Sekitar pukul 8, pemimpin lima negara BRICS berfoto bersama secara virtual dan pertemuan dimulai.

Presiden RRT Xi Jinping menyampaikan pidato bertema ‘Kuasai Arus Zaman, Ciptakan Masa Depan yang Cerah’ secara virtual di depan upacara pembukaan Forum Bisnis BRICS pada hari Rabu kemarin malam (22/6).
Presiden Xi menunjukkan, saat ini dunia sedang mengalami perubahan yang tiada taranya dalam seratus tahun ini dan pandemi Covid-19, berbagai tantangan keamanan bermunculan, pemulihan ekonomi dunia amat sulit, pembangunan global pun menghadapi kekandasan berat. Menuju kemana dunia ini? Perdamaian atau peperangan? Pembangunan atau resesi? Keterbukaan atau ketertutupan? Kerja sama atau konfrontasi? Semuanya adalah pertanyaan tantanga zaman yang kita hadapi.
Presiden Xi menekankan, meskipun terkadang mengalami berbagai kendala, tapi Tiongkok selalu dapat berkembang maju tanpa berhenti. Meskipun situasi internasional berubah secara drastis, tapi tren keterbukaan dan pembangunan tak akan berubah, keinginan untuk bekerja sama dengan bergaendengan tangan menghadapi tantangan pun tak akan berubah.
Pertama, kita harus bersolidaritas, bersama-sama memelihara perdamaian dan kestabilan dunia.
Kedua, kita harus bergotong royong, bersama-sama mendorong pembangunan berkelanjutan global.
Ketiga, kita komunitas senasib sepenanggungan, harus bersama-sama mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan.
Keempat, kita harus bersikap inklusif, bersama-sama memperluas keterbukaan dan intergrasi.
Presiden Xi menekankan, menghadapi lingkungan pembangunan dalam dan luar negeri yang rumit dan serius, Tiongkok giat mengkoordinasikan pencegahan wabah dengan pembangunan ekonomi, berpegang teguh pada politik memprioritaskan kepentingan rakyat dan keselamatan jiwa, secara maksimal melindungi kesehatan rakyat, serta semaksimal mungkin menstabilkan situasi pokok ekonomi.
Tiongkok akan terus mengintensifkan penyesuaian kembali kebijakan makro, mengambil langkah yang lebih efektif, serta berupaya mewujudkan target pembangunan ekonomi tahun ini. Pada paro kedua tahun 2022, Tiongkok akan mengadakan Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok untuk menentukan gambar biru pembangunan Tiongkok pada tahap selanjutnya.
Tiongkok akan bertolak dari tahap pembangunan yang baru, melaksanakan konsep pembangunan yang baru, aktif menyusun pola pembangunan yang baru, dan berupaya mewujudkan pembangunan bermutu tinggi. Ke depan Tiongkok akan terus meningkatkan level keterbukaan, membangun sistem baru ekonomi yang lebih terbuka, terus menciptakan lingkungan bisnis yang semakin dimarketisasi, dilegalisasi dan diinternasionalisasi. Tiongkok menyambut investasi asing di Tiongkok, meningkatkan kerja sama ekonomi dan bersama berbagi peluang pembangunan.
Xi Jinping menunjukkan, krisis akan mendatangkan kekacauan, tapi juga memicu reformasi, dan kuncinya tergantung pada bagaimana penanggapannya.
Pihak Tiongkok bersedia bersama dengan mitra BRICS mendorong pelaksanaan inisiatif pembangunan global, mendorong agenda pembangunan berkelanjutan tahun 2030 PBB, membentuk komunitas pembangunan global dan membantu direalisasinya pembangunan global yang lebih kencang, hijau dan sehat.
Xi Jinping menunjukkan, pemikiran Perang Dingin dan politik kekuatan masih membayangi seluruh dunia. Ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional masih terus bermunculan.
Sejumlah negara berupaya memperluas persekutuan militer untuk memperoleh keamanan mutlak dan memaksa negara-negara mengambil pilihan dan menimbulkan perlawanan kelompok. Kalau kecenderungan berbahaya ini terus berkembang, dunia akan menjadi lebih bergolak.
Negara-negara BRICS hendaknya mempraktekkan multilateralisme dalam arti sesungguhnya, menjunjung keadilan, menentang hegemoni, menentang bullying,memelihara solidaritas dan menentang perpecah-belahan.
Pihak Tiongkok bersedia bersama dengan mitra BRICS menempuh sebuah jalan keamanan tipe baru dan memberikan stabilitas dan tenaga positif kepada dunia.
Lebih lanjut Xi Jinping menunjukkan, dengan meninjau kembali satu tahun yang lalu, wabah Covid-19 merebak di dunia, pemulihan ekonomi dunia yang berliku-liku, dan masalah perdamaian dan keamanan amat menonjol. Menghadapi situasi dunia yang serius dan rumit, negara-negara BRICS selalu berpegang pada semangat BRICS yang terbuka, inklusif, kooperatif dan mengupayakan kemenangan bersama, meningkatkan solidaritas dan kerja sama, dan dengan bergandengan tangan mengatasi kesulitan. Mekanisme BRICS menunjukkan ketangguhan dan vitalitas, dan kerja sama BRICS mencapai kemajuan dan hasil yang positif.
Xi Jinping menegaskan, pertemuan kali ini bertepatan pada saat krusial ke mana masyarakat manusia menuju. Negara-negara BRICS sebagai negara emerging market dan negara berkembang yang besar hendaknya berani memikul tanggung-jawab, dan memberikan kekuatan yang positif, stabil dan konstruktif kepada dunia.
Pertama, kita hendaknya mengeluarkan suara yang adil, mendorong masyarakat internasional mempraktekkan multilateralisme dalam arti sesungguhnya, memelihara sistem internasional dengan PBB sebagai intinya dan tata tertib yang berdasarkan hukum internasional, melepaskan pemikiran Perang Dingin dan perlawanan kelompok,menentang sanksi secara sepihak, menyalah-gunakan sanksi, dan dengan keluarga besar yaitu komunitas senasib sepenanggungan manusia menggantikan lingkaran kecil hegemonis.
Kedua, kita hendaknya menebalkan keyakinan mengatasi wabah, bertolak dari sikap bertanggung-jawab kepada rakyat dan jiwa, membentuk pagar pengontrolan wabah, meningkatkan kerja sama internasional dalam penanggulangan wabah dan menjaga bersama kesehatan dan keselamatan jiwa manusia.
Ketiga, kita hedaknya mengumpulkan kekuatan pemulihan ekonomi meningkatkan penyelarasan kebijakan makro, menjamin keamanan dan kelancaran rantai industri dan rantai pemasok, membentuk ekonomi dunia tipe terbuka, mencegah dan melenyapkan resiko dan tantangan yang dihadapi dalam pembagunan dunia, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan lebih tangguh.
Ke-empat, kita hendaknya mendorong pembangunan berkelanjutan, mempertahankan pikiran pembangunan yang mengutamakan rakyat, meningkatkan alokasi dana di bidang-bidang pengentasan kemiskinan, bahan pangan, pendidikan dan kesehatan, memajukan pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutn 2030 PBB dan mewujudkan pembangunan global yang lebih kencang, hijau dan sehat.