Upacara perampungan pembangunan dan peresmian Akademi Kepemimpinan Julius Nyerere (Julius Nyerere Leadership School) diadakan di Tanzania kemarin (23/2). Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping mengirim surat ucapan selamatnya.
Xi Jinping mengatakan, pada saat peresmian Akademi Kepemimpinan Nyerere yang dibangun bersama oleh enam partai bersaudara di Afrika bagian selatan, di antaranya Partai Revolusi Tanzania, Kongres Nasional Afrika Afrika Selatan, Partai Front Pembebasan Mozambik, Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola, Partai SWAPO Namibia, dan Front Uni – Patriotik Nasional Afrika Zimbabwe, atas nama Partai Komunis Tiongkok dan pribadinya, Xi Jinping menyampaikan ucapan selamat yang hangat.
Xi Jinping menunjukkan bahwa dalam waktu jangka panjang, enam partai bersaudara di Afrika bagian selatan mempersatukan dan memimpin rakyat mencurahkan tenaga dalam kemerdekaan, pembangunan dan perkembangan usaha negara,dan mendapat dukungan dan advokasi rakyat. Peresmian Akademi Kepemimpinan Nyerere akan menyediakan platform penting bagi enam partai bersaudara untuk meningkatkan pembangunan sendiri dan kemampuan pemerintahan, serta membantu enam partai bersaudara memimpin negaranya masing-masing dengan lebih baik untuk merealisasi pembangunan dan revitalisasi, serta menyejahterakan rakyat negaranya.

Api obor telah padam, tapi gairah dan kegembiraan tidak pernah berakhir, semangat Olimpiade pasti akan diteruskan, dan warisan spiritual dan material Olimpiade Musim Dingin Beijing juga akan diteruskan. Suatu hari kita pasti akan kembali menemukan “kepingan salju” tersebut. Marilah kita meninjau kembali momen yang mengharukan dalam Olimpiade Musim Dingin kali ini, bersama-sama meninjau kembali pengalaman indah di bidang pembangunan stadion, penanggulangan wabah, inovasi iptek dan lain sebagainya, bersama-sama menjajaki apa warisan pesta olahraga kali ini.

Tiongkok jauh pada 2.000 tahun yang lalu mengajukan ide “solidaritas dunia”, artinya, semua orang di seluruh dunia hidup berdampingan secara damai seperti satu keluarga, itulah esensi budaya tradisional Tiongkok, dan juga merupakan dunia indah yang didambakan Bangsa Tionghoa selama ribuan tahun ini. Dalam ucapan selamat tahun baru 2021, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan, “Dunia ini bagaikan keluarga besar, kita bukan sendirian. Kita menjadi lebih memahami makna Komunitas Senasib Sepenanggungan Manusia daripada waktu kapan pun sesudah mengalami berbagai tantangan dan kendala selama setahun ini.”
Olimpiade Musim Dingin Beijing yang diselenggarakan di latar belakang pandemi menyampaikan ide-ide indah tersebut kepada dunia dari upacara pembukaan sampai kompetisi, dari desain medali sampai pembangunan lapangan kompetisi. Itulah kekayaan spiritual paling berharga yang ditinggalkan Olimpiade Musim Dingin Beijing kepada dunia.

Dalam kompetisi final ski gaya bebas aerial putra, atlet
Ukraina Oleksandr Abramenko dan Atlet Rusia Ilia Burov memperoleh medali perak
dan perunggu. Mereka adalah lawan dan juga teman, sesudah kompetisi, mereka
berpelukan untuk saling berbagi momen yang indah.

Atlet Tiongkok Xu Mengtao memperoleh medali emas ski gaya
bebas aerial putri. Atlet AS Ashley Caldwell pertama kali memelukannya dan
mengucapkan selamat kepada dia, “Taotao, juara Olimpaide, kamu sukses! Saya
merasa bangga untukmu,” katanya.

Atlet Tiongkok Eileen Gu Ailing menjuarai ski gaya bebas
Big Air putri dalam Olimpiade Musim Dingin Beijing. Ketika dia melihat atlet
Prancis Tess Ledeu menangis karena kecewa pada prestasinya sendiri, Ailing
segera memeluk Tess Ledeu untuk mendukungnya.

Ide desain Olimpiade Musim Dingin Beijing juga penuh dengan konsep “solidaritas dunia”. Desain medali Olimpiade Musim Dingin juga melambangkan semangat Olimpiade yang mengumpulkan semua orang, kita berpartisipasi, berbagi dan bersolidaritas untuk maju bersama.

