
“America First” edisi Biden masih terus mendatangkan kersengsaraan kepada dunia, dari nasionalisme vaksin terang-terangan hingga rencana stimulus ekonomi tanpa batas. Seperti presiden AS yang sebelumnya, pemerintah Joe Biden tetap mengejar kepentingan AS dengan mengorbankan kepentingan negara-negara lain.

distribusi vaksin yang tidak adil akibat nasionalisme vaksin
adalah hambatan besar bagi penanggulangan wabah Covid-19 di dunia, sedangkan AS
adalah salah satu pendorong. Menurut statistik, sejauh ini AS telah memborong
2,6 ,milyar dosis vaksin, yaitu seperempat jumlah vaksin di dunia, jauh melebihi
jumlah kebutuhan sebenarnya. Ratusan juta dosis vaksin tersimpan di gudang
AS.
Selain itu, AS masih berupaya mengalihkan tekanan inflasi kepada negara
lain. Kebijakan ekonomi Biden yang mendorong pertumbuhan ekonomi domestiknya
telah mengakibatkan kenaikan harga historis komoditi partai besar termasuk bahan
pangan.

Hal ini dikarenakan rencana stimulus triliun dolar AS
telah meningkatkan suku bunga sekaligus memperkuat kurs mata uang dolar AS. Bagi
keluarga berpenghasilan rendah, kenaikan harga makanan mendatangkan kesengsaraan
kepada mereka.
Yang patut dicatat, meski Biden pernah berjanji akan
melepaskan “America First” yang diluncurkan pemerintah sebelumnya, namun politik
ini tetap dijalankan oleh Biden tanpa henti. Hal ini telah mendatangkan
kesengsaraan, kelaparan dan kemiskinan yang lebih besar kepada dunia. Dalam
pidato Biden pada Februari lalu terkait politik luar negerinya, Biden
mengumumkan “Amerika telah kembali”, seandainya AS benar-benar ingin bergabung
kembali ke dunia internasional, ia harus melepaskan keegoisannya dan menjalankan
multilateralisme dalam arti
sesungguhnya.