Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi
baru-baru ini dalam kontaknya dengan menteri luar negeri Mongolia, Korea Selatan
dan Nepal memaparkan pendirian Tiongkok mengenai situasi baru Selat Taiwan,
sementara menekankan perlunya untuk mewaspadai 3 tanda bahaya.
Wang Yi menyatakan, kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke daerah Taiwan Tiongkok telah terbukti sebagai provokasi politik. Itu telah melanggar komitmen AS dan melanggar kedaulatan Tiongkok. Bertolak dari kedaulatan dan keutuhan wilayah Tiongkok, memelihara patokan dasar hubungan internasional untuk tidak mengintervensi urusan negara lain, dan bertolak dari menjaga perdamaian dan kestabilan di Selat Taiwan, Tiongkok tentu saja akan memberikan balasan tegas yang setimpal dan semestinya.
Wang Yi mengatakan, “Situasi Selat Taiwan kini sedang berkembang, kita harus mewaspadai 3 tanda bahaya.
Pertama, mewaspadai AS yang tidak rela gagal mengumpulkan sejumlah sekutunya untuk memperluas penempatan militer di kawasan ini, mendorong eskalasi lebih lanjut situasi, dan berniat menimbulkan krisis baru yang lebih besar.
Kedua, mewaspadai penilaian salah kekuatan separatis ‘Taiwan Merdeka’ terhadap situasi, mereka terlalu optimis terhadap kemampuannya sendiri, terus sibuk bersekongkol dengan kekuatan luar, dan bersikeras berjalan lebih jauh di jalan memecah-belahkan negara dan bangsa.
Ketiga, mewaspaai sejumlah politikus negara lain yang mengabaikan kebenaran, ikut menggembar-gemborkan isu Taiwan, dan melakukan pertunjukan politik demi kepentingan politiknya sendiri. Hal itu akan merusak dasar politik hubungan dengan Tiongkok, serta merusak piagam PBB dan sistem internasional pasca Perang Dunia II.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin di depan jumpa pers hari Rabu kemarin (10/8) membantah opini Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengenai isu Taiwan Tiongkok.
Ia menunjukkan, Pelosi sebagai figur politik nomor 3 AS mewakili AS mengunjungi Taiwan dengan menumpang pesawat militer AS, dan menyebut kunjungan tersebut sebagai kunjungan resmi, pihak otoritas Partai Progresif Demokrat (DPP) bahkan menilai kunjungan Pelosi ke Taiwan sebagai terobosan besar dalam ‘hubungan Taiwan-AS’.
Semua itu menujukkan bahwa kunjungan Pelosi ke Taiwan merupakan
tindakan provokasi politik besar untuk meningkatkan hubungan AS dengan
Taiwan.