Re:

58 views
Skip to first unread message

kh djie

unread,
Jul 14, 2021, 5:30:50 AM7/14/21
to


Op wo 14 jul. 2021 om 09:10 schreef kh djie <dji...@gmail.com>:
Titiek Puspa, Pantang mundur, versie Covid- 19 :

Tatiana Lukman

unread,
Jul 15, 2021, 2:59:02 PM7/15/21
to 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Jangan Cuma omong  tentang mereka yang reaksioner, lihat juga bagaimana reaksi rakyat pendukung Fidel Castro…

 

Cuba Resistence !!!

Untuk kesekian kalinya media Barat yang diliput oleh imperialisme AS, yang dihidupkan kembali oleh pemilihan Biden, menunjukkan demonstrasi para pembangkang dan tidak menunjukkan demonstrasi samudera dari orang-orang Kuba yang turun ke jalan untuk mempertahankan penaklukan Revolusi.

Rakyat Kuba telah membayar harga yang mahal untuk kebebasan mereka selama bertahun-tahun dengan blokade ekonomi, kriminal dan fasis, yang diterapkan terhadap mereka oleh imperialisme AS dan kesetnya.

Namun terlepas dari segalanya, Kuba menolak dan terus menunjukkan kepada semua orang kekuatan dan keuletan demokrasi sejati, Sosialisme.

Kuba adalah dan terus menjadi model bagi semua orang yang berjuang melawan neoliberalisme kapitalis, bagi negara-negara Amerika Latin yang berjuang untuk melepaskan kuk imperialisme AS.
Kami berdiri di samping orang-orang heroik ini dan kepemimpinan revolusioner mereka.
Tidak ada langkah mundur dalam menghadapi Fasisme Imperialis!
VENCEREMOS

Kan een afbeelding zijn van staan en weg

 

Sent from Mail for Windows 10

 

kh djie

unread,
Jul 18, 2021, 4:37:00 PM7/18/21
to GELORA45_In
Siti Fadilah Supari (born 6 November 1949 in SurakartaCentral Java), is a cardiology research specialist, a former health minister of Indonesia and a convicted corruption felon.[1] She gained global notoriety in 2007 when she took on the World Health Organization's practice of sharing avian influenza virus samples.[2][3] In June 2017, she was convicted of corruption and sentenced to four years in jail for accepting bribes concerning the procurement of medical equipment.[4]

kh djie

unread,
Jul 18, 2021, 7:00:36 PM7/18/21
to
Arief Harsono meninggal, terlalu lelah, mengurusi pemaximuman produksi oksigen di pabrik2nya Samator (Samarinda-Toraja) dan Aneka gas unutk memenuhi permintaan oksigen medis.

https://kuasakata.com/read/berita/34540-kunjungi-pt-aneka-gas-industri-jokowi-pemerintah-kerja-keras-penuhi-oksigen

kh djie

unread,
Jul 21, 2021, 8:09:12 AM7/21/21
to
Banyak orang mengira, Indonesia itu bisanya hanya merakit. Saya lihat sendiri teman saya dari bagian Mesin angkatan 57 ITB waktu melamar jadi kepala pabrik di RUTAN, mulai dengan memimpin babat hutan 2 ha, mulai bangun pabrik, beli mesin2 bekas dari Jepang, mesin2nya distel sendiri, sehingga toleransinya kecil, sepereti mesin baru saja. Terus mulai produksi yang sederhana sampai sekarang jadi terbesar di Indonesia. Dia pernah jadi kepala pabrik, kepala development, kepala perusahaan sambil mengajar management. Waktu kami diundang ke perusahaan tempat dia kerja, saya kaget. Di papan tulis besar, ternyata dia sudah melaksanakan sistim 7 S dari Jepang, sedangkan saya di Belanda baru menterapkan sampai 5 S. Kemudian dia jadi komisaris perusahaan, menemani bosnya menemui menteri dll. Terakhir setelah pensiun, dijadikan penasehat direktur perusahaan di situ, tetapi tidak boleh berhubungan dengan orang pabrik.        Selanjutnya lihat tulisan Dahlan Iskan di bawah :                Budi Indonesia 1

21 July 2021
Oleh : Dahlan Iskan

IA memiliki koleksi banyak mobil kuno. Termasuk tiga mobil milik Presiden Bung Karno.

Maka satu lagi orang kaya yang baik hati meninggal dunia: Pak Budi Santoso. Tiga tahun lebih tua dari saya. Tanggal 13 Juli lalu.

Pak Budi adalah pemilik perusahaan alat-alat pertanian terbesar di Indonesia. Mulai dari pabriknya (PT Agrindo) sampai perdagangannya (PT Rutan).

Mobil-mobil kuno itu disimpan di pabriknya di Driyorejo. Termasuk mobil yang digunakan Dewi Soekarno. Indonesia-1 itu hanya hanya sesekali dipakai. Di momen-momen tertentu. Salah satu yang beruntung adalah Indah Kurnia, kini anggota DPR tiga periode dari PDI-Perjuangan dapil Surabaya.-Sidoarjo. Waktu Indah mantu putrinya yang bintang film itu, sang pengantin naik mobil tersebut (Lihat sisi lain tulisan ini di judul yang berbeda).

Pabrik Agrindo besar sekali. Yang di Malang maupun yang di Surabaya. Berbagai penghargaan nasional dimenangkan oleh Agrindo. Termasuk penghargaan dari Presiden Soeharto.

Pak Harto sangat bangga dengan PT Agrindo yang telah mengangkat nama Indonesia di industri alat-alat pertanian. Terutama mesin-mesin pascapanen. Sampai bisa diekspor ke berbagai negara.

Pak Budi Santoso –bersama adiknya, Budi Iskandar– bisa membuat industri dalam negeri mampu bersaing melawan pabrik serupa milik asing di Indonesia. Bahkan mampu memenangkannya.

Di masa pandemi ini pun, Pak Budi masih aktif di kegiatan sosial. Menjelang sakit pun masih sehat. Masih ikut gerakan menanam pohon di sekitar stadion sepak bola Gelora Bung Tomo.

Setelah mengetahui salah satu pembantunya positif Covid seisi rumah melakukan tes. Budi Santoso positif.

Awalnya ia memutuskan untuk isolasi di rumah. Lalu dibawa ke RS Adi Husada. Tapi ICU-nya penuh. Sehari di sana, Pak Budi Santoso dipindah ke RS Darmo. Meninggal dunia.

 
Malam itu, keluarga mencari lokasi pemakaman. Hanya ada di pemakaman khusus Covid di Keputih. Maka keluarga memutuskan untuk mengkremasi.

Pun semua tempat kremasi di Surabaya penuh. Di carilah di mana yang ada. Di kota sekitar penuh. Di Malang, kota kelahiran, penuh. Akhirnya dapat di kota Kediri.

Malam itu juga jenazah dibawa ke Kediri, 120 Km dari Surabaya. Dikremasi di sana. Setelah pandemi kelak abunya akan dilarung ke laut oleh keluarga.

Pak Budi Santoso, bersama adiknya, Budi Iskandar, mampu mewarisi perusahaan permesinan dari ayah mereka. Bahkan mampu mengembangkan dan memodernisasikannya. Lihatlah pabrik penggilingan padi, hampir semua  menggunakan produk Agrindo. Pun sampai traktor dan mesin panen. Diesel sampai pompa air.

Yang terbaru adalah mesin penanam padi. Yang akan kian penting sekarang ini. Itu akan bisa mengatasi kesulitan mencari buruh tanam padi belakangan ini.

Agrindo memang perusahaan legendaris. Sudah terkenal sejak zaman Belanda. Awalnya bernama Machine Fabriek &. Constructiewerkplaats-Tan Brothers. Hanya berupa bengkel las di belakang stasiun kota lama Malang.

Produk pertamanya adalah tempat tidur besi susun dua. Lalu penutup rantai sepeda. Berkembang ke landasan pandai besi. Lalu membuat alat  pemroses kopi. Banyak kebun kopi di sekitar Malang zaman itu.

Pendiri bengkel itu pemuda umur 30-an tahun: Tan Tie Seng. Nama Indonesianya: Budi Waluyo. Dipanggil Om Tan.

Itulah ayah Budi Santoso dan Budi Iskandar. Budi masih punya dua adik lagi, perempuan. Dua-duanyi tinggal di Jepang dan kawin dengan orang Jepang. Itu karena keduanyi kuliah di Jepang –salah satunyi kuliah di fakultas kedokteran di sana. Jadi dokter spesialis di sana.

