Xi Jinping: Kami Menjunjung Islam Dalam Konteks Adaptasi Dengan Masyarakat Sosialis

2 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Jul 17, 2022, 8:56:36 PM7/17/22
to GELORA45_In

Xi Jinping: Kami Menjunjung Islam Dalam Konteks Adaptasi Dengan Masyarakat Sosialis

Banjar Chaeruddin
- Minggu, 17 Juli 2022 | 20:31 WIB
   
Presiden China Xi Jinping di Xinjiang (Foto: scmp.com)

SINARHARAPAN--Presiden China Xi Jinping menyinggung tentang perkembangan agama Islam dalam kunjungannya ke Daerah Otonomi Xinjiang yang mayoritas penduduknya berlatar belakang etnis minoritas Muslim Uighur.

"Kami menjunjung tinggi prinsip perkembangan 
Islam dalam konteks dan memberikan bimbingan secara aktif untuk mengadaptasikan agama dengan masyarakat sosialis," kata pemimpin tertinggi Partai Komunis China (CPC) itu sebagaimana rilis yang dikirimkan Kementerian Luar Negeri China (MFA) kepada Antara di Beijing, Minggu malam.

Sebelumnya Xi melakukan kunjungan kerja selama empat hari ke 
Xinjiang pada 12-15 Juli 2022. Kunjungan terakhir Xi ke daerah yang berbatasan langsung dengan Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Afghanistan, Pakistan, dan India itu pada 2014.

Xi menginstruksikan adanya peningkatan kemampuan dalam mengatur urusan agama guna memastikan perkembangan di bidang keagamaan berjalan dengan stabil.

"Kami harus bisa melatih tim dari partai dan pejabat pemerintah yang ahli Marxisme namun bisa memahami persoalan agama, akrab dengan urusan agama, dan berkompeten dalam keterlibatan dan pembinaan tokoh agama sehingga dapat diandalkan secara politis dan berakhlak mulia," katanya.

Dengan begitu, lanjut dia, figur tersebut dapat berperan aktif saat-saat kritis, mampu membina para peneliti agama yang memiliki prestasi akademik, berpandangan Marxisme terhadap isu-isu keagamaan, dan mampu berinovasi.

"Kami harus bisa memastikan terpenuhinya tuntutan para penganut agama dan menggalang mereka berada di dalam naungan partai dan pemerintahan," kata Xi menambahkan.

Dunia internasional menyoroti 
Xinjiang terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Beijing terhadap Uighur.

Namun Beijing membantahnya dengan dalih sebagai upaya deradikalisasi dan de-ekstremisasi bernuansa agama karena 
Xinjiang memiliki catatan berbagai peristiwa terorisme dan separatisme.

Dalam kunjungan tersebut Xi didampingi Sekretaris CPC Komite 
Xinjiang Ma Xingrui dan Gubernur Xinjiang Erkin Tuniyaz yang beretnis Uighur.

Orang nomor satu di China tersebut bertemu dan berbincang secara langsung dengan warga di beberapa daerah di 
Xinjiang yang dikunjunginya.

"Semua kelompok etnis di 
Xinjiang tidak bisa dipisahkan dari anggota keluarga bangsa China," kata Xi.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages