Pada triwulan pertama tahun 2022, investasi langsung Tiongkok di seluruh sektor industri di luar negeri mencapai 217,76 milyar Yuan RMB, meningkat 5,6 persen dibandingkan masa yang sama tahun 2021.
Hal ini diumumkan oleh jubir Kemendag Tiongkok Gao Feng dalam jumpa pers virtual hari Kamis kemarin (21/4). Gao Feng memperkenalkan bahwa investasi langsung non finansial yang dilakukan Tiongkok di luar negeri mencapai 170,95 miliar Yuan, meningkat 6,3 persen dibandingkan masa yang sama tahun lalu. Investasi langsung non finansial terhadap negara-negara sepanjang Satu Sabuk Satu Jalan tercatat 5,26 milyar Dolar AS, atau meningkat 19 persen.
Selain itu, omzet proyek
yang diborong Tiongkok di luar negeri mencapai 184,16 miliar Yuan, menurun 5,7
persen dibandingkan masa yang sama tahun lalu, nilai kontrak yang baru
ditandatangani tercatat 300.94 milyar Yuan. Proyek dengan nilainya melebihi 50
juta Dolar AS mencapai 207 buah, di antaranya, proyek yang nilainya melebihi 100
juta dolar AS mencapai 109 buah. Nilai kontrak yang baru ditandatangani dengan
negara-negara sepanjang Sabuk dan Jalan mencapai 24,64 milyar Dolar AS, omzetnya
mencapai 15,97 milyar Dolar AS, masing-masing mencapai 52 persen dan 55,1 persen
dari nila total di masa yang sama tahun lalu.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri upacara pembukaan konferensi tahunan Forum Asia Bo’ao 2022 secara virtual pada hari Kamis kemarin (21/4) dan menyampaikan pidato utamanya, mengajukan Prakarsa Keamanan Global. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin menyatakan bahwa ini adalah sebuah produk publik lain lagi yang disediakan oleh Tiongkok, merupakan praktik nyata konsep komunitas senasib sepenanggungan umat manusia di bidang keamanan.

Wang
Wenbin menyatakan bahwa Prakarsa Keamanan Global menekankan bahwa umat manusia
adalah komunitas keamanan yang tak bisa dipisahkan, memperjelas konsep inti,
dasar ketaatan, prinsip penting, tujuan jangka panjang dan ide layak dari
memelihara dan mewujudkan keamanan global. Hal ini pasti akan memberikan panduan
konseptual yang penting untuk mendorong reformasi sistem pengelolaan keamanan
global, memecahkan situasi sulit keamanan umat manusia, dan mendorong
pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.
“Prakarsa Keamanan Global menjunjung multilateralisme sejati, terbuka
untuk dunia, menyambut semua negara untuk berpartisipasi bersama. Tiongkok tidak
hanya adalah pengaju prakarsa ini, juga merupakan aktivis pelaksana prakarsa
ini. Tiongkok bersedia bersama dengan berbagai pihak, dalam kerangka prakarsa
ini, memperdalam pertukaran dan saling menginspirasi melalui platform PBB serta
jalur multilateral dan bilateral, menyatukan kekuatan dari seluruh dunia,
mendorong pelaksanaan prakarsa, menyumbangkan kecerdasan dan tenaga untuk
mendorong penyelesaian masalah internasional dan regional secara politik, serta
memelihara perdamaian dan keamanan dunia,” ujar Wang Wenbin.
