Dalam pidatonya di depan upacara pembukaan Forum Bisnis BRICS hari Rabu kemarin (22/6), Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan, “Belakangan ini, globalisasi ekonomi mengalami arus berbalik. Sejumlah negara berusaha melaksanakan ‘pemisahan dan pemutusan rantai’, serta membangun ‘kelompok kecil yang berpagar tinggi’.
Masyarakat internasional khawatir, jika hal
tersebut terus berlangsung, ekonomi dunia pasti akan terpecah belah menjadi
daerah yang terisolasi satu sama lain. Globalisasi ekonomi adalah persyaratan
objektif pengembangan tenaga produktif dan arus sejarah yang tak dapat
dibendung. Membalikkan kereta sejarah dan usaha menghambat jalan orang lain,
akhirnya jalan sendiri terhambat!”
Sebagai sebuah aktivitas penting Pertemuan Pemimpin BRICS, Forum Bisnis BRICS 2022 yang diselenggarakan oleh CCPIT Tiongkok diadakan secara daring dan luring di Beijing pada hari Rabu kemarin (22/6). Forum kali ini mengusung tema ‘Memperdalam Hubungan Kemitraan Bisnis BRICS, Bersama Menciptakan Masa Depan Indah Pembangunan Global’.
Forum Bisnis BRICS 2022 berfokus pada lima topik, yaitu mendorong rehabilitasi ekonomi dunia, mempercepat transformasi hijau, mengembangkan ekonomi digital, memperluas kerja sama kesehatan, serta meningkatkan ketangguhan rantai industri dan rantai pasokan.
Forum dihadiri oleh sekitar seribu orang, termasuk Menteri Perdagangan negara-negara BRICS, dubes untuk Tiongkok dan wakil-wakil kalangan bisnis.
Para hadirin bersama-sama merilis Prakarsa Beijing Kalangan Bisnis BRICS. Menurut prakarsa tersebut, berbagai pihak mencapai kesepahaman di enam bidang, yaitu meningkatkan kerja sama kesehatan di bawah situasi pandemi, berpegang pada ide keterbukaan, mendorong pembangunan berkelanjutan global, menyambut ekonomi digital, meningkatkan ketangguhan rantai industri dan rantai pasokan, serta mengintensifkan kerja sama antar kalangan bisnis.