Dipicu Harga Minyak Goreng, Inflasi April 0,95%

1 view
Skip to first unread message

Sunny ambon

unread,
May 11, 2022, 3:46:26 PM5/11/22
to

Di Indonesia ada pohon nyiur diberbagai pelosok negeri.. Hal ini membuat adanya lagu  berjudul  ”Rayuan Pulau Kelapa” . Disamping nyiur ada pula kelapa sawit. Mungkin belum ada lagu tentang kelapa sawit. Dari buah nyiur dan sawit dibuat minyak goreng tetapi sekalipun demikian sekallipun NKRI nomor wahid  produsen minyak sawit di dunia tetapi rakay kesulitan minyak goreng. Apakah tidak aneh bin ajaib? Diantara ibu-ibu yang antre berjam-jam untuk membeli minyak goreng  ada yang meninggal dunia. Mengapa harus demikian? Jokowi dengan bangga bilang kita bisa bikin minyak itu ini untuk kendaraan dan sebabaginya tetapi minyak goreng saja tidak mampu memenuhi kebutuhan rakyat.  Bukan saja minyak goreng tetapi juga beras, bawang putih, garam, cabe, etc sering terjadi kesulitan bagi rakyat untuk membelinya, karena entah bagaimana bahan-bahan ini hilang dari pasar?. Mungkin itu yang disebut Jokowi sebagai ekonomi maju-maju. Hehehehe maju ke mana?


Dipicu Harga Minyak Goreng, Inflasi April 0,95% - Sinar Harapan

Dipicu Harga Minyak Goreng, Inflasi April 0,95%

Banjar Chaeruddin

- Senin, 9 Mei 2022 | 20:09 WIB

SINARHARAPAN--Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan komoditas minyak goreng merupakan pemicu terjadinya inflasi pada April 2022 yang mencapai 0,95 persen (mtm) karena memiliki andil hingga 0,19 persen.

“Kalau dilihat dari komoditasnya yang memiliki andil terbesar di antaranya adalah minyak goreng dengan andil 0,19 persen, daging ayam ras 0,09 persen dan ikan segar 0,04 persen,” kata Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Selain minyak goreng, komoditas daging ayam dan ikan segar juga mendorong terjadinya inflasi pada April dengan andil masing-masing 0,09 persen dan 0,04 persen.

Komoditas minyak goreng, daging ayam ras, dan ikan segar, tersebut masuk dalam kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau merupakan salah satu dari dua kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi April yakni mencapai 0,46 persen.

“Komponen pengeluaran makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terhadap inflasi April sebesar 0,46 persen atau terjadi inflasi 1,76 persen,” jelas Margo.

Selain kelompok pengeluaran tersebut, inflasi April sebesar 0,95 persen (mtm) yang tertinggi sejak Januari 2017 ini turut dipicu oleh kelompok pengeluaran transportasi dengan andil mencapai 0,29 persen.

Kelompok pengeluaran transportasi sendiri mengalami inflasi sebesar 2,42 persen pada April 2022 karena adanya kenaikan harga bensin khususnya Pertamax.

Pemerintah menetapkan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp12.500 pada 1 April 2033 lalu sehingga kebijakan ini mempunyai andil terhadap inflasi sebesar 0,16 persen.

Terakhir, tarif angkutan udara pun turut memberikan andil sebesar 0,08 persen terhadap inflasi terutama karena adanya kenaikan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan terkait harga bahan bakar avtur.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: BPS

 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages