Rusia Serang Ukraina, China Serang Taiwan? ; Effendi Simbolon Nilai Cuitan Jokowi-Kemlu soal Ukraina Tak Tegas

2 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Feb 27, 2022, 11:32:30 PM2/27/22
to GELORA45_In
Menarik mengikuti perbincangan pakar militer Connie Rahakundini sehubungan kasus invasi Rusia di Ukraina dibawah ini:
Dengan jeli Connie mengingatkan kita sejarah Uni Soviet buyar ditahun 1991 menjadi berapa negara, dimana Ukrina dan Rusia semula adalah SATU negara! Sedang sengketa yang terjadi merupakan kelanjutan permusuhan Amerika yang tetap menganggap Rusia ANCAMAN sejak Perang Dingin berhadapan dengan Soviet Uni.
 
Bahkan banyak pakar lain lebih tegas menyatakan, ketegangan disulut oleh AS, dengan mendesak atau menginjak garis merah Rusia, tidak menghendaki kekuatan dan pengaruh NATO mendesak ketimur, yang menjadi ancaman keamanan nasional Rusia! Sejak tahun 2004 berturut-turut menggabungkan negara-negara Eropa timur eks Negara Sosialisme kedalam NATO, yang tentunya merupakan pelanggaran ketentuan pembentukan NATO sendiri dan menjadi ancaman kemanan nasional Rusia! Usaha memasukkan Ukranie ditahun 2008 ditentang keras oleh Rusia, ...!
 
Keberhasilan AS melancarkan revolusi warna di Ukraina 2019 berhasil menyingkirkan presiden Petro Poroshenko melalui pemilu dengan kemenangan Zelenksy meraih 73,3% suara! Ternyata Zelensky BUKAN seorang pemimpin politik cerdas bijaksana yang mengutamakan kepentingan dan keselamatan rakyat Ukraina yang memilihnya! Zelsenky tidak berhasil membawa kemajuan ekonomi dan kesejaahteraan rakyat, ... Kecuali merupakan aktor komedi dagelan politik yang sepenuhnya menjadikan diri pion AS saja!
 
Dari menuntut Ukraina tergabung dalam NATO, bahkan dicantumkan dalam konstitusi! Membuat Rusia lebih gerang, ...! Namun Zelensky tanpa perhitungkan kekuatan sendiri yang jauh lebih lemah/kecil 10 X lipat dibanging kekuatan militer Rusia, juga tidak memperhitungkan kepentingan nasionalnya sendiri, terus agresif mendesak tanpa pedulikan ancaman Rusia! Terakhir ini, meningkatkan dengan larangan penggunaan bhs. Rusia yang sudah menjadi bhs. nasional sejak Uni Soviet lebih seabad yl. Padahal di Ukraina timur yang mayoritas suku Rusia Slavia dan pro Rusia! Dengan tuduhan Ukraina melancarkan genosida bangsa, mereka memisahkan diri menjadi 2 negara merdeka dan segera diakui oleh Rusia. Barulah 24 Feb. kemarin Rusia mengambil tindakan tegas melakukan serangan pengeboman belasan titik strategis militer Ukraina dan menduduki Pembangkit Listrik Nuklir, ... melakukan pengepungan terhadap Kiyv, ibukota Ukraina.
 
Nampak jelas, Putin bukan melakukan serangan militer untuk menaklukkan dan mencaplok Ukraina, ... tapi sekadar memberikan tekanan militer pada Zelensky untuk duduk dimeja perundingan memenuhi tuntutan: Pertama mempertahankan netralisasi militer dengan tidak tergabung dalam NATO dan mencabut tuntutan gabung dalam NATO dari konstitusi; kedua mengakui 2 negara yang merdeka, Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk.
 
Mudah2an saja perundingan bisa segera dilangsungkan dan berhasil diselesaikan secara damai, ...Tapi kalau saja perundingan gagal dengan berbagai sebab, Rusia tentu akan meneruskan gunakan kekuatan militer memaksa Ukraina tunduk menuruti tuntutannya!  Jatuh korban lebih banyak dikedua belah pihak tidak dapat dihindari, ... dan yang paling menderita dan sengsara tentu rakyat Ukraina sendiri!
 
Jadi, mestinya Zelenksy tidak menjadikan diri pion yang dimainkan AS memusuhi dan menantang Rusia, bisa lebih bebas aktif berperan mendahulukan kepentingan bangsa dan rakyatnya, baru kapok setelah diserang Rusia, ternyata AS bahkan NATO yang berada disamping tidak hendak memberi bantuan militer! Bagaimana AS, NATO mau berkorban demi kepentingan Ukraina?
 
