Wang Yi Adakan Pertemuan dengan Menlu Aljazair dan Tanzania ; Pendirian Tiongkok dalam Masalah Ukraina Objektif dan Adil

2 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Mar 21, 2022, 9:17:33 PM3/21/22
to GELORA45_In

Wang Yi Adakan Pertemuan dengan Menlu Aljazair dan Tanzania

 

 

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra dan Menteri Luar Negeri Tanzania Liberata Mulamula di Anhui, hari Minggu kemarin (20/3).

 

 

Saat mengadakan pertemuan dengan Lamamra, Wang Yi menyatakan bahwa di dunia ini, kecuali beberapa negara yang gemar pada permainan geopolitik, masih ada banyak negara seperti Tiongkok dan Aljazair yang memiliki sejarah dan peradaban lama, serta mencintai perdamaian dan keadilan. Asallkan semua pihak bergandengan tangan, meningkatkan solidaritas dan kerja sama, pasti bisa mendorong proses demokratisasi hubungan internasional, dan mendorong dunia maju ke masa depan yang lebih cemerlang.



Ramtane Lamamra menyatakan bahwa pihak Aljazair memuji pendirian Tiongkok terhadap krisis Ukraina masa kini, dan berpendapat bahwa pendirian Tiongkok berdasar pada keadilan internasional serta berfokus untuk mendorong kestabilan dan keamanan perdamaian, merupakan sebuah jalan yang tepat.


 

 

Menteri Luar Negeri Tanzania Liberata Mulamula kemarin mengadakan kunjungan virtual terhadap Tiongkok. Dalam pertemuan ini, Wang Yi mengatakan bahwa persahabatan Tiongkok dan Tanzania berakar mendalam dan tidak bisa dirusak. Pihak Tiongkok bersedia memandang hubungan Tiongkok dan Tanzania dari perspektif strategis dan jangka panjang, dengan kesepahaman penting kedua pemimpin negara sebagai pedoman, terus memperdalam hubungan kemitraan kerja sama komprehensif dua negara, serta memberikan kontribusi yang lebih besar untuk perkembangan mandiri benua Afrika.



Liberata Mulamula mengatakan bahwa pihak Tanzania berusaha membentuk hubungan Tanzania dan Tiongkok menjadi teladan hubungan Afrika dan Tiongkok, serta bersedia meningkatkan kerja sama bersahabat antara kedua negara, mendorong hubungan bilateral terus melangkah ke tingkat yang baru.



Menlu Tiongkok:

Pendirian Tiongkok dalam Masalah Ukraina Objektif dan Adil

Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menerima wawancara di Provinsi Anhui pada hari Sabtu malam (19/03) lalu, untuk memperkenalkan keadaan pertukaran pendapat pemimpin Tiongkok-AS mengenai masalah Ukraina dalam kontak telepon yang diadakan belakangan ini.

Wang Yi menyatakan, Presiden Tiongkok Xi Jinping secara jelas dan menyeluruh membeberkan pendirian Tiongkok dalam masalah Ukraina, informasi terpenting yang disampaikan Presiden Xi ialah, Tiongkok senantiasa menjadi kekuatan untuk memelihara perdamaian dunia.

Tiongkok secara konsisten menganjurkan untuk memelihara perdamaian dan menentang perang. Hal ini berakar dari tradisi kebudayaan Tiongkok, dan juga menjadi kebijakan diplomatik yang dipertahankan secara konsisten oleh Tiongkok.

Tiongkok akan terus mengambil pertimbangan yang independen berdasarkan asal usul masalah tersebut sendiri serta bersikap objektif dan adil. Tiongkok tidak akan menerima ancaman dan tekanan dari pihak manapun, serta menentang berbagai kecaman dan kecurigaan tanpa alasan yang ditujukan kepada Tiongkok.

Wang Yi menekankan, Presiden Xi juga menganjurkan solusi Tiongkok untuk menyelesaikan masalah Ukraina, khususnya termasuk dua aspek. Yang paling urgen saat ini ialah, berbagai pihak hendaknya bersama-sama mendorong Rusia dan Ukraina mengadakan dialog dan perundingan, sedini mungkin melaksanakan gencatan senjata, serta mencegah agar penduduk sipil menjadi korban jiwa, khususnya mencegah agar tidak terjadi krisis kemanusiaan.

Sedangkan solusi dalam jangka panjang ialah, mengesampingkan pikiran perang dingin, tidak melakukan konfrontasi grup, serta membentuk kerangka keamanan regional yang seimbang, efektif serta berkelanjutan, demi mewujudkan perdamaian jangka panjang di Benua Eropa.

Wang Yi menyatakan bahwa pendirian Tiongkok dalam masalah Ukraina objektif dan adil, sama dengan harapan kebanyakan negara. Waktu akan membuktikan bahwa pendirian Tiongkok berdiri di sisi sejarah yang tepat.


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages