
Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan memperingati hari jadi ke-100 tahun pada tanggal 1 Juli nanti. Pada seratus tahun yang lalu, Tiongkok masih satu negara lemah yang “tidak punya diplomasi”, dan sekarang Tiongkok sudah berkembang menjadi negara besar di dunia. Tiongkok hidup rukun dengan berbagai negara, menganut prinsip kerja sama dan menang bersama, menganjurkan pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, dan menjalankan kebijakan diplomatik negara besar yang berkarakteristik diri sendiri.
Sejak Kongres Nasional ke-18, PKT yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping memegang teguh pada gagasannya yang melayani kebangkitan bangsa dan mendorong kemajuan manusia, mendorong inovasi teori dan praktek diplomatik, membentuk pemikiran diplomatik Xi Jinping.

“Negara besar harus seperti negara besar.” Masa kini dunia sedang mengalami perubahan besar yang belum ada dalam seratus tahun ini. Wabah virus Corona merajalela di seluruh dunia sejak tahun 2019, nasib rakyat berbagai negara terhubung erat. Tiongkok berkomitmen akan menyumbangkan vaksin buatannya sebagai produk global, mewujudkan aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara-negara berkembang. Tiongkok mewujudkan komitmennya, bergabung dengan COVAX, serta mengadakan kerja sama dengan banyak negara, sehingga vaksin buatan Tiongkok benar-benar dapat diakses oleh rakyat negara-negara berkembang dengan harga yang terjangkau. Menghadapi tantangan dari perubahan situasi yang drastis dan pandemi global, Tiongkok dengan tindakan riil mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, mempertunjukkan tanggung jawab sebagai negara besar.


“Secara aktif melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab internasional yang semestinya.” Tiongkok aktif berkoordinasi dengan organisasi internasional seperti PBB sesuai kewajibannya. Di bidang pemeliharaan perdamaian, Tiongkok adalah negara yang mengirim paling banyak pasukan pemelihara perdamaian. PBB menganjurkan pengentasan kemiskinan, Tiongkok tidak hanya merealisasikan pengentasan kemiskinan di seluruh Tiongkok, tetapi juga berbagi pengalaman pengentasan kemiskinan dengan negara lain, membantu negara-negara berkembang mewujudkan pengentasan kemiskinan. PBB mempromosi pengurangan emisi karbon dioksida, Tiongkok terlebih dulu mengumumkan rencana netralitas karbon, mendorong ide ramah lingkungan, secara aktif mengikuti kerja sama internasional dalam masalah penanganan perubahan iklim. WHO memimpin pekerjaan pengentasan wabah global, Tiongkok berkoordinasi dengan WHO, secara aktif mengajak ahli WHO melakukan penelusuran asal-usul virus Corona di Tiongkok.

“Keterbukaan Tiongkok akan makin luas.” Waktu Tiongkok pertama kali mengajukan inisiatif “Sabuk dan Jalan” di dunia pada tahun 2013, ada keraguan terhadap inisiatif ini, tapi kesuksesan Tiongkok mendapat kepercayaan negara lain. Perkembangan Tiongkok merupakan kesempatan dunia. Tiongkok dengan potensi pasar yang besar akan terus memperluas keterbukaannya dan menyediakan makin banyak peluang kerja sama dengan negara-negara lain.
Diplomatik negara besar yang berkarakteristik Tiongkok pasti akan maju terus, mengukir lembaran baru yang kian cemerlang.