https://www.sinarharapan.co/kesra/read/53689/dokter_ungkap_3_gejala_spesifik_varian_omicron_
Dokter Ungkap 3 Gejala Spesifik Varian Omicron
Jumat , 10 Desember 2021 | 09:47
JAKARTA - Dokter di Afrika Selatan menyebut gejala
COVID-19 varian Omicron sangat berbeda dengan Delta. Alih-alih mengeluhkan
batuk, pasien terpapar Omicron rupanya memiliki tiga ciri atau gejala khas.
"Ini benar-benar berbeda dari Delta," jelas Dokter
Afrika Selatan Angelique Coetzee.
Pasien Omicron juga tidak mengeluhkan gejala COVID-19
anosmia, atau kehilangan indra penciuman dan perasa. Tak seperti pasien yang
terpapar COVID-19 varian Delta, dalam kasus Omicron tidak adapula catatan
peningkatan kebutuhan oksigen. "Ini sangat mirip dengan gejala pilek atau
flu," katanya, menambahkan bahwa pasien Omicron 'hanya' melaporkan sakit
kepala, nyeri tubuh, dan sedikit sakit tenggorokan.
"Mereka tidak mengalami batuk parah dan hidung mereka
tidak berair atau tersumbat seperti yang dilihat pada infeksi saluran
pernapasan atas." Dalam studi awal, gejala COVID-19 varian Omicron yang
lebih ringan ini konsisten terlihat pada sejumlah kasus. Baru-baru ini bahkan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap 'sinyal baik' dalam riset awal efek
infeksi COVID-19 varian Omicron.
Studi menunjukkan Omicron lebih mudah membuat seseorang
kembali terpapar atau reinfeksi meski sudah memiliki antibodi, tetapi gejalanya
cenderung ringan pada yang sudah divaksinasi. "Data yang muncul dari
Afrika Selatan menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan
Omicron," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan pada
hari Rabu.
"Ada juga beberapa bukti bahwa Omicron menyebabkan
penyakit yang lebih ringan daripada Delta," sambung dia. Kabar buruknya,
efektivitas vaksin Pfizer turun drastis melawan varian Omicron. Antibodi pasca
vaksinasi bahkan disebut turun 40 kali lipat dalam melawan Omicron.
Karenanya, butuh tiga dosis vaksin Pfizer yang cukup kuat
untuk meningkatkan respons imun melawan Corona B.1.1.529, variant of concern
terbaru. Kemampuan varian Omicron untuk menghindari vaksin antara lima dan 10
kali lebih baik daripada varian Beta, yang juga pertama kali dilaporkan di
Afrika Selatan dan sebelumnya memiliki kemampuan terbaik untuk menghindari
antibodi pasca vaksinasi.
Pemimpin studi Profesor Sigal percaya bahwa kemungkinan
Omicron memiliki kekebalan dan keunggulan transmisi atau penularan dibandingkan
varian lainnya.
Namun, tidak ada kesimpulan pasti hingga saat ini.
Penelitian dia terbatas pada virus Omicron hidup yang tumbuh di laboratorium,
diuji pada sampel darah dari hanya 12 orang yang divaksinasi. (E-4)
Sumber Berita: Detik.com.
BERITA TERKAIT
· Kenali Gejala Awal Kanker Ginjal Seperti Diidap Vidi Aldiano