Jakarta
- Baliho bergambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat viral karena
disindir oleh pemuda yang menyebutnya sebagai 'orang Yaman'. Kini, giliran Dewan
Pembina (Wanbin) DPP PSI yang bersuara mengenai sindiran kepada Anies
itu.
Adalah
Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni yang bersuara soal sindiran Anies
'orang Yaman'. Raja menyuarakan tanggapannya melalui cuitan di akun media
sosialnya.
Tegaskan
Anies Pribumi Seperti Ahok
Raja
menegaskan Anies Baswedan, Najwa Shihab, hingga Tsamara Amany merupakan warga
negara Indonesia (WNI). Raja menyebut ketiganya juga merupakan pribumi seperti
Ahok.
Baca
juga:
Wanbin
PSI: Anies-Tsamara Bukan 'Orang Yaman', Mereka WNI Seperti
Ahok
"Anies
Baswedan, Tsamara Alatas, Najwa Shihab bukan 'orang Yaman'. Mereka warga negara
Indonesia. Mereka 'pribumi' seperti Ahok, Grace Natalie, William Sarana," kata
Raja Juli di media sosialnya yang dibagikan kepada wartawan, Kamis
(3/5/2022).
Ajak
Memahami Konsep Warga Negara
Raja
Juli mengajak seluruh pihak memahami konsep warga negara. Pemahaman terhadap
warga negara dinilai akan menghindari cara berpikir yang mengaitkan Anies hingga
Tsamara dengan 'orang Yaman'.
"Konsep
nation-state landasannya citizenship yang mengatasi identitas suku dan agama,"
ujar Raja Juli.
Baca
juga:
Baliho
Anies di Sidoarjo Kini Tak Ada Lagi Usai Heboh 'Orang
Yaman'
"Bisa
kita mulai berpikir begini usai puasa?" imbuhnya.
PSI
DKI Bela Anies
Diketahui,
video pemuda berkaus kuning menyindir baliho gambar Anies Baswedan dengan 'orang
Yaman' pernah viral di media sosial. Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor
Sianipar menyinggung cara menilai orang berdasarkan ide dan gagasan.
"Keliru!
Gubernur Anies itu adalah orang Indonesia. Kita harus sudahi perpecahan, dan PSI
tegas menolak rasisme oleh siapa pun kepada siapa pun. Menilai seseorang harus
bicara ide dan gagasan," kata Michael, dalam keterangan tertulis, Sabtu
(1/5).
Simak
selengkapnya di halaman selanjutnya...
Michael
mengatakan pihaknya tidak dapat menerima bentuk rasis dan SARA kepada siapa pun.
Terlebih, menurutnya, hal ini dapat berpotensi berlanjut hingga Pemilu
2024.
"Kami
tentunya tidak bisa terima narasi yang seperti ini. Tidak hanya soal Pak Anies,
ini soal menjaga keindonesiaan kita. Bersikap rasis dan mengungkit SARA untuk
menjatuhkan orang membuat makin sempit pikiran kita. Makin tidak ada ujungnya
hina-hinaan, bahkan bisa terus sampai 2024 kalau tidak disetop,"
tuturnya.
Tsamara
Pernah Diserang Cuit 'Antek Yaman'
Eks
politikus PSI Tsamara Amany diketahui pernah mendapat serangan di media sosial.
Dia disebut-sebut 'antek Yaman' yang mengaitkan foto dengan suaminya dan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Baca
juga:
Suara
PSI Minta Sudahi Perpecahan Kala Anies Disindir 'Orang
Yaman'
Cuitan
itu berasal dari akun yang disebut-sebut milik kader GP Ansor. Belakangan GP
Ansor memberikan klarifikasi bahwa akun tersebut bukan milik kader
mereka.
Seperti
dilihat detikcom, Sabtu (23/4), akun @GusNadjb me-retweet salah satu akun yang
berisi foto pernikahan Tsamara Amany dengan suaminya dan dihadiri Anies
Baswedan. Dalam retweet-nya, akun @GusNadjb menyebut 'sesama antek Yaman saling
berpelukan'.
Tsamara
lantas angkat bicara terkait serangan 'antek Yaman' itu. Tsamara mengaku
bersahabat baik dengan Banser dan GP Ansor. Menurut dia, rasisme dan seksisme
bukan karakter dari badan otonom kepemudaan milik Nahdlatul Ulama itu.
"Saya
bersahabat baik dengan Ansor dan Banser. Saya tahu mereka ini karakternya luar
biasa. Rasisme dan seksisme bukan karakter sahabat Ansor dan Banser," kata
Tsamara Amany kepada detikcom, Minggu (24/4).
Tsamara
menilai pencatut foto kader yang memviralkan cuitan 'antek Yaman' itu telah
menjelekkan nama Ansor serta Banser. Dia mendorong orang di balik akun tersebut
diproses hukum dengan adil.
"Jadi
memang sudah sewajarnya mereka yang menjelekkan nama Ansor dan Banser ini
diproses secara hukum dengan adil," katanya.
(drg/maa)
Baca
artikel detiknews, "Giliran Wanbin PSI Bersuara Usai Anies Disindir 'Orang
Yaman'" selengkapnya