Tan Tie Seng masih lahir di Putian, dekat Fuzhou, provinsi Fujian. Ia ikut kakak Xia Nan Yang (下南阳) pada umur 16 tahun. Langsung ke Malang.

Mesin pertama yang dibuat adalah gergaji: gergaji mesin. Terus berkembang ke mesin-mesin lainnya. Kian maju.

Mutu mesin buatan Tan sangat terbaik terbukti perusahaan dagang Belanda, NV Ruhaak mau memasarkannya.

Belakangan ketika banyak perusahaan Belanda meninggalkan Indonesia Tan ''meneruskan'' Ruhaak. Ia buat perusahaan trading bernama Rutan –singkatan Ruhaak dan Tan Brothers.

Ketika UU Penanaman Modal Asing (PMA) diberlakukan, 1970, Tan Tie Seng merangkul Mitsubishi. Untuk memproduksi mesin diesel.

Itulah sebabnya Tan menyekolahkan dua putrinya ke Jepang. "Zaman saya sekolah itu ke Jerman atau Eropa lainnya. Zaman kalian harus ke Jepang," ujar Tan seperti ditirukan Budi Iskandar.

Tan sendiri tidak sekolah. Anak pertamanya, Budi Santoso, juga hanya sampai SMA. Budi Iskandar sampai ke ITS –jurusan mesin. Baru anak ketiga dan keempat sekolah ke luar negeri.

Modal Jepang memang sangat deras masuk ke Indonesia. Maka Tan Tie Seng meminta dua putrinya harus memahami Jepang sebaik-baiknya.

Kelak ketika Tan Tie Seng sakit di saluran empedu, memilih berobat ke Jepang –dirawat oleh dua putrinya di sana. Tan Tie Seng meninggal di Jepang.

Kerja samanya dengan Jepang membuahkan hasil nyata. Teknologi diesel Mitsubishi  akhirnya dikuasai Agrindo. Ketika kerja sama dengan Mitsubishi berakhir, Agrindo sudah mampu memproduksi diesel sendiri. Menggunakan  merek Diamond.

Budi Santoso dan Budi Iskandar adalah tokoh di ''perbatasan''. Ayahnya kelahiran Tiongkok. Ibunya asli wanita Madura –masih keturunan raja  Sumenep. Namanyi: Sri Indrajani. Dipanggil Nyonya Betty. Atau Tante Betty.

Begitu banyak orang Madura tinggal di Malang. Pun orang tua Sri Indrajani. Di Malang lah Tan dan Sri bertemu dan berjodoh.

Saking banyaknya orang Madura di Malang sampai ada guyonan: kelak kalau Madura menjadi provinsi tersendiri ibu kotanya di Malang.

Perkawinan Tan-Sri di Malang itu membuat posisi keluarga Tan unik. "Ayah bercerita, masyarakat Tionghoa menganggap ayah bukan Tionghoa. Masyarakat pribumi menganggap ayah bukan pribumi," ujar Arief Santoso, anak kedua Budi Santoso.

Budi Santoso punya kelebihan lain: menjadi motivator. Juga mengajar. Terutama mengajar karyawan-karyawannya. Ia juga ikut mengelola lembaga pendidikan YPPI di Surabaya.

Bakat itu menurun ke Arief Santoso. Yang setelah lulus YPPI (dari SD sampai SMA) meneruskan kuliah di Wisconsin, Amerika Serikat. Di kota Milwaukee.

Sejak lima tahun lalu Arief menjadi dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Kartika Surabaya –satu yayasan dengan YPPI.

Meski terlibat di Agrindo dan Rutan Arief lebih banyak aktif di pendidikan. Ia bertekad all out memajukan Widya Kartika yang masih ketinggalan dibanding banyak universitas dengan latar belakang Tionghoa lainnya di Surabaya.

"Banyak anak orang Tionghoa miskin kuliah di sini. Saya harus memajukan universitas ini. Agar mereka tidak kalah dengan yang kaya," kata Arief.

Waktu terjadi krismon 1998, Arief harus pulang. Membantu perusahaan yang lagi sulit. Setelah kembali normal ia balik ke Milwaukee untuk menyelesaikan kuliahnya. Lalu mendapat gelar S-2 akuntansi dari Universitas Airlangga Surabaya.

Budi Santoso, Budi Iskandar dan anak-anak mereka juga jadi contoh perusahaan keluarga yang kompak. Budi Santoso mendirikan holding sendiri. Budi Iskandar juga punya holding sendiri. Kedua holding itulah yang menjadi pemegang saham di Agrindo dan Rutan. Itulah cara keluarga ini mengamankan perusahaan keluarga itu. Kelak, misalkan ada masalah di antara keluarga itu tidak akan menyeret Agrindo dan Rutan.

Kian modern cara keluarga kaya mengamankan perusahaan. Mereka telah belajar dari banyaknya kehancuran perusahaan keluarga di masa lalu. Ternyata ada pilihan lain selain IPO di pasar modal.

Bagi keluarga kaya, itu penting. Tapi juga penting bagi perekonomian negara di masa depan. (Dahlan Iskan)

kh djie

unread,
Jul 24, 2021, 7:12:20 AM7/24/21
to

Jagad anyar kang dumadi  

https://www.youtube.com/watch?v=CnxR8sgKMWA 


Bisa diikuti riwayat hidupnya dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Soimah_Pancawati


kh djie

unread,
Jul 24, 2021, 11:57:10 AM7/24/21
to GELORA45_In, ur...@googlegroups.com
Naik kereta api low budget , luxury2 :https://www.youtube.com/watch?v=JO56aSw8U5Y

kh djie

unread,
Jul 25, 2021, 10:56:32 AM7/25/21
to

Sunny ambon

unread,
Jul 27, 2021, 11:59:40 AM7/27/21
to

WINKELMAND BEKIJKEN“Historisch Nieuwsblad 2021-08” is toegevoegd aan je winkelmand.

Historisch Nieuwsblad 2021-08

WINKELMAND BEKIJKEN“Historisch Nieuwsblad 2021-08” is toegevoegd aan je winkelmand.

Historisch Nieuwsblad 2021-08

 

Productomschrijving

In het dossier van deze editie vindt u verhalen over historische complottheorieën. Machthebbers zijn volgens complotdenkers tot alles in staat. Zo wekte Nero argwaan door na de grote brand van Rome de stad met tomeloze ambitie te verbouwen. Had hij de brand zelf aangestoken? Soms helpen staatshoofden zelf wel eens een dubieuze theorie de wereld in. Om af te rekenen met zijn tegenstanders, bedacht Stalin het dokterscomplot: een samenzwering van moordlustige Joodse artsen.

Ook vindt u in dit nummer artikelen over de protestzomer van 1921, de eerste vrouwelijke meesterschilder Judith Leyster en de strijd van Lyndon B. Johnson tegen armoede en ongelijkheid. In een bijdrage van Paul van der Steen leest u over de Franse geleerde Louis Pasteur. Hij ontdekte de rol van microben bij ziektes, ontwikkelde vaccins en bedacht een techniek om producten langer goed te houden.

Tot slot vindt u bijdragen van onze vaste columnisten Beatrice de Graaf en Philip Dröge, een interview met oud-minister Jan Pronk en een beeld-essay over de Ming-dynastie. In de honderden jaren dat de dynastie China regeerde, floreerde het land in alle opzichten. En dat trok gretige handelaren uit Europa aan.

kh djie

unread,
Jul 28, 2021, 10:02:09 AM7/28/21
to

kh djie

unread,
Jul 28, 2021, 12:00:52 PM7/28/21
to
Aksi Donasi Rp2 T dan (Adakah) Rasa Malu para Penyinyir

