Saihanba 300 tahun yang lalu pernah menjadi "Kebun Perburuan Mulan" Dinasti Qing, dengan vegetasi yang rimbun dan banyak rusa. Setelah itu, melalui kekacauan perang, kebakaran hutan, dan penebangan liar, pada tahun 1960-an, Saihanba mengalami penggurunan dan vegetasinya jarang. Di Beijing, 180 kilometer jauhnya, sering terkena debu pasir hampir setiap tahun.

Untuk mencegah gurun pasir yang semakin mendekati Beijing, melestarikan sumber daya air di daerah Beijing-Tianjin,sementara memenuhi kebutuhan kayu untuk pembangunan, pada tahun 1962, Kementerian Kehutanan Tiongkok memutuskan untuk membangun taman hutan mekanis skala besar di Saihanba. Setelah perjuangan selama lebih dari setengah abad, di Saihanba dilahirkan lautan hutan buatan terbesar di dunia.

Pada hari Senin kemarin(23/8), Sekretaris Jenderal Komite Senteral PKT Xi Jinping menginspeksi Taman Hutan Mekanik Saihanba di Provinsi Hebei.

Sejak Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-18, pembangunan peradaban ekologis telah ditingkatkan ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, memberikan kesadaran yang lebih dalam kepada para pekerja hutan. Masyarakat Saihanba berturut-turut melakukan tiga proyek besar: penghutanan kembali, peningkatan naturalisasi hutan buatan, dan budidaya hutan alam. Mereka mencoba membuat hutan yang lebih dekat dengan hutan alami.

Saat ini, luas hutan Saihanba meningkat dari 240.000 mu menjadi 1,151 juta mu, tingkat pencakupan hutan meningkat dari 11,4% menjadi 82%, dan jumlah erosi air dan tanah berkurang sebesar 5 juta 135 ribu ton. Saihanba kini menjadi contoh hidup pembangunan peradaban ekologis!
