Jelaslah, ... Perang Rusia-Ukraina ini sudah seharusnya tidak terjadi, kalau saja Zelensky presiden yang bijak dan bisa utamakan kepentingan Negara dan rakyat Ukraina! Jadi, TIDAK menjadikan Ukraina bidak AS yang berniat menggempur hancur Rusia dengan KESALAHAN invasi mengagresi Ukraina!
Namun Biden salah hitung, ... Yang dihadapi kali ini adalah Rusia, negara nuklir bahkan didukung minyak-gas dan gandum yang cukup kuat. BUKAN seperti Irak, Suria, Afghanistan, ... negara kecil bisa saja diinjak-injak, jadi begitu Rusia menyerang Ukraina dengan lebih dahlu mengancam akan menggunakan senjata nuklir bila ada negara lain mengirimkan pasukan membantu Ukraina, AS dan NATO pun tidak berani mengirimkan pasukan membantu Ukraina. Membantu senjata canggih pun jadi sangat terbatas, karena pasukan Ukraina sendiri hanya bisa gunakan jenis senjata Rusia, termasuk pesawat tempur, tank-tank dan roket, ... tidak bisa gunakan senjata AS yang canggih itu, ... Lalu, sanksi yang dijatuhkan pada Rusia, dari larangan membeli minyak-gas Rusia sampai pencabutan Swift, bukan menghancurkan Rusia sebaliknya menimpa negara-negara Eropa yang sangat butuhkan minyak-gas Rusia! Begitu Rusia membalas sanksi dengan setiap negara yang hendak membeli minyak-gas Rusia harus membayar dengan Rubel, ... Jadi berbalik menaikkan nilai Rubel kembali! Rusia lagi yang menang dengan membuat AS-UE kewalahan, ... Putin jauh lebih cerdas dan cekatan ketimbang Biden, kakek usur yang sudah PASTI Kalah!
Begitulah, Biden dalam pertemuan didepan donator Partai Demokrat, 10 Juni sudah menghianati Zelensky dengan menyatakan: Sudah saya katakan pada Zelensky, Rusia akan menyerang Ukraina, tapi tidak didengar!
Artinya, Biden sudah hendak lepas tangan, melempar kekalahan dan tanggung jawab sepenuhnya pada Zelensky saja, ... Tentu Zelensky menepis, bukankah dengan bantuan kalian kami sudah siap menghadapi serangan dan berhasil bertahan dengan segala pengorbanan selama lebih 3 bulan, sekalipun AS dan NATO ternyata TIDAK mengirimkan pasukan membantu kami! Dan, ... keterlambatan pengiriman senjata canggih dan amunisi, bagaimana kami bisa memenangkan perang ini???
Nampaknya, sekjen NATO juga sudah menyerukan Zelensky harus mengambil keputusan menempuh perdamaian dengan pengorbanan wilayah! Maksudnya?
Bukankah nanti bersama Macron dan Scholz akhir Juni akan Kiev menemui Zelensky untuk menekan laksanakan gencatan senjata dengan melepaskan Ukraina-timur yang sudah diduduki Rusia.
JAKARTA – Sistem pertahanan udara ‘Strela-10’ milik Rusia yang telah hancurkan ribuan pesawat Ukraina.
Dilansir Telegram Kementerian Pertahanan Rusia, Jumat (10/6/2022) diperlihatkan pekerjaan tempur kru sistem pertahanan udara Strela-10 dari Pasukan Lintas Udara Militer Rusia.
Dimana berkat tindakan cepat kru tempur Strela-10 yang akurat dan terkoordinasi, dimungkinkan untuk mendeteksi target udara secara tepat waktu.
Kemudian mengidentifikasinya sebagai UAV musuh dan menghancurkannya, mencegah pengintaian area dan penyesuaian artileri Angkatan Bersenjata Ukraina.
Secara total, sejak awal operasi militer khusus, sebanyak 193 pesawat, 130 helikopter, 1.163 kendaraan udara tak berawak telah dihancurkan.
Termasuk 336 sistem rudal anti-pesawat, 3.471 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 493 peluncur roket ganda, 1.834 artileri lapangan dan senjata mortir, serta 3.512 unit kendaraan militer khusus. (Web Warouw)
JAKARTA – Pasukan Rusia meledakkan sebuah jembatan yang menghubungkan Kota Sievierodonetsk di Ukraina yang diperangi ke kota lain di seberang sungai, memotong kemungkinan rute evakuasi bagi warga sipil, kata pejabat setempat, Minggu (12/6).
Sievierodonetsk telah menjadi pusat pertempuran untuk menguasai wilayah Donbas timur Ukraina. Beberapa bagian kota telah hancur dalam beberapa pertempuran paling berdarah sejak Kremlin melancarkan invasi pada 24 Februari.
“Tujuan taktis utama penjajah tidak berubah: mereka menekan di Sievierodonetsk, pertempuran sengit sedang berlangsung di sana,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato video malamnya, menambahkan bahwa militer Rusia berusaha mengerahkan pasukan cadangan. ke Donbas, melansir Reuters 13 Juni.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Lugansk Serhiy Gaidai mengatakan, pasukan Ukraina dan Rusia masih bertempur di jalan-jalan di sana pada Hari Minggu.
Pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar kota, tetapi pasukan Ukraina tetap menguasai kawasan industri dan pabrik kimia Azot, tempat ratusan warga sipil berlindung.
Tetapi, Rusia telah menghancurkan sebuah jembatan di atas Sungai Donets Siverskyi yang menghubungkan Sievierodonetsk dengan kota kembarnya Lysychansk, kata Gaidai.
Menurutnya, yang tersisa hanya satu dari tiga jembatan yang masih berdiri.
“Jika setelah penembakan baru, jembatan itu runtuh, kota itu akan benar-benar terputus. Tidak akan ada cara untuk meninggalkan Sievierodonetsk dengan kendaraan,” terang Gaidai, mencatat tidak adanya perjanjian gencatan senjata dan tidak ada koridor evakuasi yang disepakati.
Adapun Kepala Pemerintahan Sievierodonetsk mengatakan sedikit lebih dari sepertiga kota tetap di bawah kendali pasukan Ukraina, dengan sekitar dua pertiga di tangan Rusia.
“(Pasukan) kami memegang garis pertahanan dengan kuat,” kata Oleksandr Stryuk kepada TV nasional.
Di Lysychansk, penembakan Rusia menewaskan seorang anak berusia enam tahun, kata Gaidai. Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi akun ini.
Setelah dipaksa untuk mengurangi tujuan kampanye awalnya setelah invasi 24 Februari ke Ukraina, Moskow telah mengalihkan perhatiannya untuk memperluas kendali di Donbas, di mana separatis pro-Rusia telah menguasai wilayah sejak 2014.
Kepada Bergelora.com si Jakarta dilaporkan, jatuhnya Sievierodonetsk, di kantong terakhir tanah Ukraina yang dikuasai di wilayah strategis Lugansk, akan membawa Rusia selangkah lebih dekat ke salah satu tujuan yang dinyatakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai operasi militer khusus. (Web Warouw)