Betul kata Connie, Indonesia jangan latah pada AS menjadikan Tiongkok ancaman berat bahkan ikutan memusuhi Tiongkok! Jangan, ... sebaliknya Indonesia harus sebaik-baiknya kerjasama dengan Tiongkok demi utamakan kepentingan rakyat Indonesia sendiri!
 
Jangan mau digunakan AS untuk lebih lanjut membuat ketegangan dengan Tiongkok di perairan Laut Tiongkok Selatan, ... Bukan hanya mengganti nama jadi Laut Natuna, tapi juga melakukan pemboran Minyak di wilayah perairan laut yang tumpang tindih dengan 9 Garis-putus yang diklaim Tiongkok itu. Merupakan sikap pemerintah Jokowi yang dirasakan hendak melepaskan diri dari tuduhan terlalu berkiblat pada Tiongkok saja, ... Kalau betul Indonesia membutuhkan minyak lebih banyak dari situ, kenapa pula tidak berani menempuh jalan yang diambil Durtete Filipina, bekerjasama dengan Tiongkok dengan pembagian 6 : 4. Pembiayaan dan teknologi sepenuhnya dari Tiongkok, pembagian hasil 60% untuk Tiongkok, 40% untuk Indonesia; Setelah sekian tahun terbalik, 60% untuk Indonesia dan 40% untuk Tiongkok. Sama-sama diuntungkan, ... Tanpa bikin tegang LTS!
 
 
Video Lengkap Connie Rahakundini dalam Diskusi Virtual Crosscheck Medcom.id:
Rusia serang Ukraina, China serang Taiwan?
 
Indra Maulana bersama:
 
Gubernur Lemhanas: Andi Wijayanto
              &
Pakar Militer: Connie Rahakundini
 
 
Effendi Simbolon Nilai Cuitan Jokowi-Kemlu soal Ukraina Tak Tegas
Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 28 Feb 2022 07:45 WIB
Anggota DPR Fraksi PDIP Effendi Muara Sakti Simbolon, (Effendi MS Simbolon)
Foto: Anggota Komisi I DPR fraksi PDIP Effendi Simbolon (Ari Saputra)
Jakarta - Anggota Komisi I DPR fraksi PDIP Effendi Simbolon mengaku prihatin dengan cuitan pernyataan sikap yang dirilis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) soal invasi Rusia ke Ukraina. Effendi menilai Jokowi tidak tegas.
"Kita juga prihatin melihat Presiden dan Kemlu tidak tegas ya," ujar Effendi saat dihubungi, Minggu (27/2/2022).

Effendi mengatakan Jokowi harus mengambil langkah tegas karena Rusia telah melanggar hukum internasional. Dia menyayangkan Jokowi tidak punya ketegasan mengingat Rusia melakukan tindakan yang tak bisa dibenarkan karena menyerang negara berdaulat.






00:18 / 00:30
AD

Baca juga:
Jokowi Cuit Setop Perang Tanpa 'Rusia', Legislator PD Wanti-wanti Citra Buruk
"Karena itu kan menginvasi negara yang berdaulat kan sudah pelanggaran hukum internasional. Bagaimanapun kita harus menentukan ketidak setujuannya," tuturnya.

"Kalau terjadi ke Indonesia kan akan sangat dirugikan kalau sikap yang tidak punya ketegasan seperti itu. Karena ini kan menginvasi negara yang berdaulat, nggak bisa dibenarkan itu," sambung Effendi.


by Impactify
Lebih lanjut, Effendi mendorong Jokowi segera menentukan sikap yang jelas. Dia turut menyinggung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 terancam batal.

"Lepas dari itu sebenarnya Presiden dalam sikapnya bahwa kita tidak mentolerir untuk operasi militer dan negara ke negara lain yang berdaulat dengan alasan apapun. Harusnya kita ada sikap yang jelas," imbuhnya.

Baca juga:
Tak Ada Penyebutan 'Rusia' di Cuitan Jokowi dan Kemlu RI
Diketahui, ada yang hilang dari cuitan Jokowi dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI saat bersikap terkait invasi Rusia ke Ukraina. 'Rusia' sama sekali tak disebut.

Jokowi menyampaikan sikapnya terkait kondisi terkini dunia lewat cuitan Twitter pada Kamis (24/2), yaitu di hari pertama invasi Rusia ke Ukraina. Jokowi meminta setop perang tapi tak menyebut kepada siapa cuitan itu ditujukan.

"Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia dan membahayakan dunia," demikian bunyi cuitan Jokowi.

(drg/imk)

Baca artikel detiknews, "Effendi Simbolon Nilai Cuitan Jokowi-Kemlu soal Ukraina Tak Tegas" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-5961804/effendi-simbolon-nilai-cuitan-jokowi-kemlu-soal-ukraina-tak-tegas.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages