
Hari Minggu kemarin (12/6), Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe menyampaikan pidato yang berjudul “Visi Tiongkok Terhadap Tata Tertib Regional” di depan rapat Dialog Shangri-La ke-19.
Berbicara hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), Wei Fenghe menyatakan, dewasa ini hubungan Tiongkok-AS sedang berada pada disimpang jalan penting, Tiongkok berpendapat bahwa perkembangan stabil hubungan Tiongkok dan AS sesuai dengan kepentingan bersama kedua negara dan seluruh dunia.
Tiongkok dan AS adalah dua negara penting di dunia, dan oleh karena itu, pembangunan perdamaian dunia tak bisa terlepas dari kerja sama Tiongkok-AS, konfrontasi tidak bermanfaat bagi kedua negara maupun dunia.
Tiongkok menentang definisi hubungan Tiongkok-AS sebagai kompetisi atau persaingan, jika pihak terkait bersikeras memandang Tiongkok sebagai ancaman, lawan bahkan musuh, maka dia pasti akan membuat kesalahan strategis historis. Kami menuntut pihak AS:
Tidak mencoreng Tiongkok
Tidak menindas Tiongkok
Tidak mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok
Tidak merugikan kepentingan Tiongkok
Hanya begitulah, hubungan Tiongkok-AS bisa berkembang dengan lebih baik. Pendirian Tiongkok sangat jelas yaitu: jika ingin berdialog, hendaknya saling menghormati; jika ingin bergaul, hendaknya hidup berdampingan secara damai; jika ingin bekerja sama, hendaknya saling menguntungkan dan menang bersama; tentu jika ingin berlawan, Tiongkok juga akan melayani setimpal sampai titik terakhir.
Tentara kedua negara hendaknya meningkatkan saling percaya strategis, agar menghindari salah pemahaman dan miskomunikasi, hendaknya mengendalikan krisis risiko agar tidak terjadi perselisihan dan konflik.
Tiongkok berharap membangun hubungan antar negara besar yang berkembang sehat dan mantap dengan AS, sementara juga akan dengan teguh mempertahankan kepentingan dan kehormatan nasional.
Wei Fenghe menunjukkan, masyarakat manusia sedang mengalami berbagai krisis sejarah, jalan keluarnya ialah memelihara dan mempraktikkan multilateralisme, mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan manusia, langkah perkembangan Tiongkok tak terhalangi, tekad Tiongkok untuk menempuh jalan perkembangan damai tak tergoyahkan.
Perkembangan Tiongkok bukan ancaman, melainkan kontribusi besar kepada perdamaian dan perkembangan sedunia. Tiongkok berpegang teguh pada kebijakan pertahanan defensif, tentara Tiongkok senantiasa merupakan tentara perdamaian, juga dengan teguh memelihara kedaulatan, keamanan dan kepentingan perkembangan negara.
Asia-Pasifik adalah kawasan yang paling dinamis dan paling potensial, negara-negara di dunia harus berjalan menuju prospek indah pembangunan komunitas senasib sepenanggungan Asia-Pasifik dan mewujudkan perdamaian permanen dan keamanan menyeluruh di Asia-Pasifik.
Wei Fenghe menyatakan pendirian serius terhadap masalah Taiwan. Dia menekankan, Taiwan milik Tiongkok, masalah Taiwan adalah urusan dalam negeri Tiongkok, tekad penyatuan negara kembali pasti akan tercapai, tindakan separatis “Kemerdekaan Taiwan” tidak akan berkesudahan baik, intervensi yang dilakukan oleh kekuatan eksternal juga tidak akan pernah berhasil.
Penyatuan secara damai adalah harapan terbesar rakyat Tiongkok, kami bersedia melakukan upaya sebesar-besarnya, tapi jika ada orang yang berani memecah-belah Taiwan, kami tidak akan segan-segan melakukan segala pengorbanan termasuk berperang, siapa pun jangan meremehkan tekad dan kemampuan kuat tentara Tiongkok.
Wei Fenghe pun memaparkan pendirian Tiongkok terkait masalah Laut Tiongkok Selatan, hubungan Tiongkok-AS dan krisis Ukraina.