Luhut Panjaitan: Pemilu Langsung Perlu Di Evaluasi ; Luhut Ungkap Alasan Kenapa Orang Luar Jawa Susah Jadi Presiden

2 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Sep 22, 2022, 10:44:34 PM9/22/22
to GELORA45_In

KEMBALIKAN UUD’45 ASLI PUNG…!
Luhut Panjaitan: Pemilu Langsung Perlu Di Evaluasi

Luhut Panjaitan. (Ist)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan agar sistem penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) langsung dievaluasi.

Menurut Luhut, perlu ada pembicaraan mengenai apakah perlu mengembalikan sistem Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tertinggi negara.

Seperti diketahui, sebelum Reformasi, MPR berhak memilih presiden dan wakil presiden dengan suara terbanyak.

“Ya saya kira itu [mengembalikan sistem MPR] bisa dibicarakan, bisa diomongin. Biarlah rakyat itu, atau politisi kita dengan jernih melihat mana sih yang terbaik dengan kondisi sekarang ini,” ujar Luhut saat berbincang dengan Rocky Gerung dalam kanal YouTube RGTV channel ID, Rabu (21/9/2022).

Luhut mencontohkan Amerika Serikat (AS), yang menggunakan sistem pemilu electoral college. Menurutnya, AS, yang tingkat pendidikan masyarakatnya lebih baik daripada Indonesia, tak menggunakan sistem pemilihan secara langsung.

Oleh sebab itu, jelasnya, tak ada salahnya memikirkan ulang sistem pemilu di Indonesia.

“Amerika aja kan tidak ada, rekrut. Kita super maju. Dengan tingkat pendidikan kita yang menurut saya masih kalah dari mereka [AS] ya. Saya kira perlu dievaluasi, karena apa? Tanpa kita sadari, kita juga mendidik rakyat kita untuk juga menerima barang itu [pemilu langsung]. Itu kan sebenarnya kita enggak sadari,” ucap lulusan George Washington University tersebut.

Luhut mengatakan, para pendiri bangsa atau the founding fathers saja sempat mengubah sistem pemerintahan dengan mengangkat Soekarno menjadi presiden seumur hidup.

Dia juga mencontohkan Jerman, yang mana tidak ada pembatasan masa jabatan kanselir, jika memang selama empat tahun sekali terus terpilih.

Meski begitu, dia mengingatkan, ide tersebut perlu disesuaikan dengan situasi Indonesia sekarang.

“Saya hanya terus berpikir, the founding fathers kita dulu kok bilang tanpa batas. Tapi itu apakah cocok? Ya mungkin perlu kita adakan penyesuaian di sana-sini. Kita liat di tempat lain di mana, seperti di Jerman,” jelasnya

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Luhut juga berharap agar publik tak langsung menolak ide tersebut, apalagi langsung marah. Sebagai masyarakat intelektual, lanjutnya, perbedaan ide ataupun gagasan harus dihargai. (Web Warouw)

YANG PENTING JOKOWI AJA PUNG…!.
Luhut Ungkap Alasan Kenapa Orang Luar Jawa Susah Jadi Presiden

Menko Marves, Luhut Panjaitan. (Ist)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyarankan bagi tokoh yang ingin jadi presiden namun bukan bersuku Jawa, sebaik melupakan impiannya.

Menurutnya, saat ini tak mungkin tokoh non-Jawa terpilih jadi presiden, meski dia tak menampik beberapa puluh tahun mendatang keadaan bisa berubah.

“Kalau Anda bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini, saya enggak tahu 25 tahun lagi, sudah lupain deh. Enggak usah kita memaksakan diri kita. Sakit hati, yang bikin sakit hati ya kita sendiri,” ujar Luhut saat berbincang dengan Rocky Gerung dalam kanal YouTube RGTV channel ID, Rabu (21/9/2022).

Dia mengatakan, fakta antropologi masyarakat Indonesia saat ini masih sangat berorientasi kesukuan. Sebagai informasi, berdasarkan sensus penduduk pada 2010 lalu, mayoritas atau sekitar 40,22 persen masyarakat Indonesia bersuku Jawa.

Oleh sebab itu, Luhut menyarankan para tokoh non-Jawa yang ingin jadi presiden harus membaca fakta antropologi tersebut sebelum nantinya kecewa.

“Ya antropologi. Anda scientific, Anda enggak baca itu, ya maaf, Anda bodoh atau apa itu,” jelasnya.

Secara pribadi, Luhut mengakui bahwa kesempatan dirinya terpilih menjadi presiden juga sangat tipis. Apalagi, lanjutnya, dirinya termasuk dual minoritas, baik dari suku maupun agama.

“Termasuk saya, saya sudah Batak, Kristen lagi. Ya jadi saya bilang, ya sudah cukup itu. Kita sudah tahu, ngapain kita menyakiti diri saya. Istri saya juga bilang, ‘kamu ngapain sih Pa? Memang enggak mau? Syukur lah, haleluya’ dia bilang,” ungkapnya. (Wrb Warouw)

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages