Rusia tidak akan hentikan perang meski Ukraina tidak masuk NATO
1 view
Skip to first unread message
Chan CT
unread,
Aug 27, 2022, 9:54:49 PM8/27/22
Reply to author
Sign in to reply to author
Forward
Sign in to forward
Delete
You do not have permission to delete messages in this group
Copy link
Report message
Show original message
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to GELORA45_In
Rusia tidak akan hentikan
perang meski Ukraina tidak masuk NATO
Sabtu, 27 Agustus 2022 14:19
WIB
Wakil Ketua Dewan
Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev di Moskow, Rusia.
ANTARA/REUERS/Pool-Sputnik/Yulia
Zyryanova/as.
Moskow (ANTARA) -
Sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat mengatakan bahwa Moskow
tidak akan menghentikan serangan militer di Ukraina meski Kiev secara resmi
mengubur aspirasinya untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara
(NATO).
Mantan presiden Dmitry Medvedev, yang sekarang
merupakan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, juga mengatakan dalam sebuah
wawancara televisi Prancis bahwa Rusia siap mengadakan pembicaraan dengan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan beberapa syarat tertentu.
Bahkan sebelum
memulai invasi pada Februari, Moskow menjelaskan bahwa keanggotaan Ukraina di
NATO tidak dapat diterima.
"Melepaskan partisipasinya di Aliansi Atlantik
Utara sekarang penting, tapi itu sudah tidak cukup untuk bisa membangun
perdamaian," kata Medvedev kepada televisi LCI melalui kutipan yang dilaporkan
oleh kantor berita Rusia.
Rusia, kata dia, akan melanjutkan serangan sampai
tujuannya tercapai. Putin mengatakan dia ingin "mendenazifikasi" Ukraina. Kiev
dan Barat mengatakan hal itu merupakan dalih perang yang tidak berdasar demi
melakukan penaklukan.
Rusia dan Ukraina telah menggelar beberapa kali
perundingan setelah invasi, tetapi sejauh ini tidak ada kemajuan dan hanya ada
sedikit prospek untuk melanjutkan kembali perundingan.
"Ini
(perundingan) akan tergantung pada bagaimana beberapa peristiwa akan terungkap.
Kami sudah siap sebelum bertemu (Zelenskyy)," kata Medvedev.
Dalam
komentarnya, dia juga mengatakan bahwa senjata Amerika Serikat (AS) yang sudah
disuplai ke Ukraina - seperti peluncuran roket ganda HIMARS - belum memberikan
ancaman yang berarti.
Tapi itu bisa berubah, kata dia, jika AS
mengirimkan senjata yang dapat mengenai target pada jarak yang lebih jauh.
"Artinya
ketika rudal semacam ini terbang sejauh 70 km, itu satu hal biasa," katanya.
"Tapi, ketika
jaraknya 300-400 km, itu hal berbeda, itu akan menjadi ancaman langsung bagi
wilayah Federasi Rusia," kata dia lebih lanjut.