Presiden AS Joe Biden pada hari Jumat kemarin (11/2) menandatangani perintah eksekutif tentang aset Bank Sentral Afghanistan yang dibekukan di AS, dan berencana untuk menggunakan setengah aset tersebut untuk memberikan kompensasi kepada para korban serangan teroris dalam Peristiwa Serangan 11 September. Taliban Afghanistan segera mengecam perintah eksekutif tersebut.
Menurut penjelasan
Gedung Putih mengenai perintah eksekutif tersebut, Biden meminta agar aset Bank
Sentral Afghanistan di AS sebanyak sekitar 7 miliar dolar AS dibagi rata,
setengahnya akan digunakan sebagai sumber dana untuk memberikan kompensasi
kepada para korban Peristiwa Serangan 11 September, dan setengah lainnya akan
ditransfer ke sebuah rekening di Federal Reserve Bank
of New York untuk
membantu “rakyat Afghanistan”, sementara itu dengan jelas mengatakan bahwa aset
ini tidak akan dikembalikan ke Taliban Afghanistan.
Pada hari yang sama, Mohammad Naim, juru bicara Kantor Politik Taliban Afghanistan di Doha, mengecam AS karena “mencuri” properti rakyat Afghanistan. Naim memposting di media sosial bahwa pencurian aset rakyat Afghanistan yang dibekukan di AS menunjukkan bahwa AS telah “jatuh ke tingkat terendah dalam sifat manusia dan moralitas”.