Ketua Partai Oposisi Taiwan Kuomintang Disebut Kecewakan Publik Gegara Mengunjungi China

1 view
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Aug 11, 2022, 9:31:08 PM8/11/22
to GELORA45_In

Kuomintang sudah menjadi parpol tidak bertulang, sebagai partai oposisi tidak berani berterus-terang dan tegas menentang kebijakan Partai Demokrat Progresif, Tsai Yingwen yang berkuasa, sebaliknya ikutan kebijakan “Melindungi Taiwan dengan memusuhi Tiongkok”, ikut-ikutan anti-Tiongkok dengan gamblok AS dan terakhir ini ikut menyambut hangat kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, ...

Menghadapi aksi militer RRT mengepung pulau Taiwan dengan 7 wilayah terlarang untuk sasaran latihan-militer, sebagai protes keras terhadap kunjungan Pelosi di Taiwan, dan keluarkan keputusan 3 Membatalkan dan 5 Menghentikan sementara yang berati kontak hubungan RRT-AS diputus, STOP! Mestinya Koumintang bisa berperan menyalurkan suara banyak rakjat Taiwan TIDAK MAU PERANG, tidak hendak Taiwan di Ukraina-kan menjadi medan perang AS-RRT, menuntut kehidupan damai dan aman-tentram yang keras itu harus diperjuangkan dengan RRT! Apalagi menghadapi kenyataan penguasa Taiwan menunjukkan ketidak mampuan menghadapi aksi militer Tiongkok kali ini, dan, tidak ada negara asing, baik AS maupun Jepang yang bisa dan berani turun tangan membantu!
Jadi, yang utama harus dipikirkan BAGAIMANA SELAMATKAN RAKYAT Taiwan! Selamatkan Taiwan dari perang! Ketidak seimbangan kekuatan militer bukan dipecahkan dengan terus membeli senjata sebanyak-banyaknya dan secanggih mungkin dari AS, ... Tapi, merubah kebijakan dari “Melindungi Taiwan dengan memusuhi RRT” menjadi “Melindungi Taiwan dengan berdamai, bersahabat dan berjuang bersama-sama dengan RRT disegala bidang, ...!” Bukankah banyak orang Taiwan merasa tenang, aman dan tentram hidup di masa 10 tahun Ma Yingjiu, ... kenapa harus dirusak oleh Tsai Yingwen dan dibiarkan bahkan direstui Kuomintang sendiri? Dimana peran partai oposisi? Bukankah kenyataan selama 40-an tahun terakhir ini, Taiwan sangat diuntungkan, lebih 40% PDB dan ditahun 2021 lebih 170 Milyar USD dari RRT! Apa jadinya kalau hubungan ekonomi-perdagangan yang begitu baik dengan RRT dihancurkan akibat memushi dan dijatuhi sanksi bahkan ditutup habis oleh RRT, ... Apa dan bagaimana penguasa Taiwan bisa bertahan dan menyelamatkan kehidupan Rakyat Taiwan dengan lebih baik??? 
Jadi, ... adanya kesempatan dan kemungkinan Andrew Hsia, wk. Ketua Kuomintang berkunjung ke Tiongkok, kenapa tidak gunakan kesempatan baik itu untuk berdialog, syukur bisa menemukan titik-temu PERDAMAIAN! Bukankah adanya kesempatan berdialog, bisa duduk dimeja perundingan akan jauh lebih menguntungkan ketimbang meningkatkan ketegangan dengan perang mulut dan aksi-aksi militer yang terjadi, ...
Salam-damai, ....!
 

Ketua Partai Oposisi Taiwan Kuomintang Disebut Kecewakan Publik Gegara Mengunjungi China

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:19 WIB
   
Ketua Partai Oposisi Taiwan Kuomintang Disebut Kecewakan Publik Gegara Mengunjungi China (Unsplash)
Ketua Partai Oposisi Taiwan Kuomintang Disebut Kecewakan Publik Gegara Mengunjungi China (Unsplash)
 

SINAR HARAPAN - KUNJUNGAN wakil ketua partai oposisi Taiwan Kuomintang di China daratan mulai Rabu (10/8) membuat marah pimpinan Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa.

Kunjungan Andrew Hsia tersebut telah memicu kontroversi karena dilakukan di tengah tekanan 
militer dan ekonomi terhadap Taiwan yang dilakukan oleh China.

China melakukan tekanan sebagai balasan atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan yang dinilai bertentangan dengan kebijakan Satu China, tulis kantor berita Taiwan CNA.

Dewan Urusan 
China Daratan (MAC) Taiwan pada Selasa (9/8) malam menyatakan bahwa kunjungan Hsia sangat tidak tepat secara politis.

Baca Juga: Nyatakan Selesai Lakukan Pengujian Kapasitas Tempur, China Akhiri Latihan Militer di Sekitar Taiwan

Kunjungan itu menimbulkan kebingungan masyarakat internasional yang melihat cara pandang masyarakat Taiwan dalam menyikapi ancaman militer dari China, kata MAC.

Seperti dikutip oleh CNA, Pemimpin
Taiwan Tsai Ing Wen, yang juga Ketua Umum DPP,  pada Rabu mengatakan bahwa kunjungan pemimpin Kuomintang itu mengecewakan masyarakat Taiwan dan memberikan sinyalemen buruk kepada masyarakat internasional.

Hsia beralasan bahwa kunjungan itu adalah bentuk dukungan kepada para pebisnis asal 
Taiwan dan tidak akan terdampak oleh latihan militer China.

Menurut dia, di mata MAC tidak akan ada waktu yang tepat untuk berkunjung ke 
China daratan.

Baca Juga: China Rilis Buku Putih soal Taiwan, Tulis 'Taiwan Itu Milik China Sejak Zaman Kuno'

Andrew Hsia menambahkan bahwa kunjungannya ke Kota Xiamen, Provinsi Fujian, yang dipisahkan oleh Selat Taiwan, adalah untuk menghadiri forum bisnis dan bertemu masyarakat Taiwan yang belajar dan tinggal di wilayah selatan China daratan itu.

"Ini kunjungan apolitis yang bertujuan untuk mengetahui pandangan mereka dan memberikan bantuan," cuit
Kuomintang di Twitter.

Ketua Umum 
Kuomintang Eric Chu membela koleganya dengan mengatakan bahwa partainya, komunitas internasional, dan Tsai sangat menginginkan perdamaian lintas-Selat sehingga dia menganggap kunjungan itu penting untuk membangun komunikasi dan pertukaran pandangan lintas-Selat.

Sementara itu, juru bicara Kantor Urusan 
Taiwan Dewan Pemerintahan China, Ma Xiaoguang, mengatakan di Beijing bahwa kunjungan pemimpin Kuomintang tersebut sangat wajar.

Baca Juga: Belum Berakhir, China Perpanjang Masa Latihan Militer di Sekitar Taiwan

"Kunjungan delegasi Kuomintang ke China daratan merupakan hal yang wajar dan tidak masuk akal kalau dibesar-besarkan dengan niat jahat," ujarnya kepada pers.

Kedatangan Andrew Hsia ke Xiamen bersamaan dengan berakhirnya latihan 
militer China di sekitar Pulau Taiwan.

Di kota pesisir sebelah barat Selat 
Taiwan itu, Hsia menjalani masa karantina COVID-19 selama tujuh hari ditambah masa pemantauan kesehatan mandiri selama tiga hari.

Selesai karantina, Hsia akan bertemu para pebisnis asal 
Taiwan di kawasan muara Sungai Mutiara, muara Sungai Yangtze, dan tempat-tempat lainnya di China daratan.

Hsia diperkirakan akan kembali ke 
Taiwan pada 26 Agustus 2022, menurut laporan Global Times.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages