Hari ini bertepatan dengan Hari Raya Cap Go Meh, di depan jumpa pers Komite Penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Beijing hari ini (15/2), juru bicara Yan Jiarong menyatakan, para atlet Olimpiade Musim Dingin berkumpul di Beijing, hal ini mencerminkan arti ‘reuni’ hari raya Cap Go Meh, juga mencerminkan semangat ‘together’ dalam moto Olimpiade.
Yan Jiarong memperkenalkan, Hari Cap Go Meh juga adalah hari untuk bereuni bersama keluarga. Keluarga dan sahabat berkumpul bersama, menikmati pameran lampion, menyantap ronde, bermain teka-teki, menyalakan kembang api, dan berdoa untuk kebahagiaan di masa depan. Cap Go Meh juga dikenal dengan nama Festival Lampion, di mana di berbagai tempat akan diadakan kegiatan pameran lampion. Salah satu maskot Olimpiade Musim Dingin Beijing, yaitu Shuey Rhon Rhon juga dirancang dengan meniru bentuk lampion merah tradisional Tiongkok. Ada warganet yang mengatakan, setelah kota Beijing diselimuti salju tebal, di mana-mana terlihat Shuey Rhon Rhon.
Yan Jiarong mengatakan, di berbagai gedung olahraga Olimpiade Musim Dingin juga diadakan berbagai kegiatan agar para atlet bisa menikmati suasana perayaan Cap Go Meh. Para sukarelawan Tiongkok juga memberikan souvenir bernuansa Cap Go Meh kepada para sukarelawan luar negeri sebagai cendera mata. Selain itu, di area penganugerahan penghargaan juga akan diadakan pertunjukan berciri khas Cap Go Meh.
Yan Jiarong mengatakan, slogan Olimpiade Musim Dingin Beijing ialah “Together for a shared future”, inilah penjelasan Tiongkok terhadap moto Olimpiade “Lebih Cepat, Lebih Tinggi, Lebih Kuat, Bersatu”. “Together for a shared future” berarti “satu pun tidak boleh tertinggal”, agar setiap orang yang mencintai olahraga dapat mewujudkan impian mereka.

Situs web surat kabar Neues Deutschland Jerman dalam artikelnya pada tanggal 9 Februari lalu melaporkan, jumlah atlet putri dalam Olimpiade Musim Dingin Beijing mencatat rekor baru. Di antara sekitar 2.900 atlet, 45% di antaranya adalah atlet putri, pada Olimpiade Musim Dingin kali ini, “kesetaraan gender” semakin mendekati kenyataan.
Dikabarkan AFP, Olimpiade Musim Dingin Beijing dianggap sebagai pekan Olimpiade Musim Dingin dengan tingkat kesetaraan gender tertinggi dalam histori. Para atlet partisipan turut menyatakan bahwa penambahan nomor pertandingan beregu campuran berarti besar, dan bermanfaat untuk meningkatkan taraf kompetisi cabang nomor putri.

Dikabarkan bahwa separo ke atas nomor cabang dalam Olimpiade Musim Dingin Beijing terdapat nomor pertandingan putri, dan hal tersebut berkat penambahan dua cabang nomor putri dan empat cabang nomor beregu campuran, yaitu ski Alpen, ski gaya bebas, pertandingan papan seluncur salju boardercross dan skating kecepatan lintasan pendek.
Beberapa tahun lalu, Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach telah menetapkan kesetaraan gender sebagai salah satu targetnya. “Kita sudah mencapai kemajuan yang cukup besar, proporsi atlet putri yang dari 41% pada Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang telah meningkat sampai 45% pada Olimpiade Musim Dingin Beijing, dan jumlahnya pun bertambah.” Dia juga mengatakan bahwa Olimpiade Paris yang dijadwalkan pada tahun 2024 dan Olimpiade Musim Dingin Milan pada tahun 2026 diharapkan dapat mewujudkan kesetaraan proporsi antara atlet putra dan putri.

Situs web surat kabar Neues Deutschland Jerman dalam artikelnya juga mengatakan, tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Beijing tidak punya masalah serupa. Jumlah atlet putri Tiongkok merupakan dua kali lipat lebih dari jumlah atlet putra Tiongkok pada Olimpiade Tokyo, sementara pada Olimpiade Musim Dingin kali ini, di antara 176 atlet Tiongkok terdapat sejumlah 87 atlet putri dan 89 atlet putra.