Konferensi Internet Dunia dan Forum Perkembangan Internet hari Senin (23/11) dibuka di Wuzhen, Zhejiang Tiongkok. Presiden Tiongkok mengirim surat ucapan selamat kepada forum tersebut.
Xi Jinping menunjukkan, dewasa ini, revolusi teknologi dan industri putaran baru mendorong teknologi digital berkembang pesat. Sejak pandemi Covid-19 merebak, pengobatan jarak jauh atau telemedicine, pendidikan online, platform sharing, sistem kolaborasi OA telah dilaksanakan secara luas, internet telah memainkan peranan penting untuk mendorong pemulihan ekonomi dan sosial serta kerja sama penanggulangan wabah antar negara.
Xi Jinping menekankan, Tiongkok bersedia bersama berbagai negara untuk berpegang teguh pada peluang bersejarah revolusi informasi, mengembangkan fungsi baru pembangunan inovatif, menciptakan situasi kerja sama baru kerja sama digital, menciptakan pola keamanan internet yang baru, membangun komunitas senasib sepenanggungan cyber, demi menciptakan masa depan yang lebih indah umat manusia.

KTT G-20 ke-15 digelar secara virtual antara tanggal 21-22 November lalu. Wakil Direktur Departemen Internasional Kementerian Perdagangan Tiongkok Chen Chao hari ini mengatakan kepada pers, dalam KTT kali ini telah dicapai kesepahaman positif di bidang perdagangan, investasi, keuangan, moneter, ekonomi digital dan kesehatan, memperlihatkan tekad yang kukuh anggota-anggota G-20 yang berupaya bersama untuk menghadapi tantangan. Pencapaian tersebut bakal menyuntikkan daya penggerak yang kuat demi pemulihan ekonomi global.
Chen Chao mengatakan, kerja sama ekonomi dan perdagangan adalah salah satu sogo guru G-20. Melalui upaya para anggota, KTT mencapai hasil penting di berbagai bidang.
Pertama, mengesahkan Aksi Kolektif G-20 Untuk Menghadapi Virus Corona, Mendukung Perdagangan dan Investasi Global, sepakat agar memperdalam kerja sama di 8 bidang termasuk koordinasi kebijakan, peningkatan kemudahan perdagangan, pendorongan investasi internasional, perlancaran jaringan logistik dan mengajukan sebanyak 38 tindakan kerja sama yang rinci. Kedua, mencapai kesepakatan penting mengenai pemeliharaan mekanisme perdagangan multilateral, mencapai Prakarsa Riyadh berkaitan Masa Depan WTO, menegaskan kembali tujuan dan prinsip WTO, dan mendorong reformasi yang diperlukan WTO. Ketiga, berkomitmen memelihara keterbukaan pasar, menjamin persaingan yang adil, menciptakan lingkungan perdagangan dan investasi yang bebas, adil, inklusif, non diskriminatif, transparan, predikabel dan stabil. Keempat, berkomitmen meningkatkan rantai penyuplaian global yang berkelanjutan, membantu negara berkembang dan negara terbelakang dengan lebih baik berpartisipasi dalam perdagangan internasional. Kelima, menyusun pedoman kebijakan, mendorong perusahaan kecil dan menengah dengan aktif berpartisipasi dalam perdagangan dan investasi internasional, mendorong ekonomi bertumbuh secara inklusif.
Presiden Tiongkok Xi Jinping berturut-turut menghadiri Pertemuan Ke-12 KTT BRICS, Pertemuan Informal Ke-27 APEC, KTT Ke-15 G-20 mulai tanggal 17 sampai 20 November lalu, dan menyampaikan serangkaian pidato penting. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam wawancara dengan awak media telah memberikan keterangan terkait kehadiran Presiden Tiongkok di tiga ajang tersebut, dan membeberkan penjelasan tentang serangkaian konsep dan pendirian yang diajukan Presiden Xi serta maknanya yang penting.
Wang Yi menyatakan, berdasarkan perubahan dunia, zaman dan sejarah yang tak pernah terjadi selama 100 tahun, dengan perspektif internasional yang luas dan kepercayaan yang kuat, Presiden Xi telah menunjukkan posisi historis yang ditempati BRICS, APEC dan G-20 dalam situasi dewasa ini, mendorong masyarakat internasional mencapai kesepahaman, mengadakan kerja sama dan bersama membangun masyarakat senasib sepenanggungan di bidang pencegahan dan pengendalian wabah sejalan dengan perkembangan ekonomi dan sosial, penyusunan ketertiban internasional pasca pandemi, peningkatan pembenahan ekonomi global, dan mengajukan 23 butir prakarsa, pendirian serta tindakan. Xi Jinping juga dengan menyeluruh membeberkan isi perkembangan baru Tiongkok, menyampaikan sinyal tegas mengenai Tiongkok yang sambil mendorong perkembangan yang berkualitas tinggi, sambil terus memperluas keterbukaan, memberikan kepercayaan dan daya penggerak yang kuat kepada masyarakat internasional.
Dengan partisipasi yang aktif Tiongkok dan upaya bersama berbagai pihak, ketiga pertemuan tersebut masing-masing mengeluarkan deklarasi pemimpin, Strategi Mitra Ekonomi Negara-negara BRICS 2025, Pandangan Putrajaya APEC 2040, dengan penuh memperlihatkan pendirian Tiongkok, dan mempertunjukkan kecerdasan dan konsep Tiongkok. Masyarakat internasional menilai tinggi hasil ketiga KTT, dan memberikan apresiasi tinggi terhadap pidato Presiden Xi dan prakarsa yang diajukan Tiongkok.
Wang Yi menyatakan, semua pendirian, prakarsa serta proposal yang diajukan Presiden Xi Jinping sesuai dengan perkembangan zaman, memperlihatkan ciri khas Tiongkok sebagai negara yang memelihara keadilan internasional, negara yang secara efektif dan koordinasi melakukan pencegahan dan pengendalian wabah, negara yang berprospek cerah, negara yang memasuki tahap perkembangan baru, melaksanakan konsep perkembangan baru serta membangun situasi perkembangan baru, negara yang berpegang teguh pada jalan pembangunan perdamaian, bergandengan tangan dan maju bersama dengan berbagai negara, negara yang melaksanakan kebijakan diplomatik yang independen dan mandiri, mendorong strategi menang bersama dengan seluruh dunia, negara yang memprakarsai pembangunan masyarakat senasib sepenanggungan serta negara yang berjuang bahu membahu dengan rakyat dunia.