2021/07/27 16:25

PADA saat pemerintah dan masyarakat, khususnya penyintas covid berperang melawan covid-19, ada sekelompok orang yang terus mendompleng bencana kemanusiaan itu untuk menjatuhkan pemerintahan dan mengecilkan Presiden Jokowi yang disebut gagal mengatasi pandemi.
Ada pula bocah telat dewasa yang menyimpulkan Indonesia sebagai failed nation. Padahal dulu bapaknya justru yang lebih sering melakukan aksi failed dan error tingkat dewa yang membuat dan menyuburkan kaum radikalis semakin tidak beradab dan anti-Pancasila.
Mereka itulah yang selama ini bersorak-sorak gembira ketika jumlah kasus positif covid bertambah. Mengucapkan belasungkawa dan prihatin pun tidak saat jumlah warga masyarakat yang meninggal dunia karena covid bertambah. Padahal dulu orang-orang itu saat berkuasa sering mengucapkan prihatin meskipun untuk menangisi nasibnya sendiri. Mengamati kelakuan mereka, membuat tidak saja pemerintah terganggu dalam menangani covid, tetapi juga membuat masyarakat sebal bukan kepalang. Karena mereka sama sekali tidak punya empati dan peduli.
Saya tak tahu apakah mereka tidak punya malu ketika di penjuru negeri banyak warga masyarakat yang berjibaku menyingsingkan lengan baju membantu pemerintah mengatasi pandemi covid, mereka justru tertawa dan nyinyir tiada akhir. Padahal di saat bersamaan warga masyarakat terkapar tak berdaya di halaman rumah sakit karena harus antre masuk ke UGD. Sampai-sampai tokoh sekaliber Christianto Wibisono meninggal di Rumah Sakit Sitanala Tangerang, sebuah rumah sakit yang selama ini dikenal sebagai rumah sakit khusus penderita kusta. Ia menjadi rumah sakit pilihan terakhir warga Tangerang jika sakit.
Benar, rumah sakit itu sekarang memang sudah berganti wajah menjadi rumah sakit umum dan modern, namun kesan rumah sakit yang dulu distigmakan sebagai rumah sakit yang pasiennya harus diajuhi tetap melekat begitu kuat. Ya, di rumah sakit inilah Christianto Wibisono menghembuskan napas terakhir setelah tubuhnya dicabik-cabik covid. Tidak cuma Christianto, guru besar fikih, ulama perempuan Dr Huzaemah Tahido Yanggo juga meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang, Banten karena covid. Padahal perempuan berusia 77 tahun ini tinggal di Jakarta.
Bak oase di padang gurun, kita terkejut, ternyata ada sosok mulia– paling tidak ahli warisnya– yang membantu pemerintah untuk mengatasi penyebaran covid dengan memberikan donasi yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung, Rp2 triliun! Sebagaimana diberitakan di banyak media arus utama dan media sosial beberapa hari lalu, Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat bantuan dana hibah sebesar Rp2 triliun untuk penanggulangan covid-19 dari pihak yang mengatasnamakan keluarga almarhum Akidi Tio.
Banyak orang sampai saat ini bertanya-tanya siapa Akidi Tio? Laki-laki ini disebut-sebut berasal dari Aceh dan semasa hidupnya dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di dunia kontraktor, kontainer, dan besi. Tapi, yang membuat kita tercengang adalah besar sumbangannya itu lho, Rp2 triliun! Orang awam seperti saya tidak pernah membayangkan, apalagi para penyinyir yang belakangan populer dengan sebutan covidiot itu yang cuma bisa memberikan 'sumbangan' di era covid ini berupa nyinyiran, kritikan, kebencian dan makian.
Di mana rasa malu mereka? Dalam suasana nan penuh duka ini, saya jadi ingat Iyyas Subiakto, teman saya yang beberapa hari lalu di Facebook menulis dan mempertanyakan ke mana orang-orang kaya kita? Dari awal pandemi, menurut Iyyas, salah satu yayasan kemanusiaan yang selalu kelihatan di depan adalah Buddha Tzu Chi, mereka selalu sigap di setiap ada bencana.
Sepertinya tidak satu pun setiap ada bencana alam mereka lewatkan untuk hadir. Ribuan rumah dibangun saat tsunami Aceh, NTB, dan Palu. Ratusan ribu APD dan masker dibagikan diawal pandemi tahun lalu. Kita tahu yayasan ini dibantu oleh ratusan pengusaha Tionghoa yang menyisihkan sebagian dananya.
Saat ini, masih menurut Iyyas Subiakto, di saat virus menggila lagi-lagi mereka hadir nyata, belum lagi orang kaya yang ada seperti Sinar Mas, Sukanto Tanoto, dan lainnya yang tidak disiarkan media. Saat kita kekurangan oksigen, tiba-tiba bantuan dari Tiongkok sudah sampai di Tanjung Priok, begitu juga dari Sukanto Tanoto, dan Sinar Mas yang menyumbang 1.200 ton oksigen setiap bulan yang ekuivalen dengan 1 juta botol tabung oksigen.
Soal oksigen berikut tabungnya, saya punya pengalaman menarik. Sebagai anggota satgas covid di komunitas wilayah gereja, kami bahkan mendapatkan pinjaman tiga tabung oksigen (gratis) dari komunitas bernama Paguyuban Warga Klaten (PWK) di Jakarta. Kami tempo hari sempat kelimpungan ketika ada warga gereja kami yang terpapar covid dan saturasinya di bawah 70.
Sekali lagi saya mempertanyakan di mana rasa malu para penyinyir dan orang-orang kaya yang mungkin menjadi bohir para mahasiswa covidiot yang tempo hari akan mendemo Presiden Jokowi? Di mana empati kalian kepada negeri sendiri yang tengah dirundung duka, sementara kalian dengan begitu mudahnya mengumpulkan donasi dan menyebarluaskan kotak amal ke mana-mana ketika ada dua negara berkonflik di Timur Tengah sana? Kalian ini sebenarnya siapa sih?

kh djie

unread,
Aug 6, 2021, 8:55:48 AM8/6/21
to GELORA45_In
image.png
Kurmin Halim dkk. sumbang 2 milyar rupiah pada Kapolda Sumsel.

kh djie

unread,
Aug 10, 2021, 12:37:03 AM8/10/21
to GELORA45_In
https://youtu.be/i3hCnfyJu20

KEGEMBIRAAN RIZAL RAMLI, REFLY HARUN, ROY SURYO, LIEUS TAK BERLANGSUNG LAMA | Logika Ade Armando

kh djie

unread,
Aug 10, 2021, 4:52:38 AM8/10/21
to GELORA45_In
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menantang keberanian Pemerintah untuk mengembalikan pengelolaan salah satu ladang minyak terbesar di Indonesia, yakni Blok Rokan. Adapun saat ini Kementrian ESDM (KESDM) sedang mengevaluasi proposal Chevron untuk kembali mengelola Blok Rokan 20 tahun ke depan sejak 2021.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara, kesempatan Chevron untuk menjadi operator pengendali Blok Rokan sangatlah besar karena didukung oleh KESDM lewat Peraturan Menteri ESDM No 23/2018.

Namun, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.36/PUU-X/2012 tentang Lima Aspek Penguasaan Negara, pengelolaan Wilayah Kerja (WK) migas harus berada di tangan pemerintah melalui BUMN. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais pun mengingatkan Pemerintah agar menaati UUD 1945 tersebut.



"Kalau Blok Rokan kembali ke Indonesia, itu berarti pasal 33 UUD 1945 sudah terpenuhi. Apalagi kalau Blok Rokan menjadi semacam contoh yang bagus, blok-blok lain termasuk Freeport, tambang minyak dan mineral juga bisa kembali," kata Amien di kompleks parlemen, Senin (30/7).

Lihat juga:Perpanjang Blok Rokan, Chevron Tawarkan Investasi Rp1.267 T
Pengembalian pengelolaan Blok Rokan ke Indonesia, khususnya PT Pertamina, menurut Amien merupakan sebuah aksi patriotik yang membela bangsa.

Amien pun menantang keberanian Presiden Joko Widodo.

"Kalau betul Blok Rokan bisa kembali ke ibu pertiwi, ke Pertamina, itu sebuah terobosan luar biasa. Cuma berani enggak Pak Jokowi? Kalau berani, luar biasa. Kalau enggak berani, ya apa boleh buat," kata Amien.

Permen ESDM No.23/2018 mengatakan memprioritaskan pengelolaan WK-WK migas yang akan berakhir Kontrak Kerja Sama (KKS)-nya kepada kontraktor eksisting. Dengan demikian, Marwan menilai KESDM telah melapangkan jalan kepada Chevron untuk terus 'bercokol' di Blok Rokan.

"Tanpa peduli amanat konstitusi dan kepentingan strategis nasional," ujar Marwan.

Chevron, kata Marwan, telah puluhan tahun mengelola Blok Rokan, serta telah memperoleh pula perpanjangan kontrak satu kali (20 tahun) mengelola WK tersebut. Sesuai Pasal 14 UU Migas No.22/2001, perpanjangan kontrak hanya dapat diberikan selama 20 tahun.

Lihat juga:Papua Rusak, Amien Tak Ingin Kontrak Freeport Diperpanjang
"Ada apa di balik rekayasa Permen 23/2018 yang masih akan memberikan perpanjangan kontrak kepada Chevron, dan nekat melanggar ketentuan Pasal 14 UU Migas tersebut?" ujar Marwan.

Mengutip siaran pers Chevron yang berjudul 77 Tahun Memproduksi Migas di Indonesia, Marwan menyebut perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS) itu telah memproduksi 13 miliar barel minyak dari lapangan-lapangan migas terutama di Riau dan sebagian kecil di lepas pantai Kalimantan Timur.

"Dengan besarnya minyak yang diproduksi, berarti Chevron telah menikmati puluhan miliar USD dari pengelolaan Blok Rokan. Apakah potensi keuntungan besar tersebut masih akan diberikan kepada asing?" Kata Marwan.

KESDM berencana mengumumkan operator Blok Rokan pada Selasa, 31 Juli 2018 besok. Hal tersebut diungkapkan Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

"Kalau nggak salah besok (31 Juli) akan diumumkan. Doain ya, doain ya," kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (30/7), seperti dikutip dari Detikcom.

Baca artikel CNN Indonesia "Amien Rais Tantang Nyali Jokowi Ambil Alih Blok Rokan" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180730190225-32-318193/amien-rais-tantang-nyali-jokowi-ambil-alih-blok-rokan.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Sunny ambon

unread,
Aug 11, 2021, 9:32:53 AM8/11/21
to kh djie, GELORA45_In
Pasal 33 UUD itu sudah diamandemen beberapa kali jadi untuk berada sepenuhnya dalam tangan pemerintah masih perlu dipertanyakan siapa itu pemerintah, karena harus dipahami  rezim Jokowi ini adalah rezim pengusaha (Repen atau Pempen). Jadi tentunya mereka pun harus dapat bahagian.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavgmQrGEFPeu8-WwQcGu2d5D_bgrDwEAYF-unbtCLj0B%2Bg%40mail.gmail.com.

kh djie

unread,
Aug 13, 2021, 3:25:50 AM8/13/21
to GELORA45_In
Dari WAG sebelah Pendapatan mafia migas / petral:
Seperti ini hasilnya per hari : 
- Import bbm 800.000 barel
Komisi 3 US $ per barel = 2.400.000 US / Hari 
= 2,4 Jt US X Rp. 14.000 =  Rp. 33.600.000.000,-
( 33,6 Milyard / hari )

- Satu Bulan =  x 30 hari =  1.008.000.000.000,-
Jika 40% komisi untuk Pejabat Negara Dan Pejabat Partai Pendukung =  Rp. 403.200.000.000,-
(403 milyard / bulan).

Untuk Pendapatan Per Tahun 4.838.400.000.000,-. ( 4,8 trilliun)

Dan 60% untuk mafia Migas = 7,2 trilliun / tahun.

- Diperkirakan Anggota Mafia Migas 30 Orang 

- Jumlah Pejabat Negara dan Parpol = 50 Orang 

Jumlah Mafia 30 Orang + Pejabat Negara dan Partai 50 Orang = 80 Orang

- 80 Orang inilah yg selama Pemerintahan Jokowi paling ngotot dan bersumpah Jokowi harus Jatuh!!

Dengan lewat media sosial mereka bisa menggerakan 2 juta manusia. !!!! 

inilah yg selama ini sedang terjadi di Negeri ini

Karena pendapatan 12 trilliun mereka hilang!

Tolong agar semua rakyat indonesia mengetahui dan mengerti!!!

Apakah Kita dan Anda termasuk diantara 2 Juta yg juga membenci pemerintahan Jokowi.

Sebagai Bangsa yg penuh adat istiadat Ketimuran bukan Bangsa yang bar bar mari kita menghargai Pemimpin Pilihan Tuhan melalui suara Rakyat NKRI dalam Pilpres 2019 yang lalu. 
Kalau ingin mengganti Jokowi silahkan tunggu sampai Pilpres 2024 yang akan datang.

Mari semua Rakyat bertanya apa yg sudah dilakukan 80 Orang itu demi Kesejahteraan Bangsa Indonesia ini!!! 

Catatan : 
Bagaimana dengan Freeport dan konsesi2 pengelolaan SDA lainnya selama Pemerintahan sebelum Jokowi???

Dan sejak Pemerintahan Jokowi Seperti Freport, Blok Mahakam, Blok Rokan yg sekarang sama Jokowi sudah tidak diperpanjang Pengelolahannya lagi oleh Asing dan sekarang sudah di serahkan Pengelolahannya ke Pertamina sebagai Perusahaan Negara ( BUMN ) sesuai Pasal 33 UUD 1945.

Masihkah mata kita buta dan telinga kita Tuli bahkan Hati kita membatu sampai tidak
bisa membedakan mana Pemimpin yang tulus bekerja untuk Rakyat dan mana Pemimpin yang hanya menumpuk Harta Negara untuk keluarga dan Kroninya selama ini.

Di HUT RI yang ke 76 Tahun ini Bangsa Indonesia telah mendapat Hadiah dari Tuhan melalui Jokowi semua Sumber Daya Alam yang selama ini di kelolah Asing telah di serahkan kepada Bangsa Indonesia untuk di kelola melalui Perusahaan Negara ( BUMN ) PERTAMINA
Trimakasih Tuhan Semesta Alam atas kemurahan yang Engkau Berikan kepada Bangsa yang sangat bermartabat  dan beradab sesuai ajaran para LELUHUR 

MERDEKA MERDEKA MERDEKA
💪💪💪💪💪💪💪
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

kh djie

unread,
Aug 19, 2021, 3:21:35 AM8/19/21
to

Thung Tjing Ek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian

Thung Tjing Ek alias Jakub Thung adalah seorang pejuang kemerdekaan berdarah Tionghoa Indonesia. Ia adalah perantau Tionghoa asal Makassar yang berprofesi sebagai penangkap buaya di Waropen. Anak-anaknya kini cukup dikenal dengan nama marga istrinya yang asli Papua: Raweyai. Dr. Sam Ratulangi bersama kawan-kawannya juga sering memakai rumah Thung Tjing Ek untuk rapat-rapat yang membicarakan persiapan penyatuan Irian Barat ke NKRI. Ia pun juga diangkat menjadi Komisaris I.[1] Kong Ek juga membantu menyumbangkan uang ketika Silas Papare harus berangkat ke Jawa untuk menemui Presiden Soekarno.

Ia bersama Tan Su Song (Fritz Warabay) pergi ke Biak untuk belajar ilmu kebal dari orang Maluku. Sepulangnya dari Biak mereka mengorganisir pasukan sipil bawah tanah sampai berjumlah 2000 orang. Gerakan bawah tanah ini dinamakan Batalyon Tentara Tjendrawasih Tjadangan (TTT). Gerakan bawah tanah ini akhirnya diketahui oleh Belanda. Maka Fritz bersama kawan-kawanya seperti David Wasiri, Rafael dan Agus pun ditangkap dan dipenjarakan. Setelah tiga bulan mereka dibebaskan dan kena wajib lapor.

Namanya tercantum pada taman makam pahlawan Serui terletak di tengah kota bersama dengan Silas Papare, Stefanus RumbewasDirk RamandeySalim SunethHW AntaribabaRafael Maselkosu dan George Henk Ayorbaba. Ia adalah ayah dari Yorrys Raweyai.[2]

nesare hotmail

unread,
Aug 19, 2021, 6:49:23 AM8/19/21
to GELORA45_In

Betul keluarga raweyai itu campuran papua dan tionghoa. Mereka punya paguyuban tionghoa di serui, papua. Ada seorang familinya yg bergelar sarjana hukum masih tinggal di serui sekarang ini. Saya lupa namanya. Paguyuban marga Tan lebih dominan di papua. Tidak ada rasa diskriminasi sbg campuran tionghoa papua di tanah papua, makanya mereka bangga mendirikan paguyuban2 tionghoa ini. Mereka sudah menyebar keseluruh pelosok tanah papua dan keluar papua spt yorrys raweyai itu.

 

Nesare

--

Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.

Tatiana Lukman

unread,
Aug 19, 2021, 7:41:18 AM8/19/21
to 'Jonathan Goeij' via GELORA45

 

Sudah lama SGTjing agen remo itu keok alias KO, tak punya argumentasi yang logis untuk membela posisinya sebagai anjing jaga kekaisaran Xi..Berbagai alasan dipakai untuk menghindar memberi jawaban kepada argumentasi yang diajukan lawan diskusinya.. Sebetulnya, kalau orang konsekwen dengan pendiriannya, maka dalam kasus perang antara imperialis AS dan sosial imperialisme China (Sosialisme dalam kata, Imperialisme dalam perbuatan), bagi orang yang berpihak kepada rakyat dan kedaulatan negerinya, sudah tentu ia akan mengambil sikap yang sesuai dengan kepentingan rakyat jelata yang terhisap dan tertidas oleh rezim lokal. Lenin sudah memberi contoh bagaimana orang harus bersikap dalam Perang Dunia Pertama yang merupakan perang antar-imperialisme. Orang komunis dan rakyat progresif dianjurkan untuk menentang perang dan mengorganisasi serta memobilisasi rakyat negeri masing-masing untuk memajukan dan mencetuskan revolusi dalam negeri. Bukannya membantu pemerintah dalam negeri dalam usaha perangnya. Kelihatan lagi disini kemunafikannya  agen remo. Mengutip Lenin hanya untuk kapitalisme negara, dan itupun salah karena Lenin tidak mengajarkan rakyat Soviet untuk membangun kapitalisme negara sebagai strategi perjuangan. Ditambah pula kapitalisme yang sedang berlaku di China adalah kapitalisme monopoli!!

Rakyat Tiongkok dan rakyat Amerikapun tidak seharusnya mendukung pemerintah masing-masing dalam usaha memenangkan perang antar-imperialis itu!! Di sini kelihatan bagaimana Kaisar Xi sedang mengipasi “nasionalisme palsu”alias sovinisme supaya rakyat tiongkok mendukungnmya dalam agresivitasnya terhadap negeri-negeri tetangga yang menentang Klaim China atas Laut Tiongkok Selatan…Tak ada jalan lain kecuali berusaha meningkatkan kesadaran rakyat menentang perang antar-imperialis dengan membelejeti kejahatan imperialis AS dan juga Sosial imperialis China!!

 

 

Sent from Mail for Windows

 

From: Lusi D.
Sent: Friday, August 13, 2021 9:58 AM
To: Chan CT; GELORA45_In
Cc: Tatiana Lukman; nasional-list; GELORA45_In; chalik.hamid
Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao

 

Memang begitulah sopan-santunnya orang berdiskusi dengan kedudukan

setara. Saya kan sudah menjawab argumen bung yang membawa-bawa

kesamaan ras saya dengan Suharto dan bedanya fikiran bung dengan

pengalaman di lapangan oleh Lieus Sungkharisma dalam melawan fikiran dan

tindakan penguasa yang bersifat rasis. Apa saya pernah mempersoalkan

bung punya ras? Kan tidak dan tunjukkan kalau ada. Dalam hal ini secara

tidak langsung orang boleh menerka siapa sebenarnya yang mengidap

penyakit rasialis.

 

Saya tidak menyuruh orang milih hanya tiga sikap. Itulah kemungkinan

sikap yang akan diambil orang menurut pendapat saya. Kalau bung punya

sikap selain itu ya nggak ada yang mempersoalkan. Tapi selain tiga

sikap itu apa memang masih ada kemungkinan sikap yang lain? Kan ada

baiknya kalau bung jelaskan sikap selain tiga kemungkinan itu. Sekali

lagi ini pertanyaan.

 

Yah kalau nggak mau jawab juga nggak masalah. Sekarang kita kan juga

sudah maklum apa dan dimana kedudukan politik kita masing-masing.

Termasuk apa yang harus kita kerjakan manakala perang yang sedang

dipersiapkan oleh dua kubu imperialis ini terjadi.

 

 

 

Am Fri,

13 Aug 2021 11:52:52 +0800 schrieb "Chan CT" <sa...@netvigator.com>:

 

> Lhooo, ... kenapa bung memposisikan diri macam “guru” berhadapan

> dengan muridnya? Mengajukan pertanyaan dengan muridnya disuruh pilih

> 3 jawaban? Jawaban bebas atau diluar itu tidak boleh? Lalu, untuk apa

> saya harus menjawab begitu dan pertanyaan semula ditarik kemana-mana?

> Bahkan dijadikan syarat untuk menjawab persoalan lain? Kok, bisa???

> Hehehee, ...

BILLY GUNADIE

unread,
Aug 19, 2021, 11:02:44 AM8/19/21
to nes...@hotmail.com, GELORA45_In
Mungkin ada yang tau.....kenalan saya..Johan Oey...Elektro 1967 ITB..
Kenampakannya Asli Papua, rambut kriting, berkulit coklat Tua, tinggi 175cm..?..



On Thu., Aug. 19, 2021 at 6:49 a.m., nesare hotmail

Sunny ambon

unread,
Aug 19, 2021, 4:15:18 PM8/19/21
to BILLY GUNADIE, nes...@hotmail.com, GELORA45_In
Di Papua ada istilah mereka  HITACHI = HItam TApi CHIna

BILLY GUNADIE

unread,
Aug 19, 2021, 4:44:09 PM8/19/21
to ilmes...@gmail.com, nes...@hotmail.com, GELORA45_In
Betul sekali.... Masih pake istilah Hollander.... Jij ko masih pake Oey.... Itu nama yang di berikan Orang Tua..
Bagi dong snoepe nya...lekker....?
Verreck zeg..
On Thu., Aug. 19, 2021 at 4:15 p.m., Sunny ambon

kh djie

unread,
Aug 19, 2021, 5:00:19 PM8/19/21
to Sunny ambon, GELORA45_In
Di Belanda banyak sekali HITACHI, ayah Tionghoa, ibu Kulit Hitam, dari Suriname.
Ada beberapa dari familie Tjon A Tjoen. Tjon A Tjoen ini nama familie. Bukan Tjon
nama familinya. Ada yang namanya Marcel Tjon A Tjoen, ada Albert Tjon A Tjoen.


Op do 19 aug. 2021 om 22:15 schreef Sunny ambon <ilmes...@gmail.com>:

kh djie

unread,
Aug 19, 2021, 5:13:39 PM8/19/21
to Sunny ambon, GELORA45_In
Waktu oma saya panggil tukang untuk renovasi rumah, ada
satu anak buah tukang, orangnya tinggi besar. Teman2 kerjanya
panggil dia Perancis, tetapi dia bukan orang Barat. Termasuk
agak putih sedikit kalau dibandingkan tukang2 lainnya. Itu kejadian
waktu saya masih di kelas 5 Sd, jadi waktu umur 11 tahun.
Lebih dari 50 tahun kemudian, baru saya tahu dari tulisan Lisa Suroso
yang melakukan penyelidikan di Papua di daerah Serui, bahwa sebutan
Perancis itu berarti Peranakan Tionghoa Serui. Jadi dulunya neneknya
wanita Papua, dan kakeknya Tionghoa pendatang dari Tiongkok.
Lisa Suroso ini dulu asistentenya Benny Setiono dari INTI, yang banyak
menulis laporan kegiatan INTI bantu atasi becana alam dll. Belakangan
pindah ke Kanada.

Op do 19 aug. 2021 om 23:00 schreef kh djie <dji...@gmail.com>:

kh djie

unread,
Aug 19, 2021, 6:01:18 PM8/19/21
to Sunny ambon, GELORA45_In
Sorry, correctie : Perancis = Peranakan Cina Serui

Op do 19 aug. 2021 om 23:13 schreef kh djie <dji...@gmail.com>:

kh djie

unread,
Aug 19, 2021, 6:54:24 PM8/19/21
to
Zeng Yuqun, Chairman CATL, mengklaim berhasil membuat baterai listrik yang bisa bertahan hingga jarak tempuh 1,24 juta mil (2 juta km) atau 16 tahun tanpa perlu diganti. Sebagai perbandingan, baterai yang ada di mobil-mobil listrik terkini ‘hanya’ memiliki garansi 250 ribu mil (241,5 ribu km) atau delapan tahun.

https://www.mobil123.com/berita/china-bikin-baterai-mobil-listrik-yang-bisa-dipakai-hingga-2-juta-km/59654

BILLY GUNADIE

unread,
Aug 19, 2021, 7:53:55 PM8/19/21
to dji...@gmail.com, Sunny ambon, GELORA45_In
Mungkin juga gara gara pejabat immigrasinya ga tau Bahasa China...
Seperti portugis Di Philippines...
Tanya si  Engkoh .. ocupacion por favor..
Si Engkoh Jawab ..Cho Zhenglie (pedagang)...
Oh ...sangley....
Jadi Chinese Di sebut sangley...bukan Cina.... 
On Thu., Aug. 19, 2021 at 6:01 p.m., kh djie

Chan CT

unread,
Aug 19, 2021, 8:35:00 PM8/19/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Hahahaa, .... ini nenek dalam tempurung berani-beraninya merasa diri “pemenang”, KO pula! Siapa yang KO??? Apanya dan siapa yang tak punya argumentasi logis? Bukankah beberapa tanggapan saya tidak juga muncul balasan, ...??? Kemana bersembunyi kepalamu itu, kalau bukan dalam tempurungnya itu?
 
Coba saja dibaca ulang kumpulan percakapan kalau tidak hendak dikatakan diskusi kita yang terkumpul di googlegroups, link didbawah ini dibawah, khususnya 2 balasan saya yang saya copykan langsung, ... tgl. 11 dan 12. Dimana balasan nenek ini???
 
 

Chan CT

未讀,
2021年8月11日 上午10:47:34 (8 天前)
 
收件者:Tatiana Lukman、GELORA45_In
Daripada pikiran dan energi dipusatkan membongkar kepalsuan dan kebusukan remo Tiongkok dengan dasar kebencian berlebih begitu yang TIDAK ada artinya sedikitpun, tak ada orang yang bisa mempercayai obrolan tanpa DASAR! Dan PASTI TIDAK akan berhasil menghambat gerak kemajuan apalagi menghancurkan keberhasilan perjuangan 1,4 milyar Rakyat Tiongkok yang telah bertekad menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, ... Kenapa sinenek tidak berusaha introspeksi, memeriksa dimana kesalahan sendiri sehingga sampai sekarang TIDAK JUGA berhasil tegak berdiri kembali! Menangkan perjuangan RAKYAT Indonesia yang sampai sekarang masih saja kelimpungan, ...! Lhaa, ... AS super power adidaya didunia ini yang masih diakui berkekuatan besar sudah belasan tahun, sejak Obama, Trump yang menggempur gila-gilan dan berlanjut dengan Biden sekarang berusaha menghambat kemajuan RRT yang dianggap “ANCAMAN” terberat nampaknya juga masih kewahalan, kok!
 
Cobalah BELAJAR bagaimana Chiang Kaisek berusaha menyimpulkan sebab2 KEKALAHAN menghadapi Mao Tsetung/PKT, dari tahun 1946, semula kekuatan tentara dari jumlah 5-6 X lebih banyak dan dengan kecanggihan persenjataan yang jauh lebih unggul, TETAP saja kalah telak??? Apa dan dimana KESALAHAN terjadi di KMT??? Dari catatan harian Chiang yang diungkap VOA (Link dibawah ini, sekalipun dalam bhs. Tionghoa, mestinya nenek Tatiana tetap bisa mengerti dengan baik!) cukup menarik diperhatikan: antara lain Chiang menyatakan: 1. Tidak boleh bersandar pada BANTUAN Amerika! Karena kenyataan, setelah beda pendapat dengan AS, Chiang hendak bertahan kuasai kedaulatan wilayah Tiongkok, sedang AS yang hendak wujudkan perjanjian Yalta (ditahun 1945, AS-Soviet-Inggris, bersepakat membagi wilayah Tiongkok menjadi utara untuk PKT dan selatan sungai Yang Tse untuk KMT), hentikan dan tidak melanjutkan perang usaha membasmi komunis PKT! 2. Dekadensi, kemerosotan moral pejabat/tokoh KMT, berebutan kekuasaan, harta rampasan perang Jepang dan saat perang berlanjut, lebih dahulu memikirkan keselamatan jiwa dan harta pribadi kalau kalah perang melawan PKT! 3. TIDAK mendapat dukungan rakyat luas, sebaliknya PKT yang berorientasi pada rakyat, melancarkan landreform didesa-desa mendapat dukungan kuat rakyat banyak. Membuat PKT dalam waktu singkat berhasil dengan kecepatan tinggi penambahan jumlah tentara, sedang jumlah tentara KMT terus merosot dengan kecepatan tinggi akibat kesulitan merekrut tentara yang luka dan mati!
 
Tentu Chiang sekalipun berhasil simpulkan kesalahan sendiri, dia TETAP saja GAGAL merubah dan memperbaiki langkah sampai ajalnya, ... karena PENDIRIAN Chiang yang egoistis dan otoriter melulu untuk kepentingan diri sendiri, keluarga dan klik nya saja, sedang PKT berprinsip kepemimpinan kolektif yang terus disempurnakan dan melulu untuk kepentingan rakyat banyak. Begitulah PKT dalam perjalanan 100 tahun telah membuktikan KEBERHASILAN membangun masyarakat adil-makmur dan mendapatkan dukungan kuat rakyat Tiongkok, ...!
 
 
From: Chan CT
Sent: Thursday, August 12, 2021 12:31 PM
Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao
 
Sekaligus jadi satu saja, ya! Biar tidak terlalu banyak dan membosankan pembaca di GELORA45.
 
Bung Lusi, boleh saya diberi penjelasan apa dan dimana kesimpulan Chiang Kaisek yang dirasakan tidak logis itu?
 
Untuk Tatiana:
Saya berpendapat, perdebatan atau pertengkaran ideologi, teori mana benar salah adalah masalah sangat rumit yang TIDAK mungkin diselesaikan dalam jangka waktu pendek, beberapa bahkan puluhan tahun saja. Bukankah kenyataan pertengkaran Bolsyewiek vs Mensyewiek sudah lebih seratus tahun belum juga berakhir, sekalipun Bosyewiek sudah roboh sedang Mensyewiek masih bergaya di Eropah-utara khususnya dalam wujud Sosial Demokrat, tentu masih akan terus berlanjut. Biarlah sejarah yang akan membuktikan. Karena setiap kebenaran teori dibuktikan lebih lanjut didalam praktek! Bukan, dan tidak mungkin diselesaikan hanya melalui perdebatan dari teori ke teori saja, ...!
 
Tapi, entah nenek ini perhatikan tidak kalau pemikiran Deng dengan menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok ini, jelas menghendaki jalan yang baru yang belum ada keduanya didunia, disatu pihak tidak sepenuhnya sama lagi dengan jalan sosialisme yang ditempuh PKUS, dipihak lain juga tidak sama dengan jalan Sosial Demokrat di Eropah utara itu! Inilah perubahan dengan pemikiran baru mentrapkan ML-FMTT sesuai dengan kondisi Tiongkok! Jadi, dalam melihat perjalanan masyarakat, tidak bisa sepotong-potong kejadian, tapi harus berusaha secara menyeluruh dengan penilaian seobjektif mungkin sesuai kenyataan. Berusahalah melihat gajah itu seutuhnya gajah yang besar itu, bukan hanya meraba belalai lalu bilang seperti itulah gajah, ...
 
Pertengkaran “perjuangan klas” yang terjadi antara Mao vs Liu-Deng, BUKAN masalah menyangkal adanya perjuangan klas setelah PKT berhasil merebut kekuasaan, tapi benetuk perjuangan klas yang berubah, dari utamanya antagonis, perang menjadi perjuangan politik-ideologi. Juga bukan menempuh jalan sosialisme atau jalan kapitalisme, karena kenyataan yang dipertengkarkan bagaimana cara yang lebih baik membangun masyarakat adil dan makmur. Lebih dahulu meningkatkan kemakmuran masyarakat setelah sampai tingkat kemakmuran tertentu baru meratakan kemakmuran, atau sebaliknya meratakan kemiskinan dengan menarik turun orang yang sudah kaya/kapitalis, ...
Perhatikan, dalam waktu 40 tahun terakhir ini PKT berhasil membebaskan lebih 700 juta rakyat dari kemiskinan absolut, mencapai kehidupan yang berkecukupan sandang-pangan. Tentu BELUM tercapai kemakmuran yang sangat memadai, tapi, mayoritas mutlak rakyat Tiongkok sudah bisa menikmati rumah tinggal yang memadai sebagai manusia normal, anak-anak mendapatkan pendidikan dan orang sakit mendapatkan pengobatan yang sepenuhnya ditanggung koperasi-desa yang sudah terbentuk, ... diseluruh desa-desa Tiongkok! Jadi, TIDAK BENAR Liu Shaoqi diawal tahun 50-an secara sepihak membubarkan koperasi-desa yang sudah terbentuk! Jelas fitnah yang tidak berdasar, karena justru koperasi desa itulah jalan keluar pemecahan masalah kerja kolektif yang diajukan Liu-Deng didaerah basis revolusioner yang dibentuk! Ini salah satu sudut perumahan didesa Huai An, Jiangshu, yang begitu indah dan nampak sangfat nyaman telah merubah wajah desa-desa kumuh 40 tahuan sebelumnya!
 
