. Mungkin itu yang disebut Jokowi sebagai ekonomi maju-maju. Hehehehe maju ke mana?
Dipicu Harga Minyak Goreng, Inflasi April 0,95% - Sinar Harapan
Dipicu Harga Minyak Goreng, Inflasi April 0,95%
Banjar Chaeruddin
- Senin, 9 Mei 2022 | 20:09 WIB
SINARHARAPAN--Kepala
Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan komoditas minyak goreng merupakan pemicu
terjadinya inflasi pada April 2022 yang mencapai 0,95 persen
(mtm) karena memiliki andil hingga 0,19 persen.
“Kalau dilihat dari komoditasnya yang memiliki andil terbesar di antaranya
adalah minyak goreng dengan
andil 0,19 persen, daging ayam ras 0,09 persen dan ikan segar 0,04 persen,”
kata Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Selain minyak goreng,
komoditas daging ayam dan ikan segar juga mendorong terjadinya inflasi pada April dengan andil
masing-masing 0,09 persen dan 0,04 persen.
Komoditas minyak goreng,
daging ayam ras, dan ikan segar, tersebut masuk dalam kelompok pengeluaran
makanan, minuman dan tembakau.
Kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau merupakan salah satu dari
dua kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi April yakni mencapai 0,46 persen.
“Komponen pengeluaran makanan, minuman dan tembakau memberikan andil
terhadap inflasi April
sebesar 0,46 persen atau terjadi inflasi 1,76 persen,” jelas Margo.
Selain kelompok pengeluaran tersebut, inflasi April sebesar 0,95 persen (mtm)
yang tertinggi sejak Januari 2017 ini turut dipicu oleh kelompok pengeluaran
transportasi dengan andil mencapai 0,29 persen.
Kelompok pengeluaran transportasi sendiri mengalami inflasi sebesar 2,42 persen pada April 2022 karena adanya kenaikan harga
bensin khususnya Pertamax.
Pemerintah menetapkan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp12.500 pada 1 April
2033 lalu sehingga kebijakan ini mempunyai andil terhadap inflasi sebesar 0,16 persen.
Terakhir, tarif angkutan udara pun turut memberikan andil sebesar 0,08 persen
terhadap inflasi terutama
karena adanya kenaikan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan terkait
harga bahan bakar avtur.
Editor: Banjar Chaeruddin
Sumber: BPS