
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/89F1DF9C553F443EBA445B2C0E0D218B%40A10Live.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2A8bf6ZxVOTg1BqNj5pba%3DfyS0AYjQ9BhDO8ROWXkMLNg%40mail.gmail.com.
Betul banget, Indonesia bukan Belanda dan Belanda bukan Indonesia! Dalam kaitannya dengan permintaan maaf, yang menarik perhatian adalah Belanda menggunakan istilah “kekerasan ekstrim” sebagai ganti dari “kejahatan perang”.
Sent from Mail for Windows
From: Jaya Suprana
Sent: Friday, February 18, 2022 2:06 PM
To: Sunny ambon
Cc: Chan CT; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas Kekerasan Ekstrem 1945-1950
KARENA BELANDA BUKAN INDONESIA DAN INDONESIA BUKAN BELANDA. 💀👎😭
Pada tanggal Jum, 18 Feb 2022 pukul 15.24 Sunny ambon <ilmes...@gmail.com> menulis:
Apakah Belanda membunuh sebanyak 500.000 lebih manusia seperti apa yang terjadi pada tahun 1965-1966 dan memenjarakan ratusan ribu orang oranguntuk waktu lebih dari 10 tahun?
On Fri, Feb 18, 2022 at 1:23 AM Chan CT <sa...@netvigator.com> wrote:
Kalau saja pemerintah kolonial Belanda bisa MINTA MAAF ke RI atas kekerasan ekstrim yang terjadi 1945-1950, kenapa PEMERINTAH RI yang juga pernah melancarkan kekerasan ekstrim terhadap jutaan warga sendiri yang dituduh komunis dan Soekarnois, dituduh terlibat G30S, ... dikejar, ditangkap, dibunuh TANPA proses HUKUM di tahun 1965-1967 sampai sekarang TIDAK Minta Maaf rakyatnya sendiri, ...!!!
PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas Kekerasan Ekstrem 1945-1950
Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 23:12 WIB
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPQjLcb74m544Ax6s3jdUy8fWWf%2BO7m49L---Jb9JmeHYQ%40mail.gmail.com.