Begitu juga masalah mogok-buruh, sekalipun UU jaminan mogok dicabut, TIDAK berarti hak mogok-buruh dilarang. TIDAK! Kenyataan dibeberapa propinsi terjadi aksi mogok cukup besar dan berhasil dimenangkan! Tidak satu tokoh buruh yang menggerakkan aksi-mogok itu ditangkap dan dijatuhi sanksi HUKUM. Saya beri contoh konkrit:
Diakhir tahun 2011, Buruh/karyawan Pabrik Jam Citizen, Shenzhen melakukan pemogokan setelah perundingan bersama pengusaha gagal. Tapi, akhirnya aksi buruh-mogok berhasil memaksa pengusaha pabrik jam Citizen itu mengubah total upah lembur selama 5 tahun terakhir menjadi 70% dari total upah yang dibayarkan kepada karyawan.
 
Pada tahun 2015, aksi mogok-buruh di Pabrik Sepatu Lide, juga berhasil menuntut perusahaan membayar kembali asuransi sosial dan dana tunjangan perumahan yang seharusnya adalah hak karyawan, dengan total sekian juta yuan.
 
Begitu juga masalah pekerja Delivery yang terakhir ini disoroti "South China Morning Post" Hong Kong tentang "Panduan Opini tentang Implementasi Tanggung Jawab Platform Katering Online dan Secara Efektif Melindungi Hak dan Kepentingan Pengiriman Makanan" yang dikeluarkan oleh tujuh departemen pada 26 Juli.
 
Berlanjut dengan tulisan berjudul "Tiongkok Mengambil Tindakan untuk Melindungi Pengiriman Makanan dari Eksploitasi Digital, Menindak Raksasa Layanan Meituan dan Saham Perusahaan Lain". Tulisan ini berfokus pada upah minimum, asuransi, organisasi serikat pekerja, kondisi kerja, dan persyaratan lainnya di "Panduan Opini ". "Membuat hubungan hukum antara platform dan karyawan lebih jelas," Dipihak lain, tulisan tsb. juga menekankan untuk memperhatikan dampak yang mungkin terjadi pada finansial bagi perusahaan jasa Delivery besar dan kecil, jangan sampai mati.
 
Pada 7 Agustus, Kementerian Manajemen Darurat, Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial mengadakan pertemuan di platform utama perusahaan Delivery seperti Meituan dan Ele.me. Pertemuan tersebut menyerukan perlindungan yang lebih besar terhadap hak-hak buruh, karyawan dan perusahaan harus memperkuat perlindungan keselamatan dan hak-hak buruh. Harus ada keseimdbangan keuntungan besar pengusaha dan meningkatkan kesejahteraan karyawan, ...! Menurut data laporan keuangan Perusahaan Delivery Meituan 2020, pengendara pengiriman makanan menghabiskan lebih dari 48,6 miliar yuan Menurut Dolphin Investment Research, jika Meituan membayar asuransi sosial untuk semua pengendara saat ini, keuntungan tahunan Meituan akan menjadi sekitar 10 miliar RMB. Dan laba setahun penuh Meituan pada tahun 2020 hanya 4,71 miliar yuan. Menemukan titik temu penyelesaian yang sebaik-baiknya, sekalipun buruh tidak melancarkan aksi-mogok!  Pengusaha boleh untung, tapi jangan lakukan penghisapan berlebih terhadap karyawan, ... harus dicapai! Diselesaikan secara damai untuk mencapai untung bersama, maju bersama, ...!
 
 
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.

Tatiana Lukman

unread,
Aug 20, 2021, 7:59:00 AM8/20/21
to Chan CT, GELORA45_In

KIRIM ULANG !!!!!!!! DIMANA MATAMU????

 

 

 

Ha....ha...Sudah bertahun-tahun antek remo, Siauw Giok Tjing alias

> > Chan ini, menunjukkan logikanya sama sekali tidak jalan normal!!!

> > Untuk kesekian kalinya dia tunjukkan lagi dengan jawaban terhadap

> > tulisan saya di Sulindo itu. Orang yang logikanya jalan, pasti tahu

> > apa tema pokok yang saya bicarakan dalam tulisan saya itu. Pertama,

> > tentang kontradiksi dan perjuangan kelas dalam PKT dan Tiongkok

> > sosialis yang terus menerus dicanangkan oleh Mao, tapi oleh

> > dedengkot remo Liu, ditolak. Saya tunjukkan dan buktikan

> > kemunafikan kaum remo dan kenyataan restorasi kapitalis. Kedua,

> > tentang generasi muda Maois kiri, kesadarannya dan perjuangannya

> > untuk bergabung dengan kaum buruh yang menuntut hak mendirikan

> > Serikat Buruh independen, karena jelas Serikat buruh resmi lebih

> > banyak berpihak kepada kaum kapItalis dari pada kaum buruh, makanya

> > sampai terjadi bunuh diri buruh. Lucunya, si antek Chan ngeyel,

> > seolah-olah buruh bisa dengan bebas mogok tanpa penindasan dari

> > polisi!! Itu betul-betul mimpi yang ada diotak kaum remo...seperti

> > Deng xiaoping yang diwarisi oleh anteknya ini.

> >

> > 

> >

> > Dalam jawabannya, sang antek remo sama sekali tak menyentuh dan

> > membantah tema-tema tersebut . Karena memang tidak ada argumentasi

> > untuk membantah KENYATAAN YANG SAYA AJUKAN. Frustrasi Dan

> > kejengkelannya itu kemudian disalurkan dengan menyerang pribadi

> > saya. Disuruhnya saya introspeksi!!! Sudah tentu kaum remo dan

> > penjilat pantat rezim kaisar Xi sama sekali tidak senang dengan

> > tulisan yang membongkar kepalsuan dan kebusukannya.  Tulisan saya

> > itu dibaca oleh ratusan orang di Indonesia!!!Sulindo tidak hanya

> > terbit secara digital, tapi juga disebarkan melalui koran cetak,

> > dan itu sampai ke daerah-daerah!!! Si Tjing mengukur orang lain

> > dengan ukurannya sendiri..Dikiranya orang lain seperti dirinya

> > sendiri yang otaknya tidak jalan dan bersedia jadi anjing jaga klik

> > remo China!!

> >

> > Tjing juga mau mendikte apa yang hrs saya kerjakan untuk rakyat

> > Indonesia!!??? Ha...ha...Dia sudah lupa bahwa dirinyalah yang

> > menganggap paling M-L, mau pulang membangun daerah basis, mimpin

> > tentara rakyat,,,Pikiran dan nasihat yang bagaimana yang bisa

> > diharapkan dari anjing penjilat rezim kapitalis-imperialis Xi jin

> > ping???Mana tahu dia hubungan antara perjuangan rakyat sedunia

> > melawan penghisapan dan penindasan  dengan pembelejetan kejahatan

> > kaum revisionis Tiongkok???Biar saja si Tjing terus mimpi dengan

> > sosialisme ciri Tkk, yang jelas dan nyata di mana-mana terus

> > dilancarkan pendidikan (dalam bahsa Inggris, Spanyol, Perancis!!!)

> > untuk menunjukkan kejahatan remo Tkk dalam menghancurkan sosialisme

> > di Tiongkok dan memutar balik fakta sejarah seperti dalam webinar

> > terakhir memperingatai 100 tahun PKT. MANA TAHU ANTEK REMO INI

> > HUBUNGAN ANTARA PERJUANGAN PEMBEBASAN REVOLUSIONER MELAWAN

> > IMPERIALISME DENGAN PERJUANGAN MELAWAN REVISIONISME MODERN!!??

> > KARENA DIRINYA SENDIRI REMO,  DIA TIDAK  MAU MENGAKUI BAHWA

> > PERJUANGAN RAKYAT AKAN GAGAL KALAU DIBIMBING OLEH REVISIONISME.

> > UNTUK ITU ORANG YANG SERIUS INGIN BERJUANG HARUS TAHU BAHAYA DARI

> > REVISIONISME. MAO SENDIRI SUDAH MENGATAKAN REVISIONISME LEBIH

> > BERBAHAYA DARI PADA DOGMATISME!!! MAKA HARUS DILANCARKAN PERJUANGAN

> > MELAWAN REVISIONISME MODERN TIONGKOK SUPAYA PERJUANGAN MELAWAN

> > IMPERIALISME DUNIA TIDAK DISELEWENGKAN!!!

> >

> > 

> >

> > Si Tjing berkoar-koar tentang perjuangan Mao melawan KMT dan

> > imperialisme.. Siapa sih yang minta dia menguraikan sejarah itu???

> > Yang jelas saya sama sekali tidak perlu obrolan antek remo. SAYA

> > SUDAH DAPAT KULIAH DARI KAWAN-KAWAN TIONGKOK LANGSUNG TENTANG

> > SEJARAH PERJUANGAN PKT, DAN FIKIRAN MAO TSETUNG...GURU-GURU SAYA

> > ADALAH PELAKU LANGSUNG DALAM PERJUANGAN PEMBEBASAN

> > TIONGKOK! .PIDATOLAH KAU DI DEPAN TEMAN-TEMANMU SESAMA REMO

> > PENJILAT PANTAT KAISAR XI, HANYA MEREKALAH YANG AKAN MENDENGARKAN

> > DAN PERCAYA PADA PEPESAN KOSONG YANG TERUS KAU JAJAKAN!!!

> >

 

 

 

Sent from Mail for Windows

 

Tatiana Lukman

unread,
Aug 20, 2021, 8:06:01 AM8/20/21
to Chan CT, GELORA45_In

MATA SENDIRI SUDAH JULING DAN RABUN, TAPI MENYALAHKAN  DAN MENGEJEK ORANG LAIN… ITULAH LAGI CIRI REMO.. BERAPA KALI  HAL INI SDH TERJADI, TAPI OTAK YANG SDH KARATAN TIDAK DAPAT MENYADARINYA… WONG MENGINTERPRETASI TULISAN JUGA SERING KALI NGGAK BECUS!!!! AYO JAWAB PERTANYAANNYA LUSI!!!! JANGAN SEMBUNYI!!! MENUDUH ORANG LAIN SEMBUNYI, PADAHAL DIRINYA SENDIRI YANG TDK BERANI MENGAKUI BAHWA DALAM KASUS PERANG ANTAR IMPERIALIS CHINA VS AS, TIDAK AKAN ANTEK REMO BERPIHAK KEPADA KEPENTINGAN RAKYAT INDONESIA. DIA AKAN BERPIHAK PADA TUANNYA!!!!

 

Sent from Mail for Windows

 

From: Chan CT


Sent: Friday, August 20, 2021 2:35 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Pemenang KO, ...???

 

Hahahaa, .... ini nenek dalam tempurung berani-beraninya merasa diri “pemenang”, KO pula! Siapa yang KO??? Apanya dan siapa yang tak punya argumentasi logis? Bukankah beberapa tanggapan saya tidak juga muncul balasan, ...??? Kemana bersembunyi kepalamu itu, kalau bukan dalam tempurungnya itu?

Chan CT

unread,
Aug 20, 2021, 7:56:23 PM8/20/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Ini nenek jalan pikiran dan sikapnya sudah berubah seperti anak2 lagi, ...!!! Pikirannya kembali munduuuur, dimasa lalu. Hanya saja terjadi kesalahan ingatan akibat tenggelam dalam mimpi indah dalam tidur berkepanjangan didalam tempurungnya itu Yang diingat nama ketika di Beijing, tapi terkecoh dengan nama sahabat yang mirip-mirip. Memangnya kenapa mesti menyebutkan nama asli? Membelokkan persoalan yang diperdebatkan dengan memblejeti isi perut saya??? Masih ada cacing??? Hehehee, ...
 
Masalah2 dibawah dengan “kirim ulang” tsb. juga sudah dijawab berulangkali, termasuk 2X balasan saya dengan judul “Lencana Ketua Mao” yang saya copy dibagian bawah ini, ... DIBACA TIDAK? Atau nenek ini sengaja membutakan diri, tidak sanggup membantah lalu bilang jawaban tidak logis, ... SUDAH KO! Hahahaa, ...
 
Tapi nampak jelas nenek yang satu ini masih juga BELUM mengerti bahwa kebenaran teori dibuktikan dalam praktek! Dan TIDAK BERANI melihat kenyataan sampai sekarang ini, setelah dunia digempur pandemi Covid-19 berkepanjangan lebih setahun, hanya RRT yang berhasil mengendalikan dan mengatasi pandemi dalam waktu 70 hari, dan secara bertahap memulai kembali kehidupan normal dan berproduksi! Dengan demikian pertumbuhan ekonomi sekalipun menurun dibanding tahun sebelumnya, tapi TETAP MAJUUU! Sedang banyak negara maju didunia, tumbuh negatif, ...
 
Deng TIDAk MENYANGKAL Perjuangan klas! Bukankah dalam kenyataan perjuangan klas berlangsung ditengah masyarakat, dan pemerintah Tiongkok dengan cekatan membuktikan kemampuan pegang tali kendali, masih menunjukkan kemampuan kendalikan kapitalis-kapitaslis besar TUNDUK melaksanakan kebijakan yang ditentukan! Begitu sikap TEGAS terhadap Jack Ma, bukan hanya membatalkan sementara IPO Grup Semut, tapi juga menuntut Grup Alibaba membayar denda yang dijatuhkan atas pelanggaran yang terjadi, ...
 
Begitu juga dalam menghadapi imperialisme AS dengan perang dagang yang digencarkan sejak Trump berkuasa, ... TIDAK menyerah! Bukankah kenyataan RRT melawan dengan tegas dan membuat Biden kewalahan menghadapinya?  
 
Begitu juga masalah BURUH mogok, sekalipun hak mogok dalam UU Perburuhan dicabut, tidak berarti buruh-mogoh dilarang. TIDAK! Buktinya, banyak kali aksi mogok terjadi dan tidak ada tokoh-tokoh penggerak aksi mogok itu ditahan/ditangkap, ... lebih lanjut baca dibagian bawah!
 
Kelompok Maois yang terpental keluar PKT. Menurut saya itu kelompok Maois GADUNGAN, setidaknya TIDAK PANTAS menyebutkan diri Maois! Mengapa? Itu hanyalah sekelompok kecil orang-orang yang ekstrim/radikalis dan TIDAK mengerti betul FMTT, bagaimana perjuangan memenangkan pikiran yang dianggap benar itu didalam partai. TIDAK ada keuletan dan kesabaran seperti Mao memperjuangkan pikiran BENAR dalam partai. Mereka hanyalah sekelompok yang tidak beda dengan Zhang Guo Tao dan akhirnya menjadi penghianat itu, ...

Sent from Mail for Windows

 

From: Chan CT


Sent: Friday, August 20, 2021 2:35 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Pemenang KO, ...???

 

Hahahaa, .... ini nenek dalam tempurung berani-beraninya merasa diri “pemenang”, KO pula! Siapa yang KO??? Apanya dan siapa yang tak punya argumentasi logis? Bukankah beberapa tanggapan saya tidak juga muncul balasan, ...??? Kemana bersembunyi kepalamu itu, kalau bukan dalam tempurungnya itu?

Chan CT

unread,
Aug 20, 2021, 10:03:39 PM8/20/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Apa pertanyaan Lusi yang harus saya jawab??? Lalu, dimana saya salah interpretasi tulisan? Coba jelaskan, ...
 
 
Sent: Friday, August 20, 2021 8:05 PM
Subject: RE: [GELORA45] Pemenang KO, ...???
 

MATA SENDIRI SUDAH JULING DAN RABUN, TAPI MENYALAHKAN  DAN MENGEJEK ORANG LAIN… ITULAH LAGI CIRI REMO.. BERAPA KALI  HAL INI SDH TERJADI, TAPI OTAK YANG SDH KARATAN TIDAK DAPAT MENYADARINYA… WONG MENGINTERPRETASI TULISAN JUGA SERING KALI NGGAK BECUS!!!! AYO JAWAB PERTANYAANNYA LUSI!!!! JANGAN SEMBUNYI!!! MENUDUH ORANG LAIN SEMBUNYI, PADAHAL DIRINYA SENDIRI YANG TDK BERANI MENGAKUI BAHWA DALAM KASUS PERANG ANTAR IMPERIALIS CHINA VS AS, TIDAK AKAN ANTEK REMO BERPIHAK KEPADA KEPENTINGAN RAKYAT INDONESIA. DIA AKAN BERPIHAK PADA TUANNYA!!!!

 

Sent from Mail for Windows

 

From: Chan CT


Sent: Friday, August 20, 2021 2:35 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Pemenang KO, ...???

 

Hahahaa, .... ini nenek dalam tempurung berani-beraninya merasa diri “pemenang”, KO pula! Siapa yang KO??? Apanya dan siapa yang tak punya argumentasi logis? Bukankah beberapa tanggapan saya tidak juga muncul balasan, ...??? Kemana bersembunyi kepalamu itu, kalau bukan dalam tempurungnya itu?

kh djie

unread,
Aug 21, 2021, 9:10:21 AM8/21/21
to GELORA45_In, ur...@googlegroups.com
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages