Seorang pejabat tinggi dari Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini kepada media menyebutkan bahwa salah satu target utama dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri AS dan Tiongkok kali ini adalah memperkukuh ‘pagar pelindung’ hubungan kedua negara, dan memberikan stabilitas pada hubungan AS dan Tiongkok.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian di depan jumpa pers Kamis hari ini (7/7) menyatakan, pihak AS selalu mengulangi ucapan stereotip seperti ‘pagar pelindung’, sebenarnya ‘pagar pelindung’ bagi hubungan Tiongkok dan AS adalah “tiga komunike bersama yang ditandatangani bersama oleh Tiongkok dan AS.”
Hubungan Tiongkok dan AS merupakan hubungan bilateral yang paling penting di dunia, hubungan kedua negara hanya boleh dijalin dengan baik, tidak boleh dirusak, kedua pihak hendaknya berpegang teguh pada prinsip saling menghormati, bekerja sama dan menang bersama, untuk mendorong hubungan kedua negara kembali ke rel perkembangan yang sehat dan mantap.
Apa
yang seharusnya dilakukan oleh pihak AS adalah mematuhi pasal-pasal yang
tercantum dalam tiga komunike bersama Tiongkok dan AS, serta komitmennya kepada
Tiongkok.
Menanggapi pengenaan sanksi pihak AS terhadap perusahaan Tiongkok dan Argentina yang mengangkut produk minyak dan gas bumi ke Timur Tengah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian di depan jumpa pers Kamis ini (7/7)menyatakan, pihak Tiongkok senantiasa tegas menentang jatuhkan sanksi sepihak AS yang tak beralasan dan ilegal serta apa yang disebut sebagai ‘yurisdiksi lengan panjang’.
Zhao Lijian menekankan, “kami mendesak AS untuk meninggalkan tindakan salah menjatuhkan sanksi secara sewenang-wenang, hendaknya menyumbangkan energi positif kepada proses perundingan seputar pemulihan pelaksanaan perjanjian nuklir Iran. Masyarakat internasional termasuk Tiongkok telah mengadakan kerja sama normal dengan Iran di dalam kerangka hukum internasional, perbuatan tersebut rasional dan legal, serta tidak merugikan kepentingan pihak ketiga, oleh karena itu hendaknya dihormati dan dilindungi.”