
Qi Xin, ibu Xi Jinping bergabung dalam PKT pada awal zaman Perang Anti-Jepang dan kemudian menjadi seorang prajurit perempunan Tentara Rute Delapan.
Xi Zhongxun, ayah Xi Jinping, juga sangat mengagumi isterinya, dan ia pernah mengatakan kepada anak-anaknya bahwa ibu mereka adalah seorang anggota PKT yang unggul.
Ibu Xi Jinping yang selalu rajin mengajarkan anak menjadi teladan Xi Jinping.
Pada bulan Maret 1839, Qin Xin yang berumur 15 tahun berpartisipasi dalam revolusi dalam api perang anti-Jepang dan pada tahun itu pula ia masuk menjadi anggota PKT. Ia mendapat penggemblengan dalam revolusi dan menegakkan cita-cita Komunis.

Juga pada umur 15 tahun, Xi Jinping pada tanggal 13 Januari 1969 datang di Desa Liangjiahe Provinsi Shaanxi dan melewatkan masa keremajaan selama 7 tahun di sana.
Selama tinggal di Liangjiahe, Qi Xin membikin sebuah kantung jarum dan benang kepada Xi Jinping, dan itu mengandung rasa kasih seorang ibu dan juga manifestasi dukungan kepada anaknya yang berbakti kepada negara.

Hati ibu dan anak selalu terhubung. Berbakti kepada partai, negara dan rakyat merupakan janji Xi Jinping dan ibunya.
Qi Xin yang mementingkan pendididikan keluarga mempengaruhi seluruh proses pertumbuhan Xi Jinping. Ia selalu berpesan kepada Xi Jinping yang bekerja di tempat lain dan memangku jabatan agar ia selalu mendisiplinkan diri. “Menjadi orang bersih dan juga pejabat bersih” merupakan janji yang dibikin Xi Jinping dan ibunya.

“Bertempur seumur hidup, senang seumur hidup, berjuang tiap hari, senang tiap hari”. Iniah gambar sejati riwayat hidup Xi Zhongxun dan juga inspirasi Qi Xin untuk menggairahkan anaknya.
Mengutamakan kepentingan rakyat, mempertahankan semangat berjuang seorang anggota PKT yang rela melupakan diri dan berkontribusi merupakan janji Xi Jinping dan ibunya.