
“Keajaiban luar biasa”, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam komunike pers kemarin (30/6) resmi mengumumkan bahwa Tiongkok secara resmi memperoleh sertifikasi bebas malaria. Dengan demikian Tiongkok menjadi negara pertama yang memperoleh sertifikat WHO tersebut di kawasan Pasifik Barat selama 30 tahun ini.
Prestasi ini diperoleh melalui upaya susah payah. Pada 1940-an Tiongkok melaporkan 30 juta kasus penyakit malaria per tahun, tetapi sejak 2017 angka ini menurun sampai nol hingga kini. Ini adalah hasil pembangunan sistem jaminan kesehatan seluruh rakyat dan hasil nyata partai berkuasa Tiongkok yang selalu menomor-satukan keselamatan jiwa dan kesehatan rakyatnya.

Tiongkok selalu berada pada jajaran terdepan untuk melawan malaria. Sebagai negara paling banyak populasinya di dunia, Tiongkok bebas malaria tidak hanya memperlihatkan peningkatan level kesehatan tapi juga kemajuan HAM. Meyusul pengentasan kemiskinan mutlak, bebas malaria adalah kontribusi luar biasa Tiongkok lagi kepada kesehatan manusia serta HAM dunia.
Pengobatan malaria dengan artemisinin yang ditemukan tim Tu Youyou, ahli kedokteran tradisional yang juga pemenang hadiah Fisiologi dan Kedokteran Nobel telah menyelamatkan jutaan jiwa di negara-negara berkembang, dan obat itu kini direkomendasikan WHO sebagai obat nomor satu untuk penyakit malaria.
Padahal, baik bebas malaria maupun kesuksesan penanggulangan wabah Covid-19 telah mengingatkan dunia internasional bahwa umat manusia adalah komunitas senasib. Solidaritas dan kerja sama adalah satu-satunya solusi tepat untuk menangani krisis kesehatan publik global.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CC49B390AA10420988BF6BCEA6EBB679%40A10Live.
Bung Djie, bagaimana kabarnya?Baik sekali kalau Tiongkok sudah bebas dari penyakit malaria. Sebagaimana kita semua tau bahwapenyakit malaria adalah salah satu penyakit yang sangat meresahkan terutama di negeri tropis (panas)seperti Indonesia. Saya sendiri pernah kena malaria sewaktu masih anak-anak dan tinggal di kampunghalaman di Sumatera.Sepanjang yang saya ketahui Kuba juga merupakan negeri yang bebas dari penyakit malaria. BebasnyaKuba dari penyakit malaria sudah lama dan itu atas usaha dan penelitian dari para pekerja kesehatan Kuba sendiri.Yang kita harapkan tentu saja tanah air kita yang merupakan negeri tropis dengan cuaca yang begitu panasjuga bisa dibebaskan dari penyakit malaria yang menjadi momok dikalangan rakyat itu. Tentu saja ini hanyaharapan. Kapan bisa bebas dan bagaimana caranya tentu kita harapkan atas usaha dari para ahli kesehatanbersama rakyat Indonesia itu sendiri.SalamS.Manap.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavixpf%2BWy7eUfvhdcj-hhL_z-iC_%3DBZ_H0wMVGuf9VwsGw%40mail.gmail.com.