Hendaknya Australia Introspeksi atas Kejahatan Pelanggaran HAM

29 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Jul 10, 2021, 8:02:56 PM7/10/21
to GELORA45_In

Hendaknya Australia Introspeksi atas Kejahatan Pelanggaran HAM

Australia Diminta Introspeksi atas Kejahatan Pelanggaran HAM_fororder_46183bc9496f1ccf529ade4bdd3ba928_480x-_80

Sidang ke-47 Dewan Pengurus HAM PBB hari Kamis lalu (8/7) melanjutkan pembahasan laporan hak asasi manusia periodik universal (UPR), di mana para perwakilan dari Tiongkok, Rusia dan Suriah serta wakil dari Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) menyatakan keprihatinan serius terhadap pelanggaran HAM oleh Australia.

Mari kita lihat dulu bagaimana rekam jejak HAM di Australia. Selama ratusan tahun yang lalu, Australia terus melakukan persekusi atau penindasan terhadap penduduk asli. Menurut perkiraan tidak lengkap, ketika orang Inggris untuk pertama kalinya menginjak kakinya di Australia pada 1788, penduduk pribumi setempat berjumlah 1 juta jiwa. Akan tetapi sampai pada awal abad ke-20, populasi penduduk asli turun tajam hingga tidak sampai 20.000 jiwa. Sekarang suku asli hanya mengambil proporsi 3,3 persen dari populasi total Australia, namun sebanyak 28 persen tahanan di penjara Australia adalah orang suku asli sehingga penduduk asli Australia patut disebut etnis yang paling banyak dipenjarakan. Akan tetapi, baik pemerintah maupun media Australia mengambil sikap acuh tak acuh ketika Komisi HAM PBB mengecam rekam jejak HAM buruk yang dimiliki Australia.

Masalah penduduk asli hanyalah satu ujung dari gunung es catatan buruk HAM Australia. Pada tahun-tahun belakangan, rasialisme yang menghantui masyarakat Australia semakin meningkat hingga kekerasan pun bermunculan tak berhenti. Menurut hasil survei lembaga nirlaba yang menentang rasialisme di Australia, kelompok Muslim, masyarakat Tionghoa dan penduduk asli adalah tiga kelompok yang paling banyak diserang rasialisme. Sekali lagi, para politikus Australia tetap tutup matanya.

Selain mengabaikan HAM dalam negeri, Australia telah melakukan kejahatan HAM yang serius di luar negeri.

Pada November 2020, tentara Australia terungkap melakukan pembunuhan membabi buta terhadap rakyat jelata Afghanistan. Menurut laporan investigasi, total 39 penduduk sipil Afghanistan dibunuh oleh tentara Australia atas nama “berlatih menembak”.

Akan tetapi sejak skandal itu terungkap, media dan politikus Australia malah terus bersilat lidah membela kejahatan tentara Australia, bahkan menyebut medan perang sebagai tempat “imunitas” dari hukum. Hingga saat ini tentara Australia yang berkejahatan perang masih bebas dari tuntutan hukum. Apa inilah HAM yang digembar-gemborkan Australia?

Dari catatan fakta tersebut dapat kita ketahui bahwa apa yang disebut “guru HAM” itu tak lain tak bukan para pelaku kejahatan HAM yang mengerikan. Para politikus Australia dengan mudah memfitnah negara lain tanpa mengindahkan catatan buruknya, tujuannya adalah untuk menghindari perhatian dan kecaman masyarakat internasional terhadap kejahatannya pada masalah HAM. Kami menasihati mereka terlebih dulu melakukan introspeksi atas kejahatan dirinya, berpikir sebaik-baiknya bagaimana membayar “hutang berdarah HAM”, tidak lagi berangan mengintervensi urusan intern negara lain dengan kedok HAM.

 

Chan CT

unread,
Jul 11, 2021, 2:22:15 AM7/11/21
to Jaya Suprana, GELORA45_In
Hendaknya kejahatan pelanggaran HAM, BUKAN untuk menyerang orang lain atau negara lain tapi untuk diperbaiki dan menegakkan HAM sebaik-baiknya didalam negeri sendiri, ...! Menjadi SATRIA yang seiya sekata, apa yang dinyatakan dimulut itulah yang diperbuat dalam tindakan!
 
 
Sent: Sunday, July 11, 2021 8:34 AM
To: Chan CT
Subject: Re: [GELORA45] Hendaknya Australia Introspeksi atas Kejahatan Pelanggaran HAM
 
SETUJU ! TIDAK ADA NEGARA YANG TIDAK MELAKUKAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA TERMASUK AUSTRALIA, INDONESIA DAN REPUBLIK RAKYAT CHINA.
 
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E31F956C541C4EA290384B93B2E3181F%40A10Live.

Jaya Suprana

unread,
Jul 11, 2021, 5:30:49 AM7/11/21
to Chan CT, GELORA45_In
SETUJUUUUUUU PAK CHAN ! 😍😍😍😍

BILLY GUNADIE

unread,
Jul 11, 2021, 10:47:57 AM7/11/21
to semars...@gmail.com, Chan CT, GELORA45_In
Lihat bayangan sendiri atas HAM..Indonesia NKRI paling ga ada kemanusiaan. .

Contoh..


Re#post  & Turut Prihatin ,,.

Perkenalkan, saya Yunita Tambunan., putri kandung dari Pak *Binsar Tambunan* (mama saya *Nelly br Sitorus* _alm_ ) - papa saya adalah Pensiunan Pegawai PT. KAI., tinggal di Jl. Teraso No. 15 Bandung. Papa meninggal karena Covid-19 di RS. Sentosa Bandung hari Selasa, 06 Juli 2021 pk. 10.30, dan dimakamkan ke TPU Khusus Covid-19 di TPU Cikadut  hari itu juga..

Yang mau saya ceritakan disini adalah :

Waktu saya datang ke TPU Cikadut mengurus rencana pemakaman papa saya, saya di datangi oleh *Pak Redi* - _Koordinator C_ TPU Cikadut. Dia minta uang *Rp 4.000.000,-* untuk biaya pemakaman papa. Dia bilang bahwa liang lahat sdh di siapkan.

"Saya bertanya., _kenapa saya harus bayar pak_?". 

Pak Redi mengatakan bahwa : *"Kalau non muslim tidak ditanggung pemerintah."* .

Karena waktu sdh semakin mendesak,  saya minta keringanan sama beliau.,  alasannya saya sampaikan kepada pak Redi : _Pak kiranya punya hati sama saya pak karena saya tidak menginginkan papa saya meninggal karena covid 19 apalagi sekarang ada PPKM Darurat., sehingga pendapatan kami berkurang serta biaya hidup tinggi_. 

Akhirnya adik saya menawar harga menjadi Rp 2,8 jt. Lalu aku menawar harga jadi Rp  2 jt. Lalu., salah seorang rekan pak Redi nyeletuk : _Biar ibu tahu, kemarin aja bu ada nasrani bayarnya sdh  3,5 jt_. 

Akhirnya saya acc bayar Rp 2,8 jt tetapi minta ditulis dikwitansi serta dirinci. Lalu pak Redi., bilang _kalau pemakaman malam tidak ada kwitansi_.  Lalu saya minta supaya di tulis dikertas  putih aja pa serta dirinci Rp 2,8 jt itu biaya apa saja, nama  yg meninggal, dan tanda tangan beliau, serta nama jelas pak Redi,  dan jabatan bapak dan serta no HP nya. Lalu kuitansi diberikan dgn rincian :
1. Biaya gali : Rp 1,5 juta
2. Biaya pikul : Rp 1 juta
3. Salib : Rp 300.000
Total : Rp 2.800.000,-

Saya katakan : "siapa tahu saya perlu kontak bapak untuk melihat kuburan papa saya di tpu cikadut." Diapun mencantumkan No HP nya.

Sesudah  dibawa ke liang lahat tim gali kubur bertanya sama saya yang pakai baju APD : "Bu., saya dengar ada 4 org _non muslim_ yg meninggal katanya ada yg belum bayar satu orang, apakah keluarga pak Binsar Tambunan yang belum bayar bu , maaf ya kalau tersinggung ?"

Saya dan adikku bilang sudah dibayar di bawah pa di kantor. "Oh....!" , kat tukang gali kubur yang pakai baju APD sambil mengucapkan terima kasih. Setelah  selesai pemakaman bbrp tukang gali kubur yang pakai baju APD lain menyerbu adik saya dan saya meminta _tambahan uang_. Karena mereka perlu beli vitamin katanya . Adikku di datangi beberapa org gali kubur kecuali aku menghindar. Lalu terpaksa akhirnya dikeluarkan dana Rp 50.000 lagi selain membayar uang parkir Rp 10.000,-

Demikian kisah saya yang sangat memilukan., setelah saya di timpa kemalangan papa saya , ternyata di TPU Covid-19 Cikadut Bandung ada praktek *Pungli* utk pemakaman yang meninggal, terutama Non Muslim. Apakah demikian peraturannya. Mohon pencerahan. Terlampir foto kwitansi, dan dokumen lainnya..

