
Pada tanggal 16 Mei waktu setempat, pasukan penjaga perdamaian Tiongkok angkatan ke-16 di Sudan lulus pemeriksaan peralatan sebelum mengakhiri Misi PBB-Uni Afrika di Darfur (UNAMID).

“Dalam pemeriksaan ini, pasukan penjaga perdamaian Tiongkok melakukan persiapan penuh. Ini adalah pemeriksaan repatriasi terbaik dari semua negara. Semua kendaraan dan peralatan lulus sesuai dengan standar PBB. Pekerjaan profesional Tiongkok diapresiasi oleh ketua tim UNAMID.

Sebagai satu-satunya kekuatan pendukung teknik UNAMID, pasukan penjaga perdamaian Tiongkok angkatan ke-16 di Sudan telah melakukan tugas seperti membersihkan dan mengatur ulang semua kamp. Mereka berpindah dari kamp ke kamp, dan melakukan 22 kali manuver jarak jauh dengan total jarak tempuh hampir 3.000 kilometer.


Juru Bicara Kemeterian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian menyatakan, Tiongkok sepenuhnya memahami dan mendukung tuntutan kebanyakan negara berkembang tentang pencabutan HKI Vaksin Covid-19.

Zhao Lijian menekankan,“sebagai negara berkembang terbesar dan anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, asalkan hal tersebut menguntungkan penanggulangan wabah negara-negara berkembang, Tiongkok pasti akan melakukannya. Asal tindakan tersebut dapat menguntungkan negara berkembang untuk menerima vaksin secara adil, akan didukung oleh Tiongkok. Inilah manifestasi vaksin Covid-19 sebagai ‘produk umum global’, dan berarti untuk membentuk komunitas kesehatan umat manusia. Berdasarkan perkembangan tersebut, Tiongkok sepenuhnya memahami dan mendukung tuntutan kebanyakan negara berkembang terkait pencabutan HKI vaksin Covid-19. ”

Zhao Lijian memperkenalkan, Tiongkok telah menyediakan bantuan vaksin kepada 80 lebih negara dan 3 organisasi internasional, mengekspor vaksin kepada 50 lebih negara, melakukan peralihan teknologi dan kerja sama produksi dengan belasan negara berkembang termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab, dan mendorong produksi vaksin dalam skala besar. Baru-baru ini, vaksin Sinopharm telah memperoleh izin penggunaan darurat dari WHO, kini berbagai hal penyediaan vaksin kepada COVAX sedang didorong. Tiongkok juga mengumumkan akan menyediakan vaksin kepada Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB dan Komite Olimpiade Internasional, dan hal tersebut telah mencapai kemajuan positif.

Zhao Lijian menunjukkan, selama beberapa waktu ini, dalam keadaan jumlah penduduk yang sangat besar dan pasokan vaksin yang ketat, melalui kerja kerasnya sendiri, Tiongkok memberikan kontribusi yang sesungguhnya demi aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin covid-19 di negara-negara berkembang. Tiongkok akan terus memberikan kontribusi demi pengaksesan vaksin secara adil di negara berkembang. Sementara itu, Tiongkok juga mengimbau negara yang berkemampuan untuk mendukung dan membantu negara-negara berkembang memperoleh vaksin dengan aksi riil, dan berkontribusi demi kemenangan perlawanan pandemi Covid-19 umat manusia.




