Dewan Keamanan PBB meluluskan resolusi terkait bantuan kemanusiaan Afghanistan pada hari Rabu lalu (22/12).

Terkait hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers Kamis kemarin (23/12) mengatakan, Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu lalu, secara bulat meluluskan Resolusi no. 2615 terkait masalah bantuan kemanusiaan Afghanistan. Duta Besar Tetap Tiongkok untuk PBB Zhang Jun telah memaparkan pendirian Tiongkok secara menyeluruh.

Sebagai tetangga baik dan teman tulus Afghanistan, Tiongkok sangat memperhatikan situasi kemanusiaan Afghanistan, dengan berbagai cara membantu Afghanistan menyelesaikan kesulitan kehidupan rakyat, sementara itu, juga mendukung PBB memainkan peranan koordinasi yang lebih besar, dan mengimbau para mitra internasional meningkatkan bantuan kepada Afghanistan.

Tiongkok selalu berpendapat, pada dasarnya, bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan tidak melanggar resolusi terkait Dewan Keamanan PBB, dalam keadaan apa pun, bantuan kemanusiaan tidak boleh bersyarat, juga tidak boleh dipolitisasi. DK PBB harus memainkan peranan konstruktif dalam masalah bantuan kemanusiaan Afghanistan. Berbagai aksi harus dapat menjelaskan keraguan, bermanfaat untuk mengadakan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan secara tepat waktu, lancar dan tanpa halangan. Akan tetapi, dalam proses pembahasan resolusi ini, sejumlah anggota DK mengajukan ketentuan batas waktu, skala bantuan dan mekanisme laporan yang rumit, memberikan pembatasan dan syarat terhadap bantuan kemanusiaan Afghanistan, hal ini telah menyimpang dari tujuan semula. Maka, Tiongkok selalu bersikap konstruktif dalam berkonsultasi dan mengajukan usulan perbaikan. Pada akhirnya, resolusi menerima masukan Tiongkok. DK secara bulat meluluskannya dan memberikan penjelasan masalah krusial, memberikan dasar hukum yang jelas untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan pada Afghanistan.

Zhao Lijian menyatakan, kita juga harus memperhatikan bahwa sejak bulan Agustus tahun ini, situasi Afghanistan mengalami perubahan nyata, sebanyak 39 juta orang Afghanistan sedang menghadapi krisis kemanusiaan. AS dan NATO harus bertanggung jawab terhadap situasi Afghanistan saat ini, harus mawas diri, dan segera mencairkan aset Afghanistan di luar negeri, bersama dengan komunitas internasional membantu Afghanistan memulihkan ekonomi dan pembangunannya, serta mengurangi kesulitan yang dihadapi rakyat Afghanistan.


Yuvel Ben Sadeh—Ketua Kamar Dagang Israel untuk Tiongkok
Jika mau mengenal Tiongkok, Anda seharusnya memahami Repelita dalam bahasa Mandarin, artinya rencana lima tahun yang direncanakan oleh Tiongkok terkait dengan pembangunan penting nasional, distribusi tenaga produktif serta hubungan proporsi penting dengan perekonomian nasional. Repelita tidak hanya menetapkan pedoman dan arah perkembangan ekonomi nasional dalam jangka panjang, tapi juga memberikan pemikiran yang cermat dan tujuan yang ditetapkan pada setiap tahap.
Dewasa ini, Tiongkok sedang berupaya untuk mewujudkan inovasi mandiri, mengembangkan pasar domestik, demi mengurangi andalan akan ekonomi Barat, dan terus memenuhi kebutuhan rakyat terhadap kehidupan indah. Benar, berbeda dengan distorsi media Barat, Tiongkok sangat mementingkan rasa untung rakyatnya, yaitu Tiongkok menanam banyak dana di bidang pendidikan, tingkat melek huruf di Tiongkok telah melampaui 97%; pemerintah Tiongkok dengan sekuat tenaga memperluas lapangan kerja dan meningkatkan upah minimum kota; meningkatkan pembangunan infrastruktur kesehatan, mengintensifkan pelayanan medis; Tiongkok juga dengan aktif menanam investasi di bidang pembangunan infrastruktur. Coba bayangkan, naik kereta api cepat di Tiongkok sama mudahnya seperti naik taksi di Israel.
Israel adalah ‘laboratorium’ teknologi tinggi di dunia, namun terbatasi oleh skala pasarnya, sedangkan Tiongkok adalah pasar yang raksasa dan terus berkembang, dan membutuh lebih banyak pengetahuan dan teknologi. Orang Tiongkok memandang penting pengetahuan dan pendidikan secara tradisional, ini sebabnya kenapa Tiongkok selalu menjunjung tinggi kebudayaan “teknologi memutuskan perkembangan, kerja sama mewujudkan menang bersama”.
Kedua negara akan segera merayakan genap 30 tahun penggalangan hubungan diplomatik Israel-Tiongkok, ini merupakan tonggak sejarah penting. Selama 30 tahun ini, orang Tiongkok terus belajar dan mencapai kemajuan, orang Tiongkok mengejar kehidupan indah dan berupaya keras untuk merealisasinya. Dengan latar belakang itulah, kalangan bisnis Israel berkembang pesat di Tiongkok dan mewujudkan menang bersama. Ekonomi dunia yang dipimpin oleh negara-negara Barat yang mementingkan profit mulai mundur dari panggung sejarah, aturan permainan sekarang ialah inovasi, dan jelas sekali perkembangan putaran baru ini akan dipimpin oleh Tiongkok.