Terima kasih
Salam,

Yunita Tambunan
(Bandung)


On Sun., Jul. 11, 2021 at 5:30 a.m., Jaya Suprana

Sunny ambon

unread,
Jul 11, 2021, 11:48:24 AM7/11/21
to BILLY GUNADIE, Jaya Suprana, Chan CT, GELORA45_In
Kalau Australia itu tidak hidup dengan masa lalu, tetapi mengalami kemajuan dan perbaikan bila dibandingkan dengan negara Pancasila. Misalnya Australia itu menghukum serdadu-serdadu  mereka yang melakukan pelanggaran HAM di Afghanistan. Tetapi NKRI apakah ada pengadilan terhadap serdadu-serdadu yang melakukan pembunuhan di Timor Leste (misalnya Santa Cruz), kejadian Mei 1998. kebelakang peristwa 1965, semua kekajaman yang dilakukan disangkan dan tidak dibuka. Supaya tidak lupa :https://www.youtube.com/watch?v=kr-9sTnLiVM

BILLY GUNADIE

unread,
Jul 11, 2021, 12:11:07 PM7/11/21
to ilmes...@gmail.com, Jaya Suprana, Chan CT, GELORA45_In
Kebiadaban Dalam sejarah....perang...
Tapi 1965 tidak ada deklarasi perang...Rakyat sediri dibantai...saudara sendiri.... Juga paska 1965...1990-2000 ada yang mengaku Algojo Aman saja?
On Sun., Jul. 11, 2021 at 11:48 a.m., Sunny ambon

Chan CT

unread,
Jul 11, 2021, 7:46:43 PM7/11/21
to BILLY GUNADIE, semars...@gmail.com, GELORA45_In
Kalau saja kisah yang diceritakan Yunita Tambunan dibawah benar adanya, lebih dahulu patut dipertanyakan: “Mengapa Pemerintah membuat ketentuan ‘Pemerintah HANYA menanggung pemakaman bagi Muslim’??? Bukankah pemerintah seharusnya bijaksana dan tidak membeda-bedakan warga berdasarkan ras, suku, etnis, Agama, bahkan RI sudah mensahkan UU Anti-diskriminasi! Apalagi dalam kondisi sekarang, dimana seluruh rakyat sedang ditimpa penderitaan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, sudah banyak keluarga tiada penghasilan bahkan kesulitan mempertahankan 3 X makan setiap harinya, ... Setelah ketiban kesedihan ditinggal salah seorang keluarga tercinta masih pula dipalak oknum-oknum tak bertanggungjawab!
 
Dipihak lain kisah menyedihkan dibawah ini, juga menunjukkan KESADARAN akhlak masyarakat masih juga harus menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Agama, untuk menciptakan umatnya manusia yang baik-baik! Agar setiap umat bisa saling menerima dan menghormati segala perbedaan yang ada, bisa saling membantu setiap orang yang mengalami kesulitan dan penderitaan. Bukan sebaliknya, menggunakan setiap kesempatan merebut keuntungan bagi diri sendiri,...!

BILLY GUNADIE

unread,
Jul 11, 2021, 11:31:36 PM7/11/21
to sa...@netvigator.com, semars...@gmail.com, GELORA45_In

Cikadut memang dari dulu geus jadi sarang preman, soalnya itu pemakaman Cina dan org Cina thea loba cincay akhirnya masyarakat sana jadi ngelunjak.
On Sun., Jul. 11, 2021 at 7:53 p.m., Chan CT

kh djie

unread,
Jul 12, 2021, 1:09:39 AM7/12/21
to Chan CT, GELORA45_In
Kenyataannya orang yang mengatakan bukan muslim harus bayar ongkos penguburan itu
dipecat. Jadinya tidak ada peraturan bukan muslim harus bayar penguburan. Itu cuma bikinan
yang ngurusi penguburan saja untuk memeras keluarga yang meninggal???

Op ma 12 jul. 2021 om 01:46 schreef Chan CT <sa...@netvigator.com>:

Sunny ambon

unread,
Jul 12, 2021, 5:41:58 AM7/12/21
to kh djie, Chan CT, GELORA45_In

Yang bukan muslim itu kafir jadi harganya mesti lebih mahal. Dari sejarah bisa diketahui bahwa pada zaman Khalifah Otomani , ada peraturan  seperti itu terutama para petani non muslim harus bayar pajak 50% lebih mahal dari yang muslim. Jadi pengaruh klaifah ini pasti dianggap benar bagi yang menganggap diri memiliki surga dan taman Firdausnya. hehehehehhe 

kh djie

unread,
Jul 12, 2021, 6:42:02 AM7/12/21
to Sunny ambon, GELORA45_In
Di Marokko yang bukan Muslim bayar pajaknya 10% lebih mahal.
Alasannya yang bukan Muslim tidak bayar zakat fitrah.
Waktu saya di Jerman, teman saya bilang jangan pernah isi beragama
Kristen lho, nanti kena pajak extra.....Kata di, itu sudah peraturan, katanya 
dulu gedung2 bangunan agama diambil pemerintah tanpa dibayar. Jadi
nya yang beragama Kristen dipajaki extra untuk ongkos gereja???
Mungkin yang tinggal di Jerman bisa beri informasi yang tepat?

Op ma 12 jul. 2021 om 11:41 schreef Sunny ambon <ilmes...@gmail.com>:

BILLY GUNADIE

unread,
Jul 12, 2021, 7:38:04 AM7/12/21
to dji...@gmail.com, Sunny ambon, GELORA45_In
Secara halus.....ganti agama supaya bebas pajak....juga loudspeaker Di masjid... psywar.....
On Mon., Jul. 12, 2021 at 6:42 a.m., kh djie

Chan CT

unread,
Jul 12, 2021, 8:54:08 PM7/12/21
to BILLY GUNADIE, dji...@gmail.com, Sunny ambon, GELORA45_In
Ooouh, syukurlah ternyata BUKAN ketentuan pemerintah, tapi sementara oknum jahat yang gunakan jabatan merebut keuntungan, menarik pungli dari warga yang ketimpa musibah pandemi, ...!
 
Mudah2an saja tidak lagi terjadi yang macam begini, ...
 
Beentuk lain seperti pengusaha memasukkan obat-obatan mengatasi pandemi Covid-19 dan menjual dengan harga mahal, juga telah ditangkap aparat. Betuuuul, jangan biarkan sementara orang gunakan kesempatan untuk meraih keuntungan lebih besar dengan cara-cara tidak halal, melanggar UU! Tapi, sebvaliknya pemerintah juga hendaknya bisa lebih lincah dan cekatan memenuhi kebutuhan rakyat banyak!
 
Saat menghadapi pandemi berkepanjangan demikian, lalu ancaman terpapar Covid-19 bukan mereda tapi masih terus meningkat, ... kegelisahan dan kekuatiran rakyat harus dibantu sekuat tenaga! Baik obat-obatan untuk usaha mencegah dan membantu mengobati Covid-19 dari negara-lain sedapat mungkin bisa diimport dan dijual dengan harga layak pada rakyat yang butuhkan! Tentu pemerintah bisa menghubungi badan kesehatan resmi untuk membelinya, jangan sampai ketemu pengusaha-pengusaha nakal! Jadi, TIDAK lagi perlu diteliti lebih dahulu unsur-unsur yang diperkenankan menurut khaidah lazimnya! Berlakukan keadaan darurat untuk menyelamatkan kesehatan rakyat banyak lebih dahulu! Jangan biarkan dan mengurangi angka kematian akibat pandemi kali ini, ...!
 
Kenapa tidak belajar dari Singapore, lebih 62,6 ribu kasus terpapar Corona, hanya 36 orang mati! Indonesia sendiri, 2,53 juta kasus terpapar, 66,4 ribu orang mati! Tentu disamping jalankan vaksinasi, prokes juga tidak kalah penting, orang Tionghoa yang mayoritas hidup di Singapore itu terbiasa gunakan jamu-jamu Tionghoa untuk pencegahan dan pengobatan ketika terpapar! Beraneka obat-obatan itulah yang dimasukkan secara illegal oleh sementara pengusaha di Surabaya dan dijual mahal! Tentu sampai dimana kebenaran berita-berita di dunia maya, ... tapi, pemerintah mestinya aktif mencari tahu kebenaran sesungguhnya! Tanyakan pengalaman bagaimana Wuhan BERHASIL menekan angka kematian, disamping mereka gunakan cara radikal “Tutup Rapat Wuhan”, lalu membangun RS-Darurat menampung semua warga terpapar, yang SULIT diikuti di Indonesia, mereka juga jalankan perpaduan obat jamu-Tionghoa dan obat barat!
 
Dan, ... yang saya tahu kesimpulan mereka, justru warga Wuhan baik yang OTG dan gejala ringan yang ditampung di barak RS-darurat itu, setiap hari diobati dengan jamu-Tionghoa, ... Dan, mereka gunakan bermacam ragam obat-jamu! Itulah sebab utama pengobatan Wuhan berhasil mencegah pasien ringan menjelek jadi berat dan mati! Tapi, berangsur membaik dan boleh keluar dari barak RS-darurat! Karena prinsip yang dipegang Tiongkok, sementara belum ada obat manjur melawan Corona, satu-satunya jalan meningkatkan imunitas tubuh manusia! Jadi, dengan minum Obat-obat jamu Tionghoa itulah satu jalan usaha membantu meningkatkan imunitas tubuh pasien, ...!

Jaya Suprana

unread,
Jul 14, 2021, 4:35:15 AM7/14/21
to Chan CT, BILLY GUNADIE, GELORA45_In, Sunny ambon, dji...@gmail.com
Warga Indonesia juga banyak yang tidak terpapar virus Corona berkat rutin minum ramuan jamu Indonesia seperti temulawak, sambiloto, kunyit, jahe, mimba dll warisan kearifan jamu leluhur Nusantara sejak jaman kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya. 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages