Perkembangan Politik Pertahanan Jepang dan Pengaruhnya ke Indonesia

2 views
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Sep 3, 2022, 8:59:28 PM9/3/22
to GELORA45_In

Perkembangan Politik Pertahanan Jepang dan Pengaruhnya ke Indonesia

- Minggu, 4 September 2022 | 06:15 WIB
Perdana Menteri Jepang yang juga pemimpin Partai Demokrat Liberal, Fumio Kishida.(Dok/AP)
Perdana Menteri Jepang yang juga pemimpin Partai Demokrat Liberal, Fumio Kishida.(Dok/AP)

SINAR HARAPAN - Partai Liberal Demokrat (LDP) yang tengah berkuasa di Jepang dibentuk pada 1955. LDP merupakan gabungan antara Partai Liberal dan Partai Demokrat.  Keduanya merupakan partai konservatif sayap kanan.

Lawannya adalah Partai Sosialis 
Jepang atau sekarang menjadi Partai Demokratik Sosial.

Bila LDP menolak pembukaan hubungan diplomatik dengan 
China pada 1970-an, Partai Demokrat Sosial dan Partai Komunis Jepang justru mendukung.

LDP juga mempunyai hubungan kuat dengan badan intelijen 
Amerika Serikat (AS). CIA mendukung LDP dalam pemilihan anggota parlemen Jepang.

Konon komponen inti LDP adalah kalangan militer dan nasionalis yang menjadi penggerak ekspansi 
Jepang ke China, Semenanjung Korea dan Asia Tenggara pada Perang Dunia II.
Ketika 
Jepang kalah, mereka dijatuhi hukuman oleh pengadilan sekutu. Dipenjarakan kemudian dibebaskan. Lalu mendirikan  Partai Liberal dan Demokrat.

LDP terdiri dari tujuh faksi. Mereka adalah Shikokai, Seiwa Seisaku Kenyukai, Heisei Kenkyūkai, Kōchikai, Shisuikai, Suigetsukai dan Kinmirai Seiji Kenkyūkai.


Perdana Menteri Fumio Kishida misalnya, berasal dari faksi Kochikai. Kishida sekalipun bertahun-tahun menjadi Menlu di bawah PM Shinzo Abe namun dijuluki ‘merpati’ dalam LDP. Kishida hanya memberikan persembahan ke kuil Yasukuni.

Beda dengan Abe yang dianggap nasionalis garis keras. Abe mendukung pencabutan pasal 9 yang membatasi peran angkatan bersenjata Jepang.

Abe juga mengunjungi kuil Yasukuni di Tokyo. Di mana nama 14 penjahat perang kelas A, salah satu di antaranya PM Hideki Tojo yang didakwa oleh pengadilan sekutu pada 1948 diabadikan di kuil tersebut. Tojo diangkat menjadi dewa.

Taro Aso yang kini menjadi Wapres LDP. Menjadi PM Jepang (2008-2009). Wakil PM dan Menkeu (2012-2021). Menlu (2004-2005) dan Menteri Komunikasi dan Masalah-Masalah Internal (2003-2005) berasal dari faksi  Shikokai.  Faksi Shikokai seringkali disebut sebagai faksi Aso sebab Aso menjadi pemimpin faksi.

Faksi Seiwa Seisaku Kenkyukai juga disebut faksi Hosoda. Almarhum PM Shinzo Abe merupakan anggota faksi Hosoda.

Secara umum faksi berarti sekelompok individu yang mempunyai kesamaan pandangan atau cara dalam mencapai kekuasaan. Mereka dipersatukan antara lain oleh kecerdasan, keluarga, faham, wilayah pemilihan dan kepentingan sesaat termasuk fulus.

Faksi-faksi itu berbeda pendapat atau bertengkar di dalam partai. Anggotanya bisa membelot ke faksi lain.  Namun secara keseluruhan faksi-faksi dalam LDP kompak jika menghadapi partai lain.

Para anggota faksi tersebar di Majelis Rendah atau Majelis Tinggi. Faksi Hosoda memiliki 87 anggota di Majelis Rendah, sedangkan faksi Aso 49 anggota. Faksi Wataru Takeshita, yang kelak akan diketuai Toshimitsu Motegi, memimpin 46 anggota. Kishida 41 anggota. Toshihiro Nikai 37.

Pada periode pemerintahan Presiden Soeharto, Golkar diidentikkan dengan LDP. Mengingat Golkar ketika itu merupakan gabungan 7 Kelompok Induk Organisasi (KINO) seperti KOSGORO, SOKSI,  MKGR. Organisasi Profesi.Ormas Pertahanan Keamanan, Gerakan Pembangunan dan Gerakan Rakyat 
Indonesia (GAKARI).

Anti China?

Dalam sejarahnya, pemerintahan yang dikuasai LDP berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi yang berorientasi ekspor. 
China merupakan pasar di Asia yang sangat penting.
Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa,  ekspor ke 
China pada 2021 berjumlah US$163,86 miliar, tahun sebelumnya US$133 miliar. Sementara berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang, ekspor ke China pada Juli 2022 mencapai 1.782.557 yen, naik dibanding bulan sebelumnya yakni 1.719.177 yen.

Selain itu, juga membina hubungan erat dengan Amerika Serikat dalam kebijaksanaan pertahanan dan luar negeri. Dalam konteks ini Jepang  telah menjadi sekutu Amerika Serikat dalam menghadapi China, Rusia bahkan Korea Utara.

Bila rudal Korea Utara pernah melintasi Hokaido. Pesawat-pesawat jet tempur angkatan bela diri 
Jepang melakukan pencegatan lebih dari 700 kali pesawat China dan Rusia yang terbang di dekat wilayah udara Jepang pada 2020.

Kapal-kapal nelayan 
China ternyata juga menerapkan taktik yang sama seperti di perairan Kepulauan Natuna. Mereka mencari ikan di perairan Kepulauan Senkaku atau Diaoyu.
Rusia-Jepang bersengketa tentang hak kepemilikan atas  Kepulauan Iturup, Kunashir, Shikotan dan Batu Habomai  atau dalam bahasa Jepang adalah Kepulauan Etorofu, Kunashiri, Shikotan dan Habomai.

Beberapa bulan lalu angkatan laut 
Rusia menduduki empat pulau dan membangun sistem pertahanan peluru kendali dan menempatkan kapal-kapal pantai.

Sekalian perkembangani itu ditanggapi 
Jepang dengan meningkatkan anggaran belanja pertahanan tahun 2023 sebesar 6 triliun yen atau US$43 miliar. Jumlah tersebut melebihi satu persen Produk Domestik Bruto. Persentase yang melampaui ketentuan yang berlaku selama ini.

Kementerian Pertahanan 
Jepang  berencana menaikkan anggaran hingga dua persen atau sama dengan standar negara-negara anggota NATO dalam waktu lima tahun. Yang berarti kenaikan anggaran 1 triliun setiap tahun.

Usulan itu tidak terlalu sulit untuk disetujui karena LDP menguasai legislatif. Dewasa ini LDP bersama mitranya partai Komeito menempatkan 261 wakilnya di Majelis Rendah dan 119 orang di Majelis Tinggi.

Perang tidak mungkin akan terjadi karena para pemimpin tak  ingin sirna kemakmuran yang susah payah dibangun. Yang terjadi adalah peningkatan kekuatan militer untuk mewujudkan keseimbangan sambil membina secara positif sektor-sektor lain seperti perdagangan dan investasi.

Dalam uraian di atas terbaca jelas, walaupun 
China-Jepang, Rusia-Jepang bertentangan dalam hak pemilikan atas beberapa kepulauan namun mereka tetap mempertahankan hubungan dalam konteks perdagangan, investasi dan energi. Sebagaimana juga terlihat dalam hubungan China-Amerika Serikat.

Indonesia sebagai negara terpenting di Asia Tenggara ke depan, perlu memiliki pemimpin yang kuat, piawai berbahasa asing, dikenal para pemimpin asing  dan cerdas menanggapi situasi yang berkembang rumit ini